Ke Iran dengan Misi Penjinakan, Kali Ini Ketua MUI Makassar

Sebenarnya misi utama dengan diundangnya beberapa tokoh ataupun ulama Indonesia ke Iran adalah misi penjinakan. 
Para ulama ini diajak jalan-jalan atau mungkin tour pariwisata mancanegara. Agar mereka berterima kasih atas sambutan mereka yang hangat dan pelayanan yang memuaskan dengan cara minimal jangan menyebut Syiah dengan kata sesat. atau minta  agar Syiah ini diakui juga bagian dari kaum Muslimin, dengan menyebutnya Muslim Syiah.
Selain itu, agar mereka diajak melihat "fakta sebenarnya" yang terjadi di Iran. Seperti umpamanya terkait isu bahwa al-Qur'an mereka berbeda dengan al-Qur'an kaum Muslimin saat ini. Dan ini terbukti sukses. Salah seorang yang pernah diajak ke Iran, Prof. Hamdan Juhannis, selalu mengatakan di berbagai kesempatan yang membahas isu sunni-syiah, "Saya sudah mengunjungi percetakan al-Qur'an di Iran, dan saya periksa, tidak ada bedanya sedikitpun dengan al-Qur'an kita."
(Sedikit catatan: al-Qur'an mereka saat ini masih sama dengan al-Qur'an kita. Karena Imam Mahdi mereka belum keluar dan membawa al-Qur'an versi Syiah. Jadi percuma harus jauh-jauh ke Iran untuk buktikan "kesamaan" al-Qur'an kita dengan mereka. Kitab-kitab mereka sudah banyak mengungkap perbedaan versi tersebut. Bahkan ada satu judul buku yang ditulis pada masa kuatnya Daulah Shafawiyah (Imperium Syiah) yang dengan jelas menunjukkan akidah Syiah tentang tahrif al-Qur'an, Fashl al-Khithab fi Tahrif Kitab Rabb al-Arbab. Baca juga: Inilah scan al-Quran (Syiah) Iran yang Dibagi-bagikan di Indonesia)
Sebelumnya, salah satu ketua MUI Pusat, Prof. Umar Shihab, pernah diundang kesana. Sepulangnya membawa dukungan penuh untuk Syiah, membuat banyak fitnah, termasuk yang ini, baca "MUI: Syiah Sah Sebagai Mazhab Islam' adalah Berita Bohong!
Begitu juga dosen-dosen UIN Alauddin Makassar juga diundang ke Iran. Sepulangnya dari sana mereka selalu bersuara lantang mendukung Syiah seperti Prof. Hamdan Juhannis diatas.
Kali ini, Dr. Mustamin Arsyad -kebetulan menjabat Ketua MUI Makassar- yang diajak ke jalan-jalan ke Iran. Sebelumnya memang sudah akrab dengan Syiah dan garang terhadap Sunni (Orang ini pada ramadhan kemarin memberikan kesempatan ulama Syiah dari Iran berceramah di Masjid Raya kota Makassar, baca: Ulama Syiah Iran Cerama Tarwih di Masjid Raya Makassar). Sepulangnya bisa dipastikan akan semakin menjadi-jadi.

Berikut ini beberapa gambarnya: 
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

5 komentar:

perpecahan tdk akan menguntungkan siapa" ...

hati......dijawa timur sudah ada pusat kaderisasinya ;;;;
http://faktasyiah.blogspot.com/2014/09/hauzahpusat-kaderisasi-syiah-militan.html

Harusnya Muh. Istiqamah ke Iran....sepulang dari Iran dipastikan akan jadi pembela Syiah juga...cobalah Pak..

Kenapa hanya berani di kandang. Buat petisi yg melarang kaum syiah bisa menunaikan haji. Dengan demikian Syiah sudah tidak dianggap Islam lagi.

Berani ???

http://www.kiblat.net/2014/11/01/kelompok-syiah-bilang-tidak-sesat-karena-masih-boleh-berhaji-ke-mekkah-ini-jawaban-mui-pusat/

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More