Perkembangan Syiah di Zamboanga, Filipina

http://data.tribunnews.com/foto/bank/images/20140715_054159_zamboanga.jpg

Meskipun hanya 20 % kaum Muslimin dari 800.000 penduduk di Zambonga, Filipina, perhatian Syiah ke daerah ini cukup besar.
http://www7.0zz0.com/2014/05/06/12/491588881.jpg

Gambar di atas, adalah Markaz mereka di kota Zamboanga.
http://www7.0zz0.com/2014/05/06/12/333233160.jpg

Ulama-ulama Syiah berkunjung kesana. Terlihat dalam jamuan makan pada gambar di atas. Foto di kanan bawah merupakan gambar bangunan Madrasah Ahlul Bait tahun 1990. sedang di sebelah kiri adalah bangunan Husainiyah mereka yang baru.
http://www7.0zz0.com/2014/05/06/12/495482625.jpg

Para murid, kader, ustadz dan ulama Syiah.
http://www4.0zz0.com/2014/05/06/13/794844525.jpg

Para dai Syiah diberi gaji bulanan dari Iran sebesar 80.000 Peso.
Ustadz-ustadz aliran sesaat Syiah disana di antara lain: 
Abul Mahdi Anwar Daniel, Pemimpin kelompok Syiah di kota Zamboanga, Filipina. Dia juga salah satu dosen di Western Mindanao State University.

Salman Gholan, wakil ketua, termasuk dai syiah yang paling aktif sering dakwah daerah.

Umar Shabran/ Shabiran, alumni ma'had  Syiah di Suriah. Termasuk ustadz muktabar disana. Dia menyebarkan aliran sesat Syiah dengan topeng sebagai dai ahlus sunnah. Pergerakannya kebanyakan di Provinsi Sulu, selatan Filipina. Bahkan disana sudah membangun madrasah dengan nama Madrasah Imam Syafi'i, sebagai bentuk pengelabuan nama agar dikira madarasah sunni. Dai ini juga selalu berkunjung ke Saudi, biasanya dua kali dalam setahun. Dengan agenda bertemu dengan para pekerja dari Filipina dan orang-orang Syiah di Saudi. Tempat tinggalnya disana di Dammam.

Umar Sarhadil, lama belajar di Iran. Ketika kembali ia ditugaskan untuk menggarap anak-anak muda.

Dan masih ada beberapa lagi dai-dai Syiah. Termasuk dai Ahlus Sunnah yang menjual keyakinan mereka dengan hitungan uang yang murah.

http://www4.0zz0.com/2014/05/06/13/301435013.jpg

Menjual agama dengan uang

Strategi ini merupakan cara yang paling ampuh untuk mendakwahkan ajaran sesat Syiah. Mereka selalu memberikan bantuan finansial kepada para kepala desa dan tokoh masyarakat yang ingin mereka datangi tempatnya. Bukti yang paling nyata seperti kepala desa Rikudu, H. Idris Yasin, dia diberikan uang sebesar 1.000.000 (satu juta) peso. Karena itu mereka dibukakan satu madrasah pengajaran bahasa arab dengan nama Madrasah Darus salam.

Contoh lain seperti perhatian mereka kepada Rektor Universitas De Zamboanga, Ammar Istaqiu, yang barusan menjadi mualaf. Dia diberikan bantuan finansial dan berbagai peralatan komputer dan buku-buku. Tumbalnya, banyak mahasiswa Syiah dari Iran dan negara lain belajar disana dengan membawa agenda syiahisasi. 


Sumber: http://www.dd-sunnah.net/news/view/id/18719/

(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More