Berapa Jumlah Penganut Syiah di Indonesia?

https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpa1/v/t34.0-12/10574379_10202820984149607_8382861207666895907_n.jpg?oh=d6d7f3374d8cfe5fb374358a8005d984&oe=53F3D671&__gda__=1408474626_c35ca805e75e987106c6b0f55e0dcc09 
Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jalaluddin Rakhmat, pernah mengatakan kisaran jumlah penganut Syiah di Indonesia , “Perkiraan tertinggi, 5 juta orang. Tapi, menurut saya, sekitar 2,5 jiwa,” kata Jalal,
Asyura dan eksisnya Syiah di suatu daerah
Benarkah seperti itu? Mari kita bandingkan dengan jumlah penganut Syiah yang disebut oleh beberapa pihak,
“Menurut seorang intel pemerintah bahwa jumlah penganut Syiah di Indonesia sekitar 300.000 orang. Namun menurut Husein al-Kaff, seorang ustadz Syiah, alumni Qum, dia pernah menyebut bahwa jumlah Syiah hanya 50.000 orang. Tapi menurut Musa Kazhim, ustadz Syiah, anak dari Husein al-Habsyi, dia pernah mengakatan kepada Ustadz Fahmi Salim, MA., bahwa jumlah pengikut Syiah hanya 25.000 orang. Dan menurut saya inilah jumlah yang lebih dekat pada realita.” Sebut Ust. Farid Ahmad Okbah.
Menurut beliau hal ini bisa dihitung dari jumlah mereka pada perayaan asyura. Karena pada hari itu mereka semua berkumpul dan itulah tanda bahwa Syiah di suatu daerah sudah eksis.
“Adanya perayaan Asyura di suatu daerah adalah indikasi bahwa Syiah sudah eksis di daerah tersebut.” Lanjut pemimpin Islamic Centre al-Islam Bekasi ini.*
***
Ketika saya ikut Asyura Syiah di Makassar tahun 1434 H, jumlah mereka kurang lebih 2.000 orang. Dan ada 3 kota yang jumlah pengikutnya cukup besar dan penyebarannya cukup massif. Makassar, Bandung dan Jakarta. 3 kota ini anggaplah jumlahnya 6.000 orang, tambah dengan jumlah mereka di berbagai kota yang masing-masingnya tidak sampai 1.000 orang. Kalau ada 19 kota lain (itupun kalau sampai hitungan 19 kota) yang penyebaran Syiah disana cukup besar, maka jumlahnya 6.000 ditambah 19.000, jadi jumlahnya sekitar 25.000. Ini hitung-hitungan kasar untuk mencapai jumlah yang disebut Musa Kazhim tadi.
Bayangkan kalau 25.000 ini (kurang atau lebih) semuanya militan dan semuanya berideologi Syiah tulen untuk memberontak pemerintah yang sah dan menganggap darah diluar Syiah adalah halal maka konflik horizontal tidak bisa lagi dicegah cepat atau lambat. Apalagi jika mereka mempunyai senjata. Na’udzubillah.
Dan beginilah memang yang terjadi di negara-negara yang penyebarannya cukup besar. Seperti di Bahrain, Lebanon, Yaman dan Pakistan. Tidak jarang kita dengar berita demo yang berujung anarkis dan pertumpahan darah di empat negara ini.
***
Duta Besar Iran adalah Misionaris Syiah*
Penyebaran Syiah di Indonesia sangat ditopang oleh Kedutaan Besar Iran di negeri ini. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi sebagai duta besar Iran di nusantara ini, bahkan juga sebagai misionaris Syiah. Dan ini sama di semua Negara.
Di Maroko dulu semua ulamanya pernah bersepakat agar semua dai dan muballighnya menjadikan khutbah jum’at dalam sebulan tentang bahaya Syiah. Dan akhirnya masyarakat yang bergerak memerotes pemerintah. Akhirnya Syiah dilarang dan Kedutaan Besar Iran di Negara itu ditiadakan. Namun orang Syiah tidak pernah putus asa. Sekarang Kedutaan Besar Iran sudah ada lagi di Maroko.

*cuplikan materi Ust. Farid Ahmad Okbah yang disampaikannya pada Daurah Syar’iyyah ‘Alaikum Bisunnati yang diselenggarakan oleh AQL Islamic Centre bekerjasama dengan al-Haiah al-‘alamiyah Li al-Ta’rif bi al-Islam (sayap organisasi Rabithah ‘Alam al-Islami), 12-14 Agustus 2014 pekan lalu di Puncak, Bogor.
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More