Ulama Syiah Iran Ceramah Tarwih di Masjid Raya Makassar


http://wisatasulawesi.files.wordpress.com/2010/11/mesjid-raya-makassar.jpgUntuk menarik simpati Muslimin Makassar, IJABI kembali mendatangkan seorang ulama aliran sesat Syiah dari Iran ke kota ini, kemarin, selasa, 22/7.
Jika ramadhan tahun lalu ulama mereka menggelar seminar al-Qur’an di Gedung Graha Pena, kantor Harian Fajar di Jl. Urip Sumoharjo, maka tahun ini ulamanya dibawa bertandang ke redaksi Tribun Timur dan juga Masjid Raya Makassar.
Di Masjid Raya, Hujjatulislam Dr. Abul Hasan Ahmadi Shahrokhti disambut oleh ketua MUI Makassar, Dr. Mustamin Arsyad, Lc., MA.
Dalam sambutannya di hadapan jamaah masjid Raya, Ketua MUI ini mengatakan, “Beliau ini adalah tamu saya. Tamu Majelis Ulama Indonesia Makassar. Beliau ini orang yang memiliki kapabilitas. Diakui oleh para ulama di Iran.”
Ulama Iran Diskusi Bersama Ijabi di Tribun TimurSebelum memulai ceramah tarwih, Ahmadi Sharoukhti memulai dengan membacakan surat ali Imran ayat 26-34 di hadapan ribuan jamaah dengan sangat tartil dan nada yang sangat merdu. Selain karena dia seorang Hafizh dia juga doktor dalam bidang al-Qur’an.
(Mungkin ada yang bertanya, Syiah kan meyakini bahwa al-Qur’an tidak asli lagi. Lalu kenapa mereka hafal al-Qur’an yang “tidak mereka yakini?” hal kontradiksi macam ini mudah difahami jika membaca ajaran Syiah dari kitab-kitab yang ditulis langsung oleh para ulama mereka yang muktabar. Lebin lanjut silakan baca pada link ini: http://www.lppimakassar.com/2012/11/inilah-scan-al-quran-iran-syiah-yang.html)
Tema yang dibawakan dalam ceramah tarwihnya berkaitan dengan al-Qur’an dan Palestina. Terkait Palestina, dia menyayangkan sikap Negara-negara arab yang tidak mau bersatu.


“Seandainya negara-negara arab mengembargo minyaknya kepada Israel, namun disayangkan tidak hanya (tidak mau) mengembargo, bahkan memusuhi gerakan-gerakan perlawanan kepada Israel. Siapa yang mempersenjatai Hizbullah Lebanon.  Siapa yang melemahkan Negara Suriah yang merupakan Negara yang terdepan melawan Israel. Siapa yang melemahkan mereka. Sebagian Negara-negara arab mempersenjatai kelompok-kelompok extrem, memberikan dana besar-besaran kepada mereka untuk melemahkan bangsa yang terdepan melawan Israel.” Ujarnya dengan semangat.
Menurut dia (sekali lagi ini menurut dia), memperbesar perbedaan Sunni-Syiah itu merupakan konspirasi barat.

“Islam yang mengajarkan untuk membunuh saudara muslimnya, itu bukan Islam. Ini sebenarnya konspirasi barat untuk memusuhi Islam yang ingin menghadap-hadapkan, mengkonfrontasikan sesama muslim. Memperbesar perbedaan antara sunni dan syiah, untuk mereka ambil manfaat dari pertempuran dan pertikaian tersebut.” Lanjut ulama muda negara Syiah iran ini.
“Hari jumat yang akan kita hadapi ini, sebagai hari jumat terakhir bulan ramadhan. Imam Khomeini mendeklarasikannya sebagai hari Quds sedunia. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada setiap jamaah yang memberikan kehormatan ini, terkhusus kepada Dr. Mustamin Arsyad, Lc,. MA., untuk dapat menyampaikan pesan-pesan al-Qur’an kepada saudara-saudara saya di Makassar di Masjid Raya kota ini. HIduplah Islam. Hiduplah islam. Hiduplah Negara-negara Islam. Hiduplah bangsa yang tertindas Palestina. Hiduplah Negara Islam Iran.” Ahmad Shahrokhti menutup ceramahnya. (Ibnu Ahmad/lppimakassar.com)

13 komentar:

Berarti beliau sedang mengharapkan keridhoan kita sunny terhadap syi'ah saat mereka syi'ah blm ada kekuatan.. jd tunggu saja nanti bila syi'ah menjadi kuat & lihat akibatnya..

ngomong opo koe, kaya islam kagetan wae, sok tau tentang syiah, bikin perpecahan umat aca mendikotomikan sunni syiah

Apakah ada yg salah dari ceramah imam tsb? Adalah ulama tersebut memgaju syiah? Adalah yg beliau sampaikan bertentangan dengan Al-quran?

Inilah yang kita khawatirkan, syiah semakin exist

For anonim pada 24 juli 2014 10.19

Iya. Ceramahnya bertentangan dengan al-Quran. Al-Qur'an meridhai para sahabat Nabi, menjanjikan mereka dengan ampunan dan pahala yang besar serta surga. itulah paham dan pengamalan ahlus sunnah wal jamaah yang jauh berbeda dengan Syiah dimana mereka sangat membenci sahabat, memvonis mereka dengan neraka dan melakna2-laknat mereka.

Sedangkan ulama syiah ini menyuruh jangan memperbesar perbedaan sunni-syiah. Padahal perbedaannya sangat nampak, diantaranya sikap kepada sahabat Nabi. Bahkan perbedaan sunni-syiah harus selalu dibesar-besarkan agar umat mengetahui yang haq dari yang bathil.

bertaqiyah,,, itulah mereka...

Berati penyakit utamanya bukan pd syiah yg BUKAN ISLAM ini,ttp jg pd mustamin arsyad ini.. pura" bodoh dgn tdk tau fatwa MUI pusat atw mmg dungu??

kebencian apapun yg kalian katakan yg jelasnya dan yg sangat penting ketua MUI Makassar, Dr. Mustamin Arsyad, Lc., MA. menyambutnya dengan ramah, bahkan mempersilahkan memberi ceramah. andai syiah bukan islam maka tentu dia tidk diperbolehkan ceramah di masjid

kalo syiah bukan islam knapa dia biasa ceramah di masjid raya makasar? bahkan disambut hangat oleh ketua MUI sulsel? harunya ribuan orang di masjit mengusirnya keluar daripada mengotori masjid.

syiah itu sesat jgn kau ikutin ajaranya ...ajaran setan iblis.

syiah itu sesat jgn mau ikutin ajaranya

maaf, saya siswa sma baru belajar kaya ginian, tapi kalo boleh tanya, kalo dilihat dari paragraf di artikel yang salah itu yang mana ya? mohon dijawab :)

MUI jelas tidak menerima Syiah karena itu MUI Pusat keluarkan buku panduang dengan kesesatan syiah: "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia"

Silakan klik link disini:

Setelah itu Ketua Dewan Pimpinan MUI Pusat memberi penjelasan mengenai buku itu dengan mengatakan,

"Buku Panduan MUI, “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia” tetap harus diterbitkan karena ada amanah fatwa MUI tahun 1984 untuk mewaspadai masuknya ajaran Syiah di Indonesia. Dan alhamdulillah buku itu sudah tersebar luas di masyarakat.

Fatwa 1984 tersebut masih menggantung, Syiah bagaimana yang harus diwaspadai. Karena itu, dalam buku ini kami jelaskan dan gambarkan bentuk ajaran dan pergerakan Syiah di Indonesia yang harus diwaspadai."

silakan buka disini linknya: http://www.lppimakassar.com/2014/03/ketua-mui-amanat-fatwa-1984-buku-mui.html

Adapun Ketua MUI Makassar yang menerima Syiah maka itu pandangan pribadi Mustamin Arsyad, atau MUI Makassar. dan bukan sikap resmi Majelis Ulama Indonesia.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More