Jokowi, Kang Jalal dan Fatwa Ulama Madinah tentang Pemilu 2014 di Indonesia

Headline media-media nasional baik cetak maupun elektronik sedang ramai membicarakan pencapresan Jokowi, Gubernur DKI Jakarta yang dibacakan oleh Puan Maharani, Ketua Fraksi PDI-P.
Media sosial seperti Whats App, Facebook, BBM, Twitter dan lainnya pun ramai menggiring opini massa mengenai situasi politik yang sedang memanas sekarang ini.
Berbagai kalangan dan golongan menampilkan tokoh-tokoh terbaik mereka untuk diberikan peluang mengisi kursi-kursi parlemen di lembaga eksekutif, yudikatif dan legislatif pemerintahan NKRI.
Termasuk golongan yang telah difatwakan sesat oleh MUI seakan tak mau ketinggalan ambil bagian.

Jokowi, Yahudi, Kristen dan Syiah dengan Tagline “Indonesia Baru”
Berikut ini salah satu salah satu opini yang tersebar di media sosial Whats App,
Indonesia Baru. Perhatikan simbol pasangan Jokowi –Ahok:
1.Simbol “JB” = representasi Jachim & Boaz, bukan hanya sekedar inisial “Jokowi Basuki”. Apakah Jachim dan Boaz itu?, ia mempresentasikan dua pilar gerbang pintu masuk kuil Raja Sulaiman (Solomon Temple) yang dianggap Yahudi sebagai kuil peribadatan mereka.
2.Simbol “Monas” mempresentasikan Tugu Obelisk (Simbol pemujaan terhadapa dewa matahari).
3.Simbol baju kotak-kotak yang dikenakan adalah representasi dari The Checkered Board. Menurut Yahudi, lantai berwarna hitam putih (the checkered board) itu adalah representasi dari lantai Kuil Raja Sulaiman yang juga merupakan simbol dualitas diantara kebaikan dan keburukan dalam kehidupan manusia.
4.Simbol “Jakarta Baru” dan jargon “Perubahan untuk Indonesia Raya dengan satu tekad.... Indonesia Baru” ini adalah aba-aba bahwa Indonesia siap dikendalikan di bawah “New World Order/ Tatanan Dunia Baru”, yang merupakan tujuan dari organisasi Yahudi: Freemasonry yang bermain di belakang layar sebagai “The Invisible Hand”.
Bisa jadi, rencana mereka adalah ini
RI-1 = Joko Widodo (Jokowi)
Gubernur DKI = Basuki Tjahaya Purnama (Ahok)
Menteri Agama = Jalaluddin Rakhmat (Kang Jalal)
Tiga Pasangan: Yahudi-Kristen-Syiah
Renungkanlah, ujian kaum Muslimin kedepannya, bisa jadi lebih dahsyat!, Nah sudahkah kalian bersiap menghadapi ujian yang semakin berat?!
Jokowi dan Syiah
Tak ketinggalan grup dengan nama “Sunnah Defence League” ikut menggalang opini masyarakat. Berikut ini yang mereka sebarkan lewat Whats App, BBM dan juga Facebook,
Ramai orang mengatakan kami paranoid terhadap Syiah karena terus memberitakan perkembangan mereka, padahal tujuan kami adalah menyadarkan umat akan bahaya laten Rafidhah, jika merasa terganggu silahkan delcont saja dan hiduplah dalam damai, sementara.
Ramai pula orang berbicara mengenai siapa Jokowi sebenarnya terkait pengakuan istri Jalal bahwa Jokowi adalah Syiah. Kami sudah menerima kabar semacam itu jauh-jauh hari mengenai hal ini. Tim Investigasi SDL mengabarkan bahwa di Jakarta & beberapa kota besar petinggi Syiah dari kalangan elite sering mengadakan pertemuan tertutup & Jokowi selalu ada di antara mereka, jika dia bukan Syiah maka dia adalah pionnya Syiah & kita tidak melihat apapun kebaikan Jokowi selain bahwa dia adalah boneka yang sangat penurut.
Lingkari tgl 9 April dalam kalender kalian, ini akan jadi momen bersejarah, saat dimana Syiah menguasai negeri ini. Bukan hanya di PDI-P, kader mereka ada dimana-mana. Lihatlah apa yang Syiah katakan terkait hal ini:
“Keberpihakan PDI-P pada minoritas sudah tidak diragukan lagi. Misalnya, jika kelompok Islam Radikal menghajar Syiah PDI-P malah pasang tokoh Syiah terkemuka sebagai calegnya. Aksi barbar primitif ala Sampang tidak mungkin terulang jika Jokowi jadi Presiden. Masa sulit bagi Mazhab Syiah Indonesia teratasi 9 April 2014. Seperti angin, tak terlihat bukan berarti tak ada. Kebangkitan Syiah di ambang pintu.”
Rafidhah akan tenang hidup di negeri ini jika mereka bersikap manis seperti Ahmadiyah dan menyembunyikan kekafirannya di lubuk hati yang terdalam, tapi jika mereka berpikir mereka bisa hidup tenang setelah hari ini karena merasa di atas angin berkat perjuangan politik mereka, mereka salah. Kalian akan mendapat perlawanan paling keras dari kami!!!
Demi Allah ya Ikhwah. Syiah tidak bisa dibendung. Jika tidak jadi seperti di Suriah minimal seperti di Lebanon. Yang bisa kalian lakukan adalah:
“Siapkanlah untuk menghadapi kekuatan apa saja yang kamu sanggupi untuk menghadapi mereka”
Persiapkan dirimu ya Ikhwah!!!
Sebarkan!!!
Sumber: Sunnah Defence League, BBM: 7581c950, Facebook: facebook.com/SDLofficial
Berikut ini daftar politikus aliran sesat Syiah. (Silakan klik beberapa link di bawah ini)
Jalaluddin Rakhmat, gembong Syiah di Indonesia masuk lewat PDI-P
Ulil Abshar Abdalla, caleg Partai Demokrat Dapil Jawa Tengah III. Dia tokoh paham sesat dari Jaringan Islam Liberal, bukan Syiah, namun sering membela aliran sesat seperti Zuhairi Misrawi, caleg PDI-P
Lestari Yuseno, istri dari Tokoh Syiah yang sudah lebih dulu di kancah perpolitkan Indonesia. Dari Partai Demokrat dengan Dapil Jawa Barat
Asri Rasjid, oknum Syiah yang menyusup di tubuh PKS Sulawesi Utara
Yusnan Solihin, Kader Syiah di Partai Gerindra dengan Dapil Jawa Barat
Zulfan Lindan, Tokoh Syiah di Partai NasDem Aceh
Dr. Abdurrahman Bima, Ustadz Syiah dari Nusa Tenggara Barat di Partai Demokrat
Muhsin Labib, Ustadz Syiah di Jawa Timur dari Partai PAN
Selengkapnya Anda bisa lihat disini:
dan disini
Tak disangka, hiruk-pikuk situasi perpolitikan di Indonesia akhirnya sampai juga di Tanah Suci Madinah. Tersebutlah seorang peserta pengajian Kitab Shahih Muslim mengajukan pertanyaan tentang solusi pemilu Indonesia pada tahun 2014 ini.
Ya Syeikh sebentar lagi di negara kami akan diadakan pemilu, bagaimana kami menyikapinya?
Syeikh Abdul Muhsin al-‘Abbad al-Badr, seorang ulama besar Madinah yang mengasuh kajian tersebut menjawab,

"Pada asalnya, apabila para kandidat yang ada hanya mendatangkan mudharat bagi manusia maka sebaikanya perkara ini (pemilu) dijauhi dan tidak perlu menyibukkan diri dengannya (pemilu). Namun berbeda bila diatara kandidat ada yang baik dan ada yang buruk, maka tidak diragukan lagi bahwa memberikan hak pilih pada kandidat yang baik itulah yang semestinya dilakuan. Hal ini sebagaimana yang berlaku dinegeri kafir, bila diantara kandidat ada yang hubungannya baik dengan kaum muslimin dan yang lainnya tidak, tentunya berbeda (dalam menyikapi) kedua kandidat tersebut." (Majlis Shahih Muslim, Masjid Nabawi, Madinah al-Munawwarah, 18 Jumadal Ula 1435 H.)
(Ibnu Ahmad/lppimakassar.com)

25 komentar:

Allahul musta'an.

Kalaulah memang kita lebih baik memilih dalam pemilihan nanti, siapakah kandidat yg lebih dianggap baik dalam pandangan ahlus sunnah? dan bisakah ahlus sunnah bersatu dalam menentukan satu pilihan saja guna meminimalisir menangnya kandidat yg mafsadatnya lebih besar bagi ummat? Toh rasanya juga tdk akan terlalu berefek jika ahlus sunnahnya saja berpecah dalam memilih suara sementara mereka (syi'ah) sudah pasti bersatu dalam memilih kandidatnya.
Mohon pencerahannya.

Baarakallahu fiyk.

hati-hatilah wahai kaum muslimin,

Ini fatwa ulama akhi! Jangan dengan mudahnya dibantah begitu saja.

Ini fatwa ulama akhi.
jangan dengan mudah dibantah begitu saja.
Kalaupun antum tida' setuju dengan fatwa diatas karena memilih pendapat ulama lainnya, maka berarti ini adalah khilaf yang mu'tabar. Khilaf yang harus diterima dengan lapang dada. Tida' menjadikan wala' dan baro' dikarenakan khilaf ini.

Syarat-syarat yang terlupakan..!

“..…Bahaya dan kejelekan melanda kaum muslimin/Ahlussunnah maka sebagian orang –orang mengajak agar ikut mencoblos..! Apakah ini benar Solusi…..? atau hanya kepanikan semata…?

….Dan diantara orang2 yang pro demokrasi dan pro pemilu ada yang mengatakan, ulama2 Ahlus sunnah yang mulia telah berfatwa tentang di syariatkan nya pemilu.. para ulama tersebut mereka adalah ulama kita , para pelindung islam, pemimpin dakwah Salaf yang diberkahi ini..
Diantara mereka ada Asy syaikh Nashiruddin albani, syaikh al utsaimin, syaikh Abdullah bin baz rahimahullahu ajmain, tetapi mereka Para ulama tersebut bukanlah orang2 hizbiyyun (Harakah/pergerakan/partai politik) dan demikian juga hal nya dengan yang mulia Al muhaddits negeri yaman Asy syaikh Muqbil alwadi rahimahullah yang juga telah mengharamkan hizbiyyah..

Bahkan mereka senantisasa memperingatkan manusia dari bahaya hizbiyyah, dan tidaklah kami belajar, dan selamat dari syubhat2 (kerancuan/penyimpangan) serta bahaya fanatik hizbiyyah kecuali dg nasehat-nasehat, Kitab-kitab dan kaset-kaset mereka ..
Berkaitan dengan fatwa-fatwa Asy syaikh Nashiruddin albani, syaikh al utsaimin, syaikh Abdullah bin baz rahimahullahu ajmain ( yang membolehkan ikut memilih/mencoblos/demokrasi) maka Sesungguhnya fatwa tersebut bersyarat dg batasan2 syar’i diantaranya apabila :
“ Maslahat yang besar dapat di capai atau dapat menolak Mafsadat (kerusakan) yang besar dg melakukan mafsadat yang kecil dg tetap menjaga batasan2 dalam kaidah ini...”

Akan tetapi Dai-Dai pro pemilu tidaklah dapat menjaga batasan2 tsb..!

Syarat2 yang dipergunakan dalam mengunakan kaidah tersebut Adalah :

1. Kemaslahatan yang diharapkan memang benar/Nyata adanya, bukan sesuatu yang masih mengambang..

@Kita tdk boleh melakukan kerusakan yang nyata dengan alasan utk menarik kemaslahatan yang belum pasti. Seandainya sistem demokrasi menopang islam dan syariatnya dengan sebenar2 nya (maka pastilah orang2 partai di mesir, syam, aljazair, Pakistan,turki atau dinegeri lainnya dimuka bumi telah sukses menjalaninya semenjak 60 thn lalu..

2. Kemaslahatan yang diharapkan lebih besar dari pada kerusakan yang dilakukan (ditimbulkan)..

@dan itu harus dg pemahaman ulama yang kokoh ilmunya, Bukan dg pemahaman orang-orang yang tenggelam dlm fanatik hizbiyyah atau orang-orang pergerakan atau juga para pengamat partai. Orang yang mengetahui bhw diantara kerusakan demokrasi yang banyak adalah penghapusan syariat Islam dan tdk butuh kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihissalam, krn halal dan haram oleh mereka ditentukan dg pendapat mayoritas, bukan dg apa yg sudah dikabarkan rasulullah Shallallahu ‘Alaihissalam. Org yang mengetahui bhw diantara kerusakan demokrasi adalah ‘melenyapkan pondasi Al wala wal baro krn agama, menyamarkan aqidah yang gamblang demi merekrut hati dan suara serta meraup kursi parlemen. Orang yang mengetahui hal ini tidak akan mengatakan bahwa masuk kedalam parlemen paling ringan bahayanya, bahkan yang benar adalah sebaliknya. Kalaulah kita terima bahwa itu sama saja ( diantar bahaya dan manfaat) maka kaidah yang harus dipakai adlah “menolak bahaya dikedepankan dari pada mengambil kemaslahatan.

3. Sudah tdk ada jalan lain utk menggapai kemaslahatan tersebut, kecuali dg melakukan kerusakan ini (ikut pemilu/mencoblos)..

@Seandainya kita mengatakan dlm perkara ini tdk ada jalan lain kecuali dg melakukan demokrasi, berarti kita telah memvonis manhaj rosulullah Shallallahu ‘Alaihissalam tdk layak pakai utk menegakkan hukum allah dimuka bumi.


'Seorang Dai/muslim yang benar aqidah nya ketika masuk kedalam partai maka nilai-nilai kebenaran islam yang dibawanya akan dikalahkan oleh kepentingan partai yang mengusungnya (terbukti)..!

'dan seandainya ada kebenaran yang dibawa oleh partai islam tsb juga akan dikalahkan oleh partai-partai lain... maka inilah batil nya sistem demokrasi..!


Hayyakallah, wabarokallahufikum…

Udah gak usah bingung. Mending yg islam diam aja. Gak usah nyoblos, golput aja. Jadi penonton aja. Ibadah aja yg benar. Bnyak" berdoa aja. Biarkan syiah, liberal, nasrani, yahudi yg aktif di pemilu dan di pemerintahan. Biar mereka yg pegang kuasa di negeri ini. Biarkan mereka yg mengambil keputusan-keputusan penting. Biarkan aja umat yg mayoritas ini dikuasi oleh mereka yg minoritas. Rela... ?? Mau spt itu ?

Bagaimana kalau ketua LPPI jadi Presiden ( Amin Jamaluddin) wakilnya sari LPPI juga atau Habib Rzik atau ketua MUI atau SDA setuju>>>>?

bagaimana kalau ustadz salafy wahabi takfiri laknatullah penipu umat muslimin seperti adminnya lippi makssar jadi calon presiden??? setuju??? hahhahahah

Dalam kondisi seperti ini kita wajib memilih... kl pingin aaman pilih aja yg berjiwa nasionalis, dan yg paaling jarang berita keterikatannya k aliran sesat. paling aman ustadz Ja'far Thaalib.

agama punya rel sendiri, politik juga punya rel sendiri

tidak ada hukum yang haq (benar) kecuali hukum ALLOH SUBHANAHU WATA"ALA

AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLOH SUBHANAHU WATA"ALA DAN AKU BERSAKSI BAHWA NABI MUHAMMAD SOLLALLOHU 'ALIHI WASSALAM ADALAH UTUSAN ALLOH>>>>
TIDAK ADA HUKUM YANG HAK (BENAR) KECUALI HUKUM ALLOH>>TITIK
YANG LAIN ADALAH KEBATILAN

Hukum Tuhan , Cari Pemimpin yang Rahmatan Lil Alamin...

semoga Allah selalu meneguhkan hatiku dan keluargaku di jalan salaf...
aku bangga jika dikatakan wahabi pengikut sunnah dan meninggikan tauhid...

@ Ngapain Ulama Madinah ikut campur urusan Indonesia. Beda budaya bahlul, kami yang di Indonesia muak melihat tingkah pemerintahan di TimTeng, rakyat sama sekali di belenggu dengan ayat2, makanya banyak yang ber-imigrasi ke mana2. Gak Krasan bahlul. Kalau mang lebih baik, tuh buktinya banyak orang2 Arab cari tempat lain diluar Timteng

saya bingung dengan kalian semua yang menjelek2kan rakyat sendiri, menjek2kan anak bangsa indonesia sendiri, menyedihkan ketika membaca tulisan di atas, kalo saya berpikir sederhana saja, lebih baik jawab ini di diri masing-masing?
1. Apa yang sudah kita perbuat untuk bangsa ini
2. Menurut kalian siapa anak bangsa yang baik jika yang kalian maksud di atas tidak baik ?

semoga majulah indonesiaku

Yah kyanya sih bgsnya msing2 muslim yg ahlus sunnah wal jamaah telaah n tliti calon mna yg bs ngbwa hukum Allah sperti yg Rasulullah terapkan dlu. Mngkin sih agak berat krna ini negara plural. Tp bkn ga mungkin bs. Kita muslim yg ngku ahlus sunnah wal jammaah msti jd 1 n brjuang gmna caranya trs prjuangin apa yg udah diprjuangin Baginda Rasulullah Muhammad SAW.

Ahluls sunnah wal jamaah msti jd 1. Sblm milih calon tliti n tlaah mna yg bs nerapin hukum Allah ky yg Rasulullah trapin dlu. Muslim ahlus sunnah wal jamaah msti prtahankan apa yg Baginda Rasulullah Muhammad SAW perjuangin jgn smp mlah keambil ama munafiq n kafir

Byk bgt link2 tak jelas menjelang pilpres..yg blg jokowi syiah lah..dan yg punya data bhw jokowi bukan syiah jg byk link nya.. Yg jelas panggung politik di negara ini selalu saja menjual isu agama utk melawan capres saingannya... Dari dp jatuhnya saling fitnah, lbh baik qt semua diam, dengarkan kata hati msg2 dan tdk perlu mempengaruhi siapapun tuk memilih siapa capres nanti.. Semua qt rakyat indonesia yg dewasa dan merdeka, jgn ada intimidasi atau fitnah! Stop black campaign

ini sabda rosululloh
Dari Abdurrahman bin Samurah: Sabda Rasulullah Saw kepadaku, “Hai Abdurrahman bin Samurah, kamu jangan mencalonkan diri/ minta kedudukan di pemerintahan karena jika kau diserahi jabatan tanpa memajukan permohonan sebelumnya, pasti kau akan dibantu dalam melaksanakan tugasnya. Namun jika kau raih jabatan itu atas usul pencalonan dirimu, maka tugas itu akan membebani bahumu. Dan ketika kamu angkat sumpah untuk melakukan suatu pekerjaan, kemudian dalam kenyataannya kamu mengerjakan sesuatu yang lain lebih baik, maka tebuslah sumpah tersebut lalu kerjakanlah yang lebih baik itu.” (HR. Bukhari Muslim)

“Wah sorry bro, ane gak mau mencelakakan
orang yang menjadi caleg untuk terjebak dalam
kesyirikan. Ane kasihan sama mereka. Ane gak
mau mereka jadi ‘tuhan-tuhan’ baru yang
memproduksi aturan-aturan kehidupan manusia.
Kalo ente masih bersikukuh ngajak ane, dengan
berbagai syubhat (kerancuan/konsepsi keliru)
terkait pemilu atau demokrasi; semisal pemilu
karena maslahat mursalah, prinsip akhaffu
dhararain (memilih kemudharatan teringan),
demokrasi sama dengan syura, pemilu dan
demokrasi sebagai wasilah, mencoblos agar
parlemen tidak dikuasai orang kafir, dan
syubhat-syubhat lainnya, bolehlah kita ketemuan
untuk diskusi. Atau nanti ane kirimkan buku
berjudul “Silsilah Ar-Radd ‘ala Syubuhat Du’at
At-Tahazzub wa Al-Intikhabat” (Serial Bantahan
atas Segenap Kerancuaan Para Propagandis
Pemilu), karya Syaikh Jamal Al-Bulaidi. Atau
risalah Syaikh Muhammad Ashim Al-Maqdisi
berjudul “Al-Jawab Al-Mufid bi anna Al-
Musyarakah fi Al-Barlaman wa Intikhabatihi
Munaqadhah li At-Tauhid (Jawaban Bermanfaat
bahwa Partisipasi dalam Parlemen dan Pemilu
Bertentangan dengan Tauhdi”, atau “Risalah
Haula Ad-Dimuqrathiyyah wa Al-
Intikhabat” (Risalah tentang Demokrasi dan
Pemilu) karya Abu Umar As-Saif, atau “Hukmu
Al-Musyarakah fi Al-Intikhabat” (Hukum
Berpartisipasi dalam Pemilu) karya Abu Al-
Mundzir Asy-Syinqithi, dan lain sebagainya.”

semoga Tuhan Yang Maha Esa memberi kita pemahaman tentang islam yang sejati... islam yang damai untuk semua makhluk Tuhan

Diketahui, saat berbicara di depan jurnalis yang tergabung dalam The Jakarta Foreign Correspondent Club, pada Jumat lalu, Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, menyatakan bahwa Prabowo berkomitmen pada perlindungan kaum Minoritas seperti Ahmadiyah, Syiah, dan komunitas kristiani. Hal itu akan dilakukan demi menjaga pluralitas bangsa dan prinsip negara yang dimuat di Pancasila.

"Tugas pertama negara adalah melindungi warga negara," kata Hashim. "Melindungi Ahmadiyah, itu adalah tugas mendasar dari Pemerintahan Indonesia berikutnya, sejauh mereka tak menunjukkan adanya ancaman bagi ketertiban umum. Jika mereka melaksanakan ibadahnya dengan damai, maka tak ada alasan bagi mereka untuk diganggu oleh negara atau kelompok lainnya."

“Kalian tahun bahwa saya penganut Kristiani, dan saudari perempuan kami menganut Katolik. Prabowo telah membuat sejumlah janji kepadaku dan saudari perempuanku (soal itu)," ucapnya.

Haaii salam kenal sob,..
Saya tetangga blogger sebelah,..
Blogwallking yuk sob,..
Ini blog saya, namanya HANTU SEO
ini link blog HANTU SEO
http://hantu-seo.blogspot.com/
http://hantu-seo.blogspot.com/2014/09/anizan-alternatif-google-adsense.html
Makasiih sob :)

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More