Ijazah S2 Bermasalah, Doktoral Jalaluddin Rakhmat Tersendat

imageLangkah LPPI Makassar dalam melaporkan Jalaluddin Rakhmat pada Komisi Disiplin UIN Alauddin (3/10/13) dengan tuduhan penggunaan ijazah S2 yang belum disetarakan akhirnya membuahkan hasil.
Pada situs misykat.net Jalaluddin Rakhmat “curhat” tentang masalahnya tersebut,
1.Kiyai (?) Said Shamad telah berusaha menggagalkan studi saya dengan berbagai cara: demo, melaporkan ke polisi, kasak-kusuk dsb. Semua gagal. Terakhir dia coba gagalkan seminar hasil dengan cara meminta saya tunjukkan ijazah-ijazah saya yang asli sebelum ujian hasil. I did. 
2.Kini, Our antagonist berhasil mendesak Direktur Pascasarjana untuk mengeluarkan surat yang isinya menangguhkan ujian tertutup saya sampai ijazah saya disetarakan. Bayangkan, Direktur Pascasarjana tunduk  pada tekanan seorang awam di luar universitas untuk memecat saya sebelum ujian terakhir. Peraturan yang menasakh peraturan sebelumnya dikeluarkan dengan tergesa-gesa. 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya (Lihat disini: Jalaluddin Rakhmat Memungkinkan Dipecat Sebagai Mahasiswa By Research UIN Alauddin), lewat keterangan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) Mendiknas RI tanggal 14 Juni 2012 diketahui bahwa ijazah S2 Jalaluddin Rakhmat di IOWA State University New York ternyata belum disetarakan.
Atas dasar itu, Dr. Marelan, SH. MH., ketua Tim Penyidikan laporan LPPI pada Komdis (Komisi Disiplin) UIN Alauddin bertindak tegas dengan menghentikan sementara proses doktoral tokoh Syiah ini sampai dia menyetarakan ijazah S2 nya pada DIKTI.

Selain itu, Jalaluddin Rakhmat dengan konyolnya mengatakan “Said Shamad telah berusaha menggagalkan studi saya dengan berbagai cara: demo, melaporkan ke polisi, kasak-kusuk dsb. Semua gagal.
Karena faktanya tidak seperti itu. Pertama, dikatakan bahwa Ust. Said melakukan demo. Jika professor gadungan itu merasa jujur, pertanyaannya, kapan itu terjadi, dimana tempatnya dan siapa yang didemo?, bisa dipastikan hal ini tidak bisa dia jawab. Kedua, dikatakan bahwa Ust. Said melaporkannya ke polisi dan katanya gagal. Perlu diketahui bahwa laporan LPPI di Polrestabes Makassar sudah sampai pada tahap Gelar Perkara. Pada saat penyidikan Jalaluddin Rakhmat ketakutan sampai mendatangkan 8 pengacara.
Bahkan dari laporan inilah, data-data mengenai ijazah palsunya semakin terang dan jelas. Di antara yang sudah tersebar luas di internet dan media sosial adalah pernyataan DIKTI bahwa Distance Learning Instance (DILI) IPWI, tempat dia memperoleh gelar doktor, ternyata tidak mendapatkan izin untuk menyelenggarakan pendidikan S3. (Lihat disini: http://koepas.org/index.php/datfak/794-doktor-palsu-jalaluddin-rakhmat)
Kita pun semakin heran dan bertanya-tanya, kok begitu mudahnya “Cendikiawan Muslim” ini berbohong disana-sini. Mengapa ia tidak malu dan bermuka tebal?
(Ibnu Ahmad/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More