Kisah Nyata: Wanita Syiah Makassar Ajak Mut’ah Seorang Ikhwan

http://dodif.files.wordpress.com/2011/04/gandengan-tangan.jpgSuatu siang pada bulan agustus 2010, seorang ikhwan –sebut saja namanya Haidar- masuk ke dalam warung internet (warnet) yang terletak tidak jauh dari Kampus UNISMUH (Universitas Muhammadiyah) Makassar untuk melakukan browsing, buka facebook, googling, dsb.
Setelah laman facebook miliknya terbuka, mahasiswa semester 3 Ma’had al-Birr UNISMUH Makassar itu tak menyangka mendapatkan permintaan pertemanan dari seorang akhwat yang bernama Marlina (nama samaran). Dikatakan akhwat karena tampilan foto profilnya mengenakan cadar.
Setelah permintaan pertemanannya diterima, Marlina segera ­memulai chatting dengan Haidar.
“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumussalam”
“Kuliah dimana?, antum (kamu) kuliah di Ma’had al-Birr?”
“Anti (anda) tahu dari mana?”
“Ini saya lagi lihat profil kamu.”
“Tahu profil saya dari mana?”
“Saya lihat sendiri kok”
“Kamu lihat dimana?”
“Saya di samping kamu”
“Samping mana?”
Tanpa menjawab pertanyaan terakhir dari Haidar. Akhwat itu langsung keluar dari biliknya menuju bilik Haidar yang ada di sampingnya. Percakapan di dunia nyata pun dimulai.
Haidar kaget luar biasa. Gemetar. Keringat dingin pun bercucuran.
Dan tak disangka pula, akhwat Syiah itu lansung to the point.
“Antum (anda) mau kawin mut’ah?”
“Kenapa mau kawin mut’ah? Kenapa harus ana (saya) juga?”
“Ana barusan ini mau kawin mut’ah, dan ana maunya antum yang pertama kawin mut’ah dengan ana.”
Pada Saat yang menegangkan itu, Marlina langsung membuka cadarnya di hadapan Haidar. Haidar pun kaget bukan kepalang. “Cantiknya bukan main, Masya Allah. Bibirnya seksi. Badannya molek. Dan parfumnya sangat wangi” Gumam Haidar. Marlina ternyata berpakaian biasa (bukan jilbab besar), ia memakai kemeja putih, rok berwarna hitam, namun ia menggunakan cadar.
Marlina pun melanjutkan ajakannya, “Kalau antum mau, nanti ana ajak ke murabbi ana untuk bisa dapat rekomendasi dari murabbiku.”
Haidar semakin kaget, dan akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Namun Marlina tdak berhenti sampai disitu. Ia menahan Haidar dengan memegang tangannya, “Kenapa kita’ (kamu) tidak mau kah?,” “Saya buru-buru, karena sebentar lagi jam kuliah saya siang ini.” Jawab Haidar seraya meninggalkan wanita Syiah itu.
Marlina hanya bisa diam berdiri melihat Haidar beranjak meninggalkannya. Ajakannya ditolak.
“Saya pikir ini iblis, karena nggak mungkin lah cewek secantik dia datang mengajak saya kawin mut’ah.  Saking kagetnya saya, saya pun pergi tinggalkan dia untuk meninggalkan godaan setan yang sangat megejutkan ini.” Haidar menutup kisah uniknya pada saya.

Seperti perkataan Haidar di atas, martabat dan harga diri wanita ini sudah jatuh. Dalam ajaran Islam, kedudukan wanita sangatlah mulia. Mereka dihormati dan ditempatkan pada kedudukannya yang tinggi. Salah satu contohnya adalah tata cara pernikahan Islami. Dimana wanitalah yang dilamar oleh lelaki. Bukan sebaliknya. Namun dalam ajaran Syiah, semuanya bisa terbalik. Wanita yang melamar lelaki untuk berzina. Na’udzubillah
Menurut Haidar, cara seperti ini adalah salah satu trik orang-orang Syiah dalam melancarkan propaganda ajaran sesatnya. Mengajak ikhwan yang bermanhaj salaf untuk melakukan mut’ah. Yang akhirnya jika tawaran mut’ah itu diterima, bisa menjadi bahan ejekan dan bumerang. Bisa saja mereka berkata, “Kalian haramkan mut’ah, tapi ternyata kalau diajak kawin mut’ah mau juga.”
Semoga kisah nyata ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua, jangan sampai kita termakan bujuk rayuan mereka dan masuk dalam kebinasaan. (Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

21 komentar:

Apa mungkin dibilik yang berbeda Marlina tahu akun Haidar?.Jika Haidar muslim (sejati) mengapa dia mau bercakap cakap berduaan dalam satu bilik?Mengapa Haidar juga memperhatikan tubuhnya yang molek?Andaikata wanita itu adalah Syiah,apakah ajaran Syiah sesat karena perilakunya?Bukankah muslimah diluar syiah ada yang lebih bejat,apakah ajaran non syiahnya juga sesat?

emang ada istilah murabbi di dalam syiah? ha4x...ada ada saja kalau bikin cerita.... yang masuk akal dikit dong...

Subhanallah...Maha Suci Allah dari apa yang wanita itu perbuat.
Saya ingin share berita ini, tapi apakah benar kisah ini kisah nyata ? maksud saya, penulis artikel ini apakah benar-benar mengenal & diceritakan langsung oleh haidar ?

Afwan, hanya ingin tabayyun...
Semoga kita terhindar dari propaganda syi'ah dan fitnah akhir zaman, aamiin

Silakan dishare seluas-luasnya.

Sebagaimana judul di atas, kisah ini adalah kisah nyata. Beberapa hari yang lalu saya tulis, mungkin sekitar dua atau tiga hari yang lalu. Langsung dari si pelaku. Haidar. (saya samarkan namanya) tapi lokasi dan waktu kejadiannya tidak saya samarkan. Ini asli terjadi di lokasi dan pada waktu itu. agustus 2010 di warnet yang berada di depan Universitas Muhammadiyah (unismuh) Makassar.

Haidar, si pelaku kisah di atas, saat ini bahkan berada di samping saya.

Jadi silakan dishare tanpa ragu. Syukran, Jazakumullahu Khairan.

a.n Redaksi www.lppimakassar.com

Muh. Istiqamah

Untuk ANONIM yang komentar pada 16 Januari 2014 01.43 di atas

1. Tinggi bilik yang berada di warnet tersebut hanya setinggi bahu. Sangat memungkinkan bagi wanita syiah di atas untuk mengintip akun facebook milik Haidar dari biliknya.

2.Haidar dan Marlina tidak bercakap dalam satu tempat duduk dalam bilik tersebut. Marlina hanya berdiri di samping komputer. Tepat di pintu bilik. Dan Haidar duduk.

3. Kata Haidar, "Apakah kamu laki-laki (normal)? Apakah kamu punya mata?, hanya seorang "munafik" yang tidak mengakui keindahan dan kecantikan seorang wanita. dan hanya laki-laki tidak normal yang tidak terpana dengan wanita secantik dia."

4. Ajaran Syiah dikatakan sesat dari berbagai sisi. dari segi Aqidah ini yang paling parah. termasuk perilaku menyimpang yang diajarkan oleh para ustadz-ustadz syiah kepada umatnya.

5.Yang merusak keimanan dan kemudian dikatakan sesat adalah aqidah. Bukan perbuatan maksiat. Sehingga jika ada seorang wanita sunni yang berprofesi sebagai pelacur tidak serta merta dikatakan sesat. Sesat perbuatannya. Tapi tidak sesat aqidahnya. Wanita sunni ini masih yakin bahwa perbuatan nistanya tersebut adalah dosa. sedangkan wanita Syiah, marlina, di atas meyakini bahwa perbuatan yang ia akan lakukan itu bukan dosa. bahkan berpahala.

untuk ANONIM yang berkomentar pada 16 Januari 2014 09.30 di atas

Pada awalnya saya juga ragu dengan istilah murabbi yang dipakai oleh wanita Syiah di atas. Saya tanyakan berulang-ulang kepada Haidar. Tapi begitulah memang yang dia dengar. Justru untuk tidak mengurangi keaslian cerita, saya tidak merubah sedikitpun penuturan dari sang pelaku.

Terima Kasih

semestinya Haidar juga menawari wanita syiah itu untuk ke ustad atau murabbinya agar disadarkan, supaya kembali ke ajaran Islam yg benar dan sesungguhnya, setelah sadar baru ketemu ortunya lalu dilamar, jadi pahalanya dua, menyadarkan dan menikahi....wallahu a'lam

Sepertinya Haidar itu lelaki yang sangat tampan,sangat gagah,dan sangat menarik. Terbukti dengan Marlina yang cantik dan molek begitu cenderung kepadanya. Jika Anda tidak bohong, bisakah Anda memberikan foto Haidar?.Siapa tahu saya kenal dengannya karena saya juga mahasiswa UNISMUH Makassar

Haidar itu bukan Mahasiswa UNISMUH, melainkan Mahasiswa Ma'had al-Birr di kompleks Kampus UNISMUH Makassar. Jadi mungkin Anda tidak kenal.

Untuk privasi dan keamanan kami tidak akan tampilkan foto Haidar.

SUBHANALLAH...istiqomahlah engkau wahai pemilik nama samaran "haidar", karena jannah telah menantimu. kisah diatas saya percaya,karena saya punya tetangga, bahkan sepupu 3 kalinya teman dekat ana, bahwa didesanya ia tidak ragu dan malu laagi mengatakan bahwa dirinya bekerja dimakasar sebagai tukang kawin kontrak. wal iyadlubillah....

Anonim ini, ada apa pula dg dia? Mengapa tak kau katakan sahaja "Saya ini Shi'ah dan tidak suka ajaran Shi'ah dilecehkan macam tulisan di muka tuh".
baru jantan kalau bisa berkata demikian,,,,,ahahaha
ganyang Shi'ah !!!!!

pekok opo ono murabbi ning syiah... dasar dodol... lek ngarang sing cerdas le

Kadzab, murid rusli malik INI lppi Makasar, semoga kalian di adzab, jangan percaya Osama blog ini

Rusli Malik memang salah satu Ustadz Syiah di Makassar, namun siapakah "murid" yang dimaksud oleh anonim di atas? kok bisa dikatakan sebagai LPPI Makassar??

Jika ini bohong maka silakan buktikan kebohongannya dimana.

Karena kebenaran kisah ini telah kami catat dan ceritakan di atas.

Untuk Anonim yang berkomentar pada 20 Maret 2014 pukul 05:08 di atas

Seperti diceritakan dalam kisah diatas, "Marlina" di atas baru akan mencoba malam pertama nikah mut'ah, artinya dia baru aja masuk Syiah. Bisa jadi dia masih terbiasa dengan komunitas lamanya, umapanya tarbiyah atau liqa' di PKS dimana istilahnya ustadznya disebut juga murabbi. Wallahu A'lam.

Kisah tentang wanita Syiah mengajak ikhwah dari kalangan Salafi-Wahabi sudah banyak. Ini Syiah lakukan sebagai trik dan pelaris agar orang masuk Syiah. Wallahul Musta'an

Afwan akhi, untuk komentar Dari ana yg mengatakan website antum kadzab, ternyata ana salah, ana tidak melihat benar2 websitenya, trnyata Ada jg www.lppimakassar.net yg benar2 website shiah, sekali lg afwan akhi.. -kami Melaknat rusli malik-

salut buat haidar,,, jika itu terjadi dengan ku.... wah aku g' jamin bisa nolak... dah.... semoga Allah merahmati manhaj salaf....

Terlepas dari benar atau salahnya cerita haidar....sy lebih fokus pd trik yg dipakai dalam mengelabui ummat islam. Salah satu dampak umum dari cerita ini adalah keraguan, penasaran dan termivasi sehingga maksud kita memberitakan kesalahan2 syiah malah menjadi memberi peluang org mengikuti syiah

benar,pelaris yg manjur buat korban yg kurang iman dan ilmu,haati-hati.tapi saya berkeyakinan selagi wanita yg baru menganut syiah tdk terkena penyakit dan punya kemandirian darei segi materi, mereka bisa saja tdk akan sadar akan kesalahan mereka, namun syiah akan hancur di indonesia dg otomatis jika perempuan mereka terkena penyakit kelamin, dan kerinduan mereka untuk memiliki anak dan pengakuan dari pemerintah, selamat berjuang pencari kebenaran, maju terus ulama yg hanif. jangan gentar ikhwan pengikut sunnah...(andulah di padang)

bisa saja wanita syiah itu menyebut murabbi, utk mengelabui korbannya gan. .
Supaya korban tdk curiga. .

Just My Opinion

Islamisme atau imbas dari pemahaman ilmu yang salah sehingga kita mudah di adu domba. Kepada penyaji jgn jadi paranoid terhadap islam,jaman rasulullah saw ga da sunni atau syiah yang ada cuma dinnul islam. Kalow memang kalian yang benar, bangkitkan kembali semangat ALquran menurut sunah rasul bukan sibuk mencari2 musuh semuslim untuk d dhlolimi.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More