Sistani, Ulama Marja' Terbesar Syi'ah yang Korban Mut'ah


Ini biografi sistani di wiki dalam bahasa 'Arab sebelum dihapus. Dijelaskan dengan sharih di dalamnya bahwa dia anak hasil mut'ah berkali-kali antara Ibunya yang doyan mut'ah dengan beberapa lelaki yang diantara mereka adalah Sayyid Muhammad Baqir yang akhirnya keluar dari hasil undian lulus sebagai bapaknya.

Ali Sistani adalah marja’ (rujukan) syiah terbesar hari ini setelah meninggalnya al-Khu`i tahun 1413 H. Dia adalah orang Persia Iran yang bermukim di Negeri Arab, Najaf Irak. Asli Persia, tidak bisa berbahasa Arab. Dia juga yang berfatwa dengan ratusan fatwa tentang seks yang memalukan setiap muslim, karena kotor dan jijiknya serta jauhnya dari Islam.

Karena tulisan pada screenshot di atas kecil, berikut ini terjemahan bagian inti dari screenshot di atas, kita mulai dari bagian ini :


في التاسع من شهر ربيع الاول عام 1349 هجري أي في 4 اغسطس 1930 ميلادي والده من القرعة هو العالم المقدس (السيد محمد باقر

"(Kelahiran Sistani) Pada tahun 1349 H yaitu 4 agustus 1930 M, ayah beliau adalah berasal dari UNDIAN yaitu Al-'Alim As-Sayyid Muhammad Baqir."
 

Ali Sistani.jpg والدته كانت تتمتع كثيرا تقرباً لله سبحانه وتعالى.. فكانت قد تزوجت بالعقد المنقطع الفقيه الكبير السيد محمد الحجة الكوهكمري (قده)، وبعد فترة تزوجت آية الله الميرزا محمد مهدي الاصفهاني (قده) متعة، وبعد مدة تزوجت من العالم المقدس السيد محمد باقر متعة، وبعد هذا الزواج المتكرر حملت والدة السيد السيستاني دام ظله بالسيد السيستاني، ولم تكن تعلم بمن يلحق السيد السيستاني.. فانتقلت والدته الى الحوزة العلمية الدينية في قم المقدسة فافتى لها المرجع الكبير السيد حسين الطباطبائي

"Ibu beliau BANYAK MELAKUKAN MUT'AH sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Ibu beliau telah menikah dengan aqad MUNQATHI' (MUT'AH) dengan Al-Faqih Al-Kabir As-Sayyid Muhammad Al-Hujjah Al-Kuhakamri. Dan setelah beberapa waktu, ibu beliau menikah lagi dengan Ayatullah Al-Mirza Muhammad Mahdiy Al-Ishfahaniy dengan nikah MUT'AH. Setelah beberapa waktu lagi, ibu beliau menikah lagi dengan Al-'Alim As-Sayyid Muhammad Baqir dengan nikah MUT'AH. Dan setelah pernikahan (mut'ah) yang berkali-kali ini, ibu beliau mengandung As-Sayyid As-Sistani. Namun ibu beliau tidak tahu siapa yang akan menjadi (ayah) bagi As-Sayyid As-Sistani. Maka ibu beliau pergi ke Al-Hauzah Al-Ilmiyyah Ad-Diniyyah di Qum. Lalu Al-Marja' Al-Kabir As-Sayyid Husain Ath-Thabathaba'i memberikan fatwa untuknya."
 

فبالقرعة اختاروا العالم المقدس السيد محمد باقر قدس سره والد السيد السيستاني دام ظله

"Maka dengan UNDIAN akhirnya Al-'Alim As-Sayyid Muhammad Baqir terpilih menjadi ayah dari As-Sayyid As-Sistani."

Oleh: al-Ustadz Jaser Leonheart pada FP Syi'ah Bukan Islam

5 komentar:

Assalamu'alaikum Ustadz. Ada yang menanggapi tulisan di atas di website LPPI gadungan disini :

http://www.lppimakassar.net/7/post/2013/11/lppi-asuhan-said-samad-menghinakan-ulama.html

Website tersebut sungguh ngawur dalam memahami siyaqul kalam dan arti dari Qur'ah. Telah maklum bahwasanya Qur'ah dalam bahasa 'Arab adalah undian. Website tersebut tidak mengerti siyaqul kalam. Sungguh jelas bahwa arti Qur'ah yang dibicarakan adalah undian, jika diartikan sesuai dengan terjemahan ngawurnya yang ia gunakan utk membela Sistani, maka akan rancu. Karena pada bagian akhir dari biodata Sistani yang dikutip di atas, tertulis :

فبالقرعة اختاروا العالم المقدس السيد محمد باقر قدس سره والد السيد السيستاني دام ظله

"Maka dengan Qur'ah terpilihlah Al-'Alim Sayyid Muhammad Baqir sebagai ayah dari As-Sayyid As-Sistaniy."

Jika Qur'ah disini diartikan dengan; "yang terpilih pada zamannya." tentu akan sangat rancu.

Apa lagi telah jelas bahwa sebelumnya ibu dari Sistani meminta fatwa kepada Husain Ath-Thabathaba'iy dikarenakan ia sering bermut'ah dengan banyak lelaki. Maka siyaq disini sangat jelas bahwa Qur'ah yang dimaksud adalah Undian. Hal ini tidaklah asing bagi mereka yang mengerti bahasa 'Arab. Dan herannya, bagian akhir dari biografi Sistani di atas yang telah ternukil tidak berani ditanggapi oleh website LPPI gadungan tersebut.

Lalu, dia meragukan sumber dari wikipedia yang telah dihapus. Namun didapati telah ada yang menscreenshot bahwa hal yang sama pernah dimuat pada website Sistani namun telah dihapus juga. Pemilik sumber screenshot telah menguploadnya di youtube:

http://www.youtube.com/watch?v=7mu8taD51GE

Silahkan para pembaca untuk melihat dimulai pada detik ke 54. Pernyataan sebagaimana tulisan di atas sangat jelas termuat dalam website Sistani pada bagian biografinya.

- Abu 'Ali -

Kami orang sunni telah memahami kawin mut'ah syiah yang antara lain berlaku juga masa iddah setelah batas waktu selesai.Sekiranya cerita tentang Sistani tersebut benar,maka mustahil ayahnya hasil undian karena sudah jelas siapa ayahnya karena adanya masa iddah tersebut.Kesimpulannya,cerita tersebut adalah kebohongan untuk menyudutkan syiah

yang .net itu yang bikinan syiah

Kalo anonim yang ngaku sunni di atas, jelas syiah yang bertaqiyah. Ngaku sunni kok tahu benar tentang kawin mutah yang ada masa idahnya?
Orang sunni itu bagaimana to, wong kawin itu enak dan dapat surga kok dilarang hehehe.
Itulah hati, kalo sudah dibutakan oleh nafsu.

Syi'ah adalah agama hasil kolaborasi yahudi dan iblis laknatullah untuk menggelincirkan manusia kedalam jahanam..

Sebagai umat islam marilah kita jaga diri kita dan keluarga kita dari tipu daya dan taqiyyah org2 syiah dan jerat setan.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More