Nama MUI Pusat Dicatut Dalam Penerbitan Buku Tentang Kesesatan Syiah?

Buku Panduan MUI, "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia" oleh Tim Penulis MUI Pusat, adalah buku resmi dari MUI Pusat yang mengutip Fatwa-fatwa/ Rekomendasi MUI Pusat dan Daerah tentang ajaran Syiah (silakan dibaca dulu), dan fatwa-fatwa serta pandangan ulama, terutama KH. M. Hasyim Asy'ari (Pendiri NU), M. Natsir, tentang Syiah.

Tidak mungkin para petinggi MUI seperti KH. Sahal Mahfudz, Prof. Din Syamsuddin, dan Prof. Umar Shihab akan menganulir fatwa-fatwa dan pandangan MUI dan para ulama tersebut.

Perbuatan mencatut nama MUI, itu bukan kebiasaan kaum Sunni, tapi kebiasaan orang Syiah sesuai dengan perkataan Imam Syafi'i,

 لم أر أحدا من أصحاب الأهواء أكذب بالدعوى وأشهد بالزور من الرافضة

Saya belum pernah melihat seorangpun dari pengikut hawa nafsu (Islam sempalan) yang paling suka berdusta dan paling suka bersaksi palsu, lebih dari orang Rafidhah (Syiah).

Kami lampirkan tulisan Dr. (HC) KH. Ma'ruf Amin, Ketua MUI Pusat, yang menegaskan bahwa, "Fatwa MUI Jatim tentang Syiah sudah pada tempatnya dan sesuai aturan" (Republika, 8/11/12)

Fatwa MUI Jatim sendiri berbunyi, "Ajaran Syiah (khususnya Imamiyah, Itsna Asyariyah dan/ atau yang menggunakan nama samaran Mazhab Ahlul Bait dan semisalnya) serta ajaran-ajaran yang mempunyai kesamaan dengan faham Syiah Imamiyah, Itsna Asyariyah adalah sesat dan menyesatkan." (Fatwa MUI Jatim tentang Kesesatan Ajaran Syiah, hal 43-44, Penerbit Pustaka al-Umm)

Mungkin ABNA belum tahu dan belum membaca fatwa MUI ini, "Setiap usaha pendangkalan aama dan penyalahgunaan dalil-dalil adalah merusak kemurnian dan kemantapan hidup beragama. Oleh karena itu, MUI bertekad menanganinya secara serius dan terus menerus." (Himpunan Fatwa MUI, hal 42)

Apakah MUI dan pengurus MUI akan membiarkan umat Islam Indonesia, terutama para remaja, mahasiswa dirusak dengan ajaran nikah mut'ah, melaknat sahabat dan istri Nabi Saw, tidak shalat jumat, meragukan Al-Qur'an, dan lain-lainnya?


Kata Sambutan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia terhadap buku "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia" di antaranya berbunyi,

"Alhamdulillah kami ucapkan, atas berkat rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala serta kerja keras Tim Penyusun, akhirnya Majelis Ulama Indonesia dapat menerbitkan Buku Panduan MUI tentang Faham Syi'ah yang berjudul, 'Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia'. Setelah bekerja menyiapkan bahan-bahan, menyusun dan merumuskan naskah buku ini selama kurang lebih 6 bulan dalam beberapa kali pertemuan konsinyering yang intensif. Tim Penyusun bekerja sesuai amanat penugasan oleh Dewan Pimpinan MUI yang terdiri dari gabungan Komisi Fatwa dan Komisi Pengkajian MUI Pusat.

Buku panduan ini hadir sebagai jawaban dari permintaan lapisan umat Islam di Indonesia yang memohon kejelasan sikap Majelis Ulama Indonesia tentang faham Syiah yang belakangan mencuat lagi ke permukaan dalam skala nasional. Majelis Ulama Indonesia sebenarnya sudah sejak lama memiliki panduan bagi umat Islam dalam menyikapi faham Syiah di Indonesia baik melalui Rekomendasi Fatwa tentang Faham Syiah pada tahun 1984, hasil Ijtima' Ulama Indonesai tahun 2006 yang berisikan taswiyatul manhaj berdasarkan manhaj Ahlus Sunnah wal Jama'ah, dan 10 kriteria pedoman penetapan aliran sesat yang disahkan dalam forum Rakernas MUI tahun 2007.

Namun kiranya beberapa panduan dasar keagamaan yang dihasilkan oleh MUI itu belum tersosialisasikan secara baik, sistemis dan ilmiah untuk merespon tuntutan masyarakat Islam terkait munculnya suatu paham yang dinilai menyimpang dari ajaran Islam yang diyakini dan diamalkan oleh umat Islam Indonesia. Oleh sebab itu, buku ini disusun untuk menjadi panduan bagi umat dalam memilah dan memilih faham keagamaan yang benar dan yang menyimpang."

(Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, Ketua, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, M.A., 10 September 2013, hal. 9-11)

Kata Sambutan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia terhadap buku "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia" itu membantah klaim ABNA yang menyimpulkan secara sembrono seperti ini,  

"Buku itu sebenarnya bukan hasil kajian tim yang dibentuk secara resmi oleh MUI Pusat. Sebagian besar isi buku tersebut adalah kumpulan 'catatan' sekelompok orang yang menamakan dirinya MIUMI, yang sebagian di antara pengurusnya juga menjadi pengurus MUI Pusat.

Karena menganggap respon MUI Pusat 'sangat lambat' dalam menanggapi keinginan sekelompok orang agar MUI Pusat mengeluarkan fatwa sesatnya Syi'ah, maka sekelompok orang di MUI Pusat menjadikan 'catatan-catatan' dari MIUMI dengan tambahan sana-sini (agar tidak terlihat persis sama) menjadi sebuah buku dengan judul “Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syi’ah di Indonesia" dan dilabeli logo dan nama MUI Pusat."

Selain itu, menurut ABNA, kesimpulan sembrono yang dibuatnya, adalah hasil klarifikasi langsung ke beberapa orang pengurus MUI Pusat, namun lucunya mereka tidak mau menyebut nama-nama orang yang diklarifikasi. Tentu kita meragukan informasi itu jika sumbernya tidak jelas. Padahal barusan kami menelepon Prof. Muhammad Baharun, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat untuk menanyakan masalah ini, beliau menjawab, "Kalau mau dijawab bilang saja, anjing menggong kafilah berlalu." 

Dan parahnya, ABNA menyebut Sekjend MUI Pusat, Dr. Ichwan Sam, terkejut dan bahkan marah atas lolosnya buku ini terbit ke permukaan. Padahal kita tahu sendiri, Dr. Ichwan Sam justru termasuk Tim Penulis MUI Pusat yang menyusun buku "Mengenal dan Mewaspadai Penyimpangan Syiah di Indonesia" itu. (Ust. Said/Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

8 komentar:

Dimana saya bisa mendapatkan buku tersebut secara gratis sebagaimana di Malaysia

untuk saat ini buku tersebut belum gratis, masih diperjual-belikan. Terima Kasih

Bedanya apa seh LPPI ini dengan Ini :http://www.lppimakassar.net/9/post/2013/10/october-30th-2013.html

Bedanya LPPI Makassar yang ini dengan web yang anda sebutkan, silakan temukan perbedaannya disini:

www.lppimakassar.com/2013/11/lppi-makassar-gadungan.html

Download Gratis disini

http://www.scribd.com/doc/183188603/BUKU-PANDUAN-MUI-MENGENAL-MEWASPADAI-PENYIMPANGAN-SYI-AH-DI-INDONESIA#download

Gratis :
https://db.tt/jl5Bs1W9

Gratis download :

https://db.tt/jl5Bs1W9

taqiyyah lagi taqiyyah lagi, capek dehhh

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More