LPPI Laporkan Pentolan Syiah Jalaluddin Rakhmat ke Polisi atas Dugaan Pembohongan Publik


Terkait dengan pemberitaan an-najah.net (23/09/13) dan dikutip ulang oleh salam-online.com (25/09/13) tentang Jalaluddin Rakhmat yang kami perkarakan kepada Polrestabes Makassar atas tuduhan penggunaan gelar palsu dengan nomor surat tanda penerimaan lapor, STPL/2189/IX/2012/POLDA/RESTABES MKSR, maka berikut ini data-data mengenai itu secara lebih lengkap.
Berikut ini beberapa data yang kontradiktif tentang gelar akademik Jalaludin Rakhmat, ketua Dewan Syuro IJABI (Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia):
1.        Terbukti sejak tahun 1997 gelar Doktor telah disematkan pada nama Jalaluddin Rakhmat seperti:
a. Pengakuan Kang Jalal: doktor ilmu Politik lulusan Australian National University, Dr. Jalaluddin Rakhmat
b. Seminar Pemikiran Keagamaan dan Politik Dr. Jalaluddin Rakhmat.


2.        Pengakuan JR lewat wawancara pribadi, 4 April 2002 pada buku “Dakwah Sufistik Kang Jalal” hal.31-32 bahwa JR telah lulus S2 di IOWA State University New York tahun 1982 dan telah lulus doktor di Australian National University Australia, juga JR telah dikukuhkan sebagai guru besar ilmu komunikasi di UNPAD pada Oktober 2001. (Scannya bisa anda lihat pada link ini: http://www.lppimakassar.com/2012/11/orang-syiah-indonesia-mengambil-agama.html)
3.        Makalah “Adalah al-Shahabat”, dalam Diskusi Sunnah & Syiah, UIN Makassar, 6 Februari 2009, tertulis nama dan gelar “Dr. Jalaluddin Rakhmat.”

4.        Profil UIN Alauddin bagian PPs tahun 2009, termuat foto dan nama JR, kuliah Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat M.Sc.

5.        Biodata Jalaluddin Rakhmat yang dikeluarkan oleh Universitas Paramadina Jakarta menyebut JR telah memperoleh master dari IOWA State University (1981) dan doktor dari Australian National University (1997) tanpa menyebut gelar “Prof” yang diakuinya pada ket. No 2

6.        Dalam spanduk dialog Sunni-Syiah 24 Februari 2011 di UIN Alauddin tertulis “Kajian Terbatas Membedah Pemikiran Prof. Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat.” Dalam sambutannya Prof. Ahmad Sewang menyebut, “Terutama para narasumber, yaitu Bapak Prof.Dr. KH. Jalaluddin Rakhmat, M.Si…., kalau JR bisa saya katakan mewakili Syiah…..tetapi bertemu di sini dan semuanya adalah warga UIN Alauddin, atau warga PPs. Beliau ini disamping dosen di sini, juga adalah mahasiswa by riset.” (rekaman dialog Sunni Syiah, http://www.lppimakassar.com/2012/02/dialog-sunnah-syiah-lppi-vs-ijabi.html). Di harian Fajar, 26 Februari 2011 tertulis tentang JR “Menurut Guru Besar UIN Alauddin ini…”

7.        Dalam buku “Jalan Rahmat Mengetuk Pintu Tuhan”, cet.2, juli 2011, tertulis nama dan gelar “Dr. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc.

8.        Surat Rektor UNPAD pada 23 April 2012 bahwa JR belum memiliki gelar guru besar di UNPAD dan bahwa JR belum menyerahkan ijazah doktornya. (Scannya bisa anda lihat pada link ini: http://www.lppimakassar.com/2012/11/orang-syiah-indonesia-mengambil-agama.html)
9.        JR menjawab melalui Syamsuddin Baharuddin, Ketua Umum IJABI Sulsel dalam surat kabar harian Fajar, 21 Mei 2012, bahwa:
a.    Rektor Unpad hanya menyebutkan bahwa Bapak JR belum memiliki gelar guru besar di Unpad, bukan berarti beliau belum bergelar professor (dari PT lain), karena seseorang yang menjadi dosen di sebuah PT tertentu bisa diangkat menjadi guru besar di PT lain. (Padahal JR sendiri sudah mengaku sebagai Professor di Unpad pada ket. No 2 di atas)
b.    Untuk gelar doktor (Dr) secara administratif pihak Unpad belum menerima ijazahnya, bukan berarti beliau belum doktor, karena memang beliau belum menyerahkan ijazahnya.

10.    Dalam surat Dikti Kemendikbud, 14 Juni 2012, disebutkan:
      “Perihal permohonan klarifikasi Ijazah Sdr. H. Jalaluddin Rakhmat, lulusan Iowa State University (master) dan Australian National University (doktor), bersama ini kami informasikan bahwa yang bersangkutan belum pernah melakukan penyetaraan ijazah baik master maupun Doktornya. Dengan demikian Dikti tidak memiliki data tentang yang bersangkutan. (Scannya bisa anda lihat pada link ini: http://www.lppimakassar.com/2012/11/orang-syiah-indonesia-mengambil-agama.html)
11.    Keterangan Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Azyumardi Azra bahwa Kang Jalal telah diperintahkan mengajar oleh rektor sebelumnya. Sesuai dengan criteria yang berlaku, beliau kemudian meminta ijazah dan transkrip dari para pengajar. Namun Jalaluddin Rakhmat tidak dapat memberikan berkasnya, “Jalaluddin Rakhmat tidak bisa mengirimkan berkas doktornya maupun profesornya yang sering dia pakai selama ini,” katanya.
      Ternyata setelah diselidiki lewat teman Kang Jalal yang juga pernah kuliah di Australia bersamanya, kata temannya itu ia tidak pernah tamat di Australia. Dia tidak sampai menghasilkan disertasi…..mungkin merasa tidak enak apalagi sudah tidak mengajar di Pasca UIN Jakarta karena tidak memili kualifikasi S3. (UIN Online, 13 Desember 2012, http://uin-alauddin.ac.id/uin-2655-kang-jalal-belum-memiliki-kualifikasi-s3-.html)
12.    Dalam undangan dan piagam penghargaan peserta Seminar Nasional oleh Jurusan Dakwah dan Komunikasi STAIN Kendari, pada 4 September 2013, dengan tema, “Revitalisasi Sistem Pengobatan dengan Pendekatan Psikoterapi Islam,” tertulis nama dan gelarnya, Prof. Dr. H. Jalaluddin Rakhmat, M.Sc.

13.    Dalam daftar Caleg, nama JR tercantum tanpa gelar Prof. Dr. dan M.Sc.

14.    Pejabat tinggi UIN Alauddin Makassar telah menyampaikan kepada penyidik Polrestabes Makassar melalui email pada tanggal 26 Februari 2013 bahwa sebutan Prof. Dr. dalam nama JR berdasarkan data yang diperoleh dari internet. (Sangat tidak profesional)
15.    Berdasarkan temuan penyidik Polrestabes Makassar, PPs UIN Alauddin telah membayarkan honor JR dengan gelar Prof. Dr. M.Sc. sesuai SK Rektor tertanggal 14 Pebruari 2008 dan telah ditandatangani oleh JR. (JR setuju namanya disebut dengan Prof.)

Kesimpulan
1.        Upaya pencitraan Jalaluddin Rakhmat dengan gelar Dr, telah dimulai sejak 5 Oktober 1997 selwat surat kabar (ket. No 1) pengakuan dalam buku (ket. No 2), makalah (ket. No 3), lewat nama pengarang buku (ket. No 7), profil UIN Alauddin (ket. No 4), biodata akademik (ket. No 5), lewat spanduk (ket. No 6) dan klarifikasi (ket. No 9)
2.        Upaya pencitraan Jalaluddin Rakhmat sebagai Guru Besar/ Prof sejak 4 April 2002 lewat wawancara pribadi dalam buku (ket. No 2), profil UIN Alauddin (ket. No 4), bukti penerimaan honor (ket. No 15), lewat internet (ket. No 14), lewat spanduk (ket. No 6) lewat klarifikasi dalam surat kabar (ket. No 9) undangan dan piagam penghargaan Seminar Nasional (ket. No 12)
3.        Keterangan yang membantah kebenaran dan keabsahan gelar Prof. Dr. bagi Jalaludin Rakhmat.
a.    Surat Rektor UNPAD, tgl 23 April 2012 (ket. No 8)
b.    Surat DIKTI Kemendikbud RI, tgl 14 Juni 2012  (ket. No 10)
c.     Keterangan Prof. Dr. Azyumardi Azra yang termuat pada laman situs UIN Online, 13 Desember 2012 (ket. No 11)
d.    Daftar Caleg DPR-RI periode 2014-2019 yang tidak menyebut gelar Prof. Dr, M.Sc pada nama Jalaluddin Rakhmat

Sekedar untuk diketahui bahwa;
1.        sikap seperti di atas ini dalam ajaran Syiah disebut Taqiyah yang diyakini oleh mereka sebagai bahagian ajaran agama yang harus diamalkan, Diriwayatkan oleh al-Kulaini secara dusta dari Abu Ja’far,
روى الكليني كذبا عن أبي جعفر أنه قال: التقية ديني ودين أبائي ولا إيمان لمن لاتقية له، الكافي في الأصول ص 482
“Taqiyah/ berbohong itu adalah agamaku dan agama nenek moyangku. Tidak ada iman bagi yang tidak bertaqiyah” (al-Kafi dalam al-Ushul, hal 482)
2.        Imam Syafi’i rahimahullah (Wafat 204 H) lebih dari 10 abad yang lalu telah memperingatkan,
لم أر أحدل من أصحاب الأهواء، أكذب في الدعوى، ولا أشهد بالزور من الرافضة
 “Aku belum pernah melihat dari kalangan pengikut hawa nafsu (dalam beragama), yang paling suka membuat pengakuan dusta dam persaksian palsu lebih daripada Rafidhah (Syiah)”
Silakan pembaca menilai sendiri data-data di atas.
(Ust. Said/lppimakassar.com)

7 komentar:

Di Negara Barat ada seorang anak anak juga bisa mengobati pasen, layaknya dokter tapi bukan dokter. Bahkan bisa melakukan pembedahan. Kemudian ada yang lulus dengan cepat kuliahnya padahal usianya muda padahal tidak semestinya mengikuti kuliah kalau enggak salah 11 tahun. Jadi kalau mau tahu, diluar negeri itu tidak penting doktor atau professor apapun, kalau dia berkompeten mengapa tidak. Sama halnya saya juga lulusan D3, tapi ijazah saya tidak dipakai untuk kerja di luar negeri. Karena saya mempunyai keahlian maka saya digaji diluar negeri dengan fantastis yakni 230 juta perbulan belum dipotong pajak. Jadi sudahlah gak penting itu doktor atau professor itu. Ngapain dipersoalkan. Menurut saya pemikiran kang jalal itu lebih dari seorang doktor yang ada di Indonesia ....Enggak ada kerjaan aja kalian ganggu orang.
Lagian dia khan enggak diminta dipanggil doktor atau professor, itu karena masyarakat saja yang memanggilnya demikian. Dia juga enggak ngeuhh .. kalau itu jadi dipersoalkan ..
Sudah bukan jamannya status, pangkat, jabatan ..dll
Kamu enggak lihat bill gates .. kuliah aja acak acakan .. tapi khan dia lebih dari seorang yang kuliahan ....

dia merasa besar dengan gelarnya tersebut, lalu dia publikasikan dimana-mana.

Kami hanya ingin buktikan bahwa Syiah memang pembohong. Nah, Jalaluddin Rakhmat ini gembongnya Syiah di Indonesia

si heri heryadi itu orang syiah,, jelas aja dia bela majikannya.. hadeh..!!

Asatagfirlahh.. Allahuma shali 'ala muhammad wa 'ali muhammad!! allahumma ini as'aluka byihaqqi waliyyika "Imam jafar as" Oh imam ..semoga orang orang yg menghina hina apapun dan memfitnah orang lain , Mencaci maki, dan menjelek jelekkan nama orang lain.aku mohon semoga orang itu mendapat balasan dari ALLAH , Sadarkan lah mereka ya allah , memang manusia tempatnya salah dan pelupa, Amiinnn

Iya.. tetapi tidak dg membohongi kan?
Masalahnya krn pembohongan ini. Seharusnya klo dia berhati jernih , tidak MENYEMBUNYIKAN kebenaran pribadinya.
Ada apa ? Ini yg dimaksud dg taqiyah.

@Anomin
berdoa kepada Allah dengan wasilah Imam ???
seperti itu kah aqidah kalian ???
Apakah Allah menyuruh kita berdoa dengan wasilah Imam ???
ataukah Allah menyuruh kita berdoa dengan Asmaul Husnah ???

Ass Wr Wb.
Kanapa harus berselisih wahai saudaraku muslimim dan muslimat,bersatulah kita kembalikan ke Al;'Quran dan hadist,hanya satu Allah maha tunggal dan Nabi Muhammad utusanNya.
Jangan mencoba merubah setitikpun keaslian Al'Quran, karena dijamin keasliannya sampai akhir jaman olehNya.
Lihat ke kanan dan ke kiri ,pasti ada yang menertawakan kita bahkan mungkin bertepuk tangan kalau kita berselisih seperti ini.
Lihat kedepan anak dan cucu kita nanti ,kalau dia melihat dan mendengar kita berselisih
seperti ini dan mungkin sampai mengeluarkan darah seperti negara - negara karena masalah seperti ini ,
Mari kita kembalikan ke AL'Quran dan Hadist Rosullulloh Nabi Kita Muhammad SAW,yang menjamin menuntun kita ke jalan yang diridloi olehNya sampai akhir kelak.
Dan perlu diingat saudaraku jika ada yang mempermainkan atau menyalahkan isi arti Al'Quran ,InsyaAllah adzabNya akan menimpanya ( orangnya akan linglung seperti orang gila ,sholat wajib ditinggalkan karena kesibukannya ( orang penting ) kalaupun sholat jadi asal - asalan dikarenakan waktunya terbatas , tapi waras dipandang umum.
Marilah kita merenung dan kembali ke Al'quran dan Hadist.
Terima kasih.
Wass Wr Wb.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More