Waralaba Solaria Wajibkan Pakai Angciu dan Minyak Babi


Dosen akuntansi Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Tjiptohadi Sawarjuwono, Ph.D. menyebutkan bahwa pewaralaba rumah makan Solaria diwajibkan menggunakan angciu (arak merah) dan minyak babi dalam beberapa jenis masakannya, seperti diberitakan Ar Rahmah Media, 26 Agustus 2013.
“Ada kerabat yang mau beli franchise Solaria. Tapi ketika mau bikin kontrak perjanjian, ternyata pihak pemilik franchise mewajibkan penggunaan angciu dan minyak babi dalam beberapa masakan,” kisah Prof. Tjiptohadi.
Hal itu dikomentari oleh teman Prof. Tjiptohadi, “Lho itu kan haram?”
Tapi jawaban pemilik franchise arogan dan mencengangkan,  mereka mewajibkan menu di Solaria menggunakan minyak babi dan angcu.
”Di sini (Solaria-red) wajib pakai itu. Lagian, kita gak pakai label ‘HALAL’ kok. Kalau gak mau ya sudah,” ujar pihak Solaria.
MUI: Solaria Belum Bersertifikat Halal
Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) menyatakan, restoran Solaria belum mengantongi sertifikat halal.
Hal ini terkait dengan banyaknya pertanyaan dari masyarakat mengenai kehalalan restoran Solaria, seperti disampaikan dalam situs resmi HalalMUI, Kamis (1/8/2013).
“Maka, bersama ini disampaikan bahwa MUI melalui Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia belum pernah melakukan pemeriksaan atas produk makanan/minuman dan atau mengeluarkan sertifikat halal untuk restoran Solaria di mana pun,” tulis MUI.
Dengan itu, MUI tidak menjamin kehalalan makanan dan minuman yang disajikan oleh restoran Solaria. Pengumuman ini, sebut LPPOM MUI, untuk menjawab kebingungan masyarakat serta demi melindungi umat Islam dari makanan yang tidak terjamin kehalalannya.

Solaria Menjamin Kehalalan Makanannya
Sementara itu, Operational Manager Solaria Dedy Nugrahadi mengakui, pihaknya memang belum memiliki sertifikat halal dari MUI.
Namun, ia menjamin semua proses produksi makanan dan minuman di Solaria halal. Sebab, ada mekanisme sendiri bagi perusahaan untuk memproses makanan dan minuman tersebut.
“Tetapi, memang kami belum ada sertifikat halal dari MUI. Kami akan segera mengurusnya,” kata Dedy 1 Agustus lalu.
Namun Dedy enggan menjelaskan secara pasti kapan pihaknya akan mengurus sertikat halal.
Manajemen Solaria membantah, produk makanan di restoran milik mereka mengandung zat-zat yang haram dikonsumsi umat muslim, seperti ciu ataupun minyak babi.
Sumber: news.fimadani.com

2 komentar:

Terlalu solaria ini jika berita dan info dari dosen its itu benar maka solaria telah lakukan pembohongan terhadap konsumen karna telah memasukkan unsur yg diharomkan dalam agama islam yaitu angciu n minyak babi. Berkaitan ini masalah serius segra pemerintah proses hukum thadap solaria dan tutup selamanya selsai

Jika benar berita dan info dari dosen
Its tsb maka pemerintah sgra lakukan penindakan dan jika terbukti tutup selamanya ok


Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More