56 Ulama Saudi: Penggulingan Di Mesir Haram dan Berdosa!

56 ulama dan da'i Saudi mengeluarkan pernyataan menolak penggulingan presiden resmi Mesir, Muh. Mursi yang dilakukan oleh Militer yang dipimpin oleh Abdul Fatah Al-Sisi.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh al-Jazeera, bahwa kudeta tersebut haram dan berdosa.

Para ulama tersebut berdiri menolak kudeta yang membawa petaka pada rakyat Mesir, "Kudeta ini haram dan dosa, kami menolaknya karena hal ini merupakan penentangan nyata kepada pemerintah syar'i yang terpilih, melanggar keinginan rakyat, dan kami tegaskan bahwa pemerintahan baru itu tidak sah!"

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa, "Penggulingan itu bukanlah untuk meluruskan pemerintahan Mursi, melainkan pembatasan ruang gerak nafas Islam secara nasional, dan menabrak kemerdekaan sejati." hal ini dikarenakan para komandan militer dan tokoh-tokoh dan pergerakan politik seperti Jabhah al-Inqadz dan Harakah Tamarrud merupakan kaki tangan barat dan musuh Islam.

Para ulama dan du'at tersebut menambahkan bahwa penolakan atas penggulingan ini bukan karena ingin mendukung Ikhwanul Muslimin, tapi kami membela kebenaran, berdiri bersama rakyat Mesir yang dizalimi yang menuntut kembalinya presiden Mesir yang terpilih, Dr. Muhammad Mursi.


Mereka juga memberikan nasehat, "Kepada dunia dan seluruh media informasi, kami nasehatkan agar bertakwa kepada Allah, dan agar mereka berada di pihak al-haq"

56 ulama dan da'i Saudi tersebut, di antaranya Syeikh Muhammad bin Sulaiman Al-Barrak, Syeikh Abdul Aziz bin Abdul Muhsin At-Turki, Syeikh Hasan bin Shalih Al-Humaid dan Syeikh  Abdul Aziz Muhammad Al-Fauzan dan lain-lain. (Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

1 komentar:

Saya sedikit gak paham ama sikap para ulama tercinta ini,afwan bukannya pemimpin hasil kudeta itu wajib ditaati ya kecuali masalah yang kini terjadi adalah karena sunni-syiah ya di mesir???

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More