Syaikh Dr. Rabi' al-Junaidi: Konflik Suriah Konflik Sunnah-Syiah

Pada Tablig Akbar "Jadikan Ramadhan Anda Berkualitas" yang diselenggarakan di gedung LAN Antang Makassar, 7 Juli 2013, ustadz Ahmad Hanafi, MA dan Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin, MA hadir sebagai pemateri. Pihak Wahdah Islamiyah sebagai penyelenggara juga turut menghadirkan dua orang syaikh dari Syria. Mereka adalah DR. Usamah al-Malluhi  dan DR. Rabi’ al-Junaidi.
Setelah Ustadz Ahmad Hanafi, MA selesai memberikan materi seputar Ramadhan, hadirlah dua syaikh dari Syiria. DR. Usamah mulai berbicara dengan suara yang lantang, yang diterjemahkan oleh Ustadz Harman Tajang, Lc, membakar emosi dan semangat para peserta Tablig Akbar. Syaikh mewakili umat Islam di Syiria menyerukan kepada seluruh umat Islam agar ikut berjihad terutama melawan Syiah di Syria. “Kaum syiah telah menyebarkan pemahaman mereka dengan kekuatan senjata ke berbagai negeri, ke Irak, Afganistan, Lebanon, Yaman, merambah ke Saudi, lalu di Syria.” Kata Syaikh. “Seratus ribu umat Islam Syria telah syahid –insyaallah- di jalan Allah. Dan kini, umat Islam telah mempersiapkan 200 ribu pasukan mujahidin untuk menegakkan tauhid dan memerangi kesyirikan yang dibawa oleh orang-orang Syiah.” Lanjut beliau.
Orang-orang Syiah menginfakkan hartanya untuk memerangi umat Islam (Ahlussunnah) dan menyebarkan kebatilan mereka. Umat Islam dibunuh secara berjamaah. Kota Hims yang bersejarah menjadi korban kebengisan orang-orang Syiah lebih dari satu tahun ini. Terakhir Syaikh mengutip surat at-Taubah ayat 38:
“Wahai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.”
Selanjutnya, pembicara kedua adalah Syaikh DR. Rabi’ al-Junaidi. Beliau memiliki nasab yang sampai kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau membahas tentang tiga syubhat yang perlu untuk beliau sampaikan. Pertama, berkaitan dengan Syaikh al-Buthi, yang banyak umat Islam mengatakan bahwa beliau adalah ulama ahlussunnah dan mewakili ikatan ulama ahlussunnah. Padahal syaikh al-Buthi dalam khutbahnya banyak memuji Bashar Assad –laknatullah alaihi- dan secara terang-terangan menyatakan dukungannya kepada Syiah. Kedua, konflik yang terjadi di Syria bukanlah konflik sosial atau politik, melainkan konflik antar mazhab, Sunni dan Syiah. Ketiga, banyak yang mengatakan bahwa Amerika turut membantu umat Islam di Syiria. Ini adalah dusta. “Kalau saja Amerika mendukung (membantu) kami, kami tidak akan mendatangi kalian (meminta bantuan)” kata Syaikh. Bahkan Amerikalah yang berada dibalik kehancuran negara-negara Islam di Timur Tengah seperti Mesir dan Irak.
Terakhir, Ustadz Muhammad Zaitun Rasmin menghimbau kepada umat Islam agar bulan Ramadhan ini diisi dengan ibadah, membaca al-Qur’an, berpuasa, melaksanakan shalat tarawih dan lain-lain. Namun, tidak lupa pula membantu para mujahid fi Sabilillah demi izzul Islam dan kaum muslimin, salah satunya dengan cara menginfakkan harta di jalan Allah. Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini berharap semoga dengan ibadah yang dikerjakan dengan khusyu’ lahirlah mujahid-mujahid fi sabilillah. “Kita harus seperti para sahabat,“kata beliau, “Dalam ibadah mahdhah merekalah yang terbaik, tapi dalam urusan jihad mereka juga tidak ketinggalan.” Mereka seperti rahib, banyak menangis di malam hari, tapi ibarat singa di siang hari.

Sebagai penutup, pada akhir acara ini diadakan pengumpulan dana bantuan untuk umat Islam di Syiria. (Mahardy/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More