Facebooker: Al-Qur’an Syiah sama dengan Al-Qur’an Sunni

Seorang facebooker memberi komentar di salah satu grup di facebook. Ia menulis, “al-Qur’an Syiah dan Sunni itu sama. Buktinya ada MTQ Internasional di Iran yang diikuti Qori’ dari seluruh dunia pemenangnya dari Indonesia. Kalau beda, ya para Qori tentu protes. Mushaf Fatimah yang disebut sebagai alqur’an itu cuma tulisan siti Fatimah yang secara fisik/bukunya sudah tidak ada.”
***
Memang benar Iran menyelenggarakan MTQ Internasional pada tanggal 31 Mei 2013, dan dimenangkan oleh peserta dari Indonesia. Karena ini, facebooker itu dengan yakin mengatakan bahwa al-Qur’an di kalangan umat Islam (Sunni) tidaklah berbeda dengan al-Qur’an yang ada di tangan orang-orang Syiah.
Sebagai umat Islam tentu saya berusaha ber-husnuzhan terhadap pihak penyelenggara yang telah menyelenggarakan MTQ internasional dengan mendatangkan para Qari’ dari berbagai negara. Tapi, sangatlah keliru jika hanya karena terselenggaranya MTQ di Iran ini dengan diikuti oleh beberapa Qari dari Sunni lalu kita mengatakan bahwa al-Qur’an Sunni sama dengan al-Qur’an Syiah.
Dalam kitab Syiah al-Kafi 2/634 terbitan Teheran disebutkan: “innal Qur’ana alladzi jaa’a bihi Jibril alaihissalam ilaa Muhammad sab’atu asyri alf ayatan” (sesungguhnya al-Qur’an yang dibawa Jibril kepada Muhammad shallallahu alaihi wasallam berjumlah 17.000 ayat). Demikian juga yang disebutkan dalam kitab al-Hujjah minal Kafi 1/26 hadits no.1 bahwa orang yang mengatakan bahwa al-Qur’an yang terkumpul sekarang ini sama dengan al-Qur’an yang pertama kali turun maka dia adalah pendusta.
Jika ada yang bertanya, “Mengapa Syiah membaca al-Qur’an yang sama dengan al-Qur’an yang dibaca oleh Ahlussunnah (Sunni)?” Pertanyaan ini telah dijawab oleh ulama besar Syiah, Ni’matullah al-Jazairiy dalam kitabnya al-Anwar an-Nu’maniyyah juz II halaman 360 bahwa mereka diperintahkan membaca al-Qur’an yang ada sekarang ini dalam shalat dan mengamalkan hukum-hukum di dalamnya sampai munculnya shahibul zaman, ketika ia muncul, diangkatlah al-Qur’an yang ada ditangan manusia ke langit, kemudian keluarlah al-Qur’an yang ditulis oleh Amirul Mukminin alaihissalam lalu al-Qur’an itulah yang dibaca dan diamalkan hukum-hukumnya.
Dalam seminar Nasional pada 21 September 1997, di Aula Masjid Istiqlal Jakarta, disebutkan setidaknya ada empat kesesatan mendasar yang dilakukan oleh Syiah, antara lain adalah Syiah memandang bahwa al-Qur’an (mushaf Utsmani sebagaimana yang dianut oleh ahlussunnah waljamaah) yang ada sekarang ini sudah diubah, ditambah dan dikurangi oleh para sahabat Nabi. Dalam pandangan Syiah, al-Qur’an yang asli ada di tangan Sayyidina Ali yang kemudian diwariskan kepada puteranya dan sekarang ada di tangan Imam Mahdi al-Muntazhar. Disebutkan ada sekitar 219 ayat yang ditolak oleh Syiah.
Dan vonis sesatnya aliran Syiah oleh MUI Sampang yang kasusnya masih berlanjut hingga sekarang ini, tak terlepas dari pemahaman tahrif al-Qur’an ini. Ketua MUI Sampang KH. Bukhari Maksum, mewakili MUI Sampang dengan tegas mengatakan bahwa Syiah telah menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal jamaah (Islam). Menurutnya ada beberapa ajaran yang menyimpang, antara lain, adalah mereka (Syiah) menuding bahwa al-Qur’an yang beredar sekarang ini bukan asli lagi. Menurut KH. Bukhari Maksum, data dan informasi tersebut bersumber dari beberapa mantan santri Syiah yang sekarang sudah kembali ke ajaran Ahlus sunnah wal jamaah.
Ustadz Said Abdul Shamad menceritakan, ketika ia sedang memberikan kajian tentang bahaya Syiah, seorang pegawai Bank Muamalat datang kepadanya dan memberitahukan bahwa ketika dia mengikuti pengajian Syiah di kampus, dia diberitahukan bahwa al-Qur’an yang asli itu tiga kali lipat jumlahnya dari al-Qur’an yang ada sekarang ini. 

Perlu diketahui bahwa Syiah memang tidak mencantumkan Iman kepada al-Qur’an dalam rukun Imannya. Adapun Rukun Imam Syiah adalah Tauhid, al-Adl, Nubuwah, Imamah, dan al-Ma’ad. (lihat Emilia Renita AZ, 40 Masalah Syiah hal.40). Ini jelas berbeda dengan Ahlussunnah yang meyakini al-Qur’an sebagai bagian dari rukun Iman.(Mahardy/lppimakassar.com)

9 komentar:

Bagaimana dengan tafsir Al Mizan karya M.H. Thabathabai (ulama syiah, 1904-1983 M) yang beredar umum dan meyakini ayat 9 dari surat Al Hijr ("Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran dan Kami benar benar akan memeliharanya") juga bukan bukti bahwa Alquran mereka sama dengan Alquran Sunni?

Thaba'thabai itu tidak mewakili mainstream syiah, bandingkanah dengan ucapan para ulama kibar/ mu'tamad syiah yang lain.

Silakan cek perkataan2 ulama2 Syiah dalam beberapa link berikut ini:

"2000 Hadist Syiah Mengatakan Al-Qur'an Tidak Asli"
http://www.lppimakassar.com/2013/01/2000-hadis-syiah-mengatakan-al-quran.html

"Inilah Scan Al-Qur'an Syiah yang Dibagi-bagikan Di Indonesia"
http://www.lppimakassar.com/2012/11/inilah-scan-al-quran-iran-syiah-yang.html

"Para Ulama Ahli Hadis dan Ahli Tafsir Syiah Telah Sepakat Al-Quran SUdah Dirubah"
http://www.lppimakassar.com/2012/07/ahli-hadis-dan-ahli-tafsir-syiah.html

Dan masih banyak lagi, syukran

Kalau Anda yakin bahwa Alquran menurut ulama Syiah telah dirubah apakah itu berarti bahwa Anda juga yakin bahwa Allah tidak mampu memelihara apa yang telah diturunkanNya? (berdasar Q.S.Al Hijr ayat 9 tersebut).Jika tidak demikian bagaimana Anda menafsirkan ayat tersebut?

Dari tulisan Anda : Ni'matullah al-Jazairiy dalam kitabnya al-Anwar an-Nu’maniyyah juz II halaman 360 bahwa mereka diperintahkan membaca al-Qur’an yang ada sekarang ini dalam shalat dan mengamalkan hukum-hukum di dalamnya sampai munculnya shahibul zaman, ketika ia muncul,..dst.
Pada frase lain Anda menulis :
Syiah memandang bahwa al-Qur’an (mushaf Utsmani sebagaimana yang dianut oleh ahlussunnah waljamaah) yang ada sekarang ini sudah diubah, ditambah dan dikurangi oleh para sahabat Nabi.
Bagaimana mungkin syiah yang memandang tidak semua sahabat SAW itu adil,bahkan ada yang berpendapat syiah suka mencaci para sahabat itu mengamalkan Alquran yang telah diubah oleh mereka (sahabat)?.Apakah itu (tulisan Anda) bukan kontradiksi?

Kayaknya "anonim" di atas tidak faham ya?

Ni'matullah Al-Jazairi berpendapat untuk mengamalkan alquran yang ada sekarang. TAPI disamping itu dia juga meyakini bahwa Al-Qur'an sudah ditambah, dikurangi, dan dirubah-rubah, sebagaimana sangat jelas sekali dari perkataan ulama-ulama kalian, cermatilah pada link ini:


"Para Ulama Ahli Hadis dan Ahli Tafsir Syiah Telah Sepakat Al-Quran SUdah Dirubah"
http://www.lppimakassar.com/2012/07/ahli-hadis-dan-ahli-tafsir-syiah.html

untuk "anonim" yang di atasnya lagi....

kok justru malah bertanya kepada kami, tanya tuh ulama kalian....

mereka yakin gak dengan ayat itu.....?

kalau yakin, kami tantang mereka untuk melaknat semua ulama pendahulu Syiah yang telah mengatakan alquran sudah dirubah!

kami tantang mereka untuk mengkafirkan semua ulama pendahulu Syiah yang mengatakan alquran telah dirubah!

karena mereka telah kafir dengan satu ayat al-quran itu, mereka telah ingkar dari pernyataan Allah bahwa Allah akan menjaga Al-Qur'an dari perubahan.

Kami yakin itu tidak akan terjadi!

Bagaimana mungkin seseorang mengamalkan Alquran pada saat yang sama dia meyakini Alquran itu sudah diubah,ditambah,dan dikurangi oleh manusia.Yang salah orang tersebut atau tulisan Anda?

Ya, karena imamnya nyuruh demikian. pertanyaan ini lebih tepatnya anda arahkan kepada para imam anda, kalau memang (kita) Syiah tidak percaya pada quran ini, ngapain kita baca?

jawabnya imam kalian, "karena al-qur'an kita belum turun, nanti di akhir zaman al-qur'an yang ada ini diangkat dan al-qur'an yang dibawa Imam Mahdi itulah yang akan dipake"

ya kan?

Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More