Lagi, Dengan Entengnya IJABI Menyebarkan 3 Kebohongan

Pada suatu malam, saat browsing internet lagi bingung mau buka apa. Langsung teringat di kepala website IJABI (majulah-ijabi), iseng-iseng mau melihat kabarnya. Sudah lama tidak membuka, selain karena website itu milik sebuah aliran sesat juga kajian-kajian dalam website tersebut hanya berkisar pada gerakan tasykik; membuat umat Islam ragu dengan agamanya.
Setelah mengklik beberapa bagian, saya berhenti pada judul artikel, "Demo Peringatan Asyura di Makasar; sebuah kesalahpahaman."
Membacanya membuat saya beberapa kali tersenyum pahit karena ada 3 hal yang diberitakan dalam artikel tersebut yang kesemuanya berupa kebohongan.
-Meskipun berita ini sudah agak lama, namun perlu ditanggapi karena berita tersebut dapat menyesatkan opini masyarakat-
Pertama, Adanya gambar Ust. Said dengan seorang pimpinan FPI yang sedang cipika-cipiki di depan gedung Fajar Graha Pena dimana pada gambar itu dibubuhkan keterangan, "Pemimpin pendemo peringatan Asyura IJABI Sulsel saling menyapa." Kami sarankan kepada pengelola atau penulis pada artikel tersebut untuk tabayyun dulu agar jangan sampai menurunkan berita dusta melulu.
Keberadaan Ust. Said pada malam itu bukanlah sebagai pendemo. melainkan sebagai pihak yang mengamankan para pendemo tersebut. Pada malam itu, Ust. Said sedang menghadiri acara di RM. Ulu Juku yang diisi oleh Ust. Bachtiar Nashir, Sekjend MIUMI. setelah beberapa saat, HP beliau bergetar. ada panggilan dari pihak kepolisian yang meminta beliau untuk datang ke lokasi Asyura justru agar bisa menenangkan para pendemo tersebut. Inilah jalan ceritanya mengapa Ust. Said berada disitu. Bukan seperti yang disangkakan oleh IJABI. Sungguh sangat tidak profesional membuat berita. Berita yang menyesatkan semacam ini membuat kita ragu untuk mempercayai berita-berita semisalnya.
Kedua, pada redaksi dalam paragraf yang berada tepat di bawah gambar yang kita sebut tadi, tertulis kalimat, "Namun untuk saat ini, mereka merasa lebih kuat dengan mengutip fatwa MUI Jatim dan MUI Sampang Madura tahun 2012 yang terang-terangan menyesatkan Syiah. Sayangnya, fatwa MUI lokal ini tidak diterima oleh seluruh MUI di Indonesia, bahkan tidak diterima oleh MUI Pusat."
Redaksi di atas merupakan kebohongan yang sangat fatal. Mengapa? Karena Ketua MUI Pusat, KH. Ma'ruf Amin (beliau adalah ketua MUI Pusat yang diberi wewenang untuk berbicara mewakili pandangan-pandangan MUI Pusat secara resmi, sesuai hasil rapat Dewan Pimpinan MUI Pusat pada 3 Januari 2012) sendiri telah menulis di koran Nasional Republika pada 8 Nov 2012 dan dengan tegas menyatakan bahwa Fatwa MUI Jawa Timur tidak bisa dicabut karena sudah benar (Syiah benar-benar sesat) dan sesuai denga tools yang dipakai dalam prosedur penetapan suatu fatwa yang dalam hal ini merujuk kepada Fatwa MUI Pusat kepada Syiah secara umum pada tahun 1984 tersebut.
Berikut ini scan kliping koran artikel yang ditulis oleh Ketua MUI Pusat beserta link artikelnya, (http://www.lppimakassar.com/2012/11/mui-pusat-mengesahkan-dan-mendukung.html)


Ketiga, "Ke depan, peringatan Asyura oleh pengikut mazhab ahlulbait memang tidak boleh diisi dengan apapun yang akan menyakiti perasaan pengikut mazhab ahlussunnah. Tidak boleh ada pelaknatan kepada siapa atau apapun yang dihormati oleh pihak lain. "
Kalau demikian, buletin yang MEMURTADKAN sahabat di bawah ini siapa yang cetak? Siapa yang tulis? Dan dimana disebarkan?. Jawabannya yang mencetak buletin itu IJABI Jabar dan IJABI Sulsel, yang menulis adalah Bpk. Jalaluddin Rakhmat dan disebarkan pada acara Asyura IJABI tahun 2009 M.

Bukankah dalam buletin itu ditulis, “Masih dalam Shahih Bukhari diriwayatkan oleh beberapa sahabat lain, di antaranya ialah Abu Hurairah. Abu Hurairah berkata: Ketika sahabat-sahabat itu digiring dijauhkan, Rasulullah bertanya, ‘Mau dibawa kemana ini sahabatku?’ ke neraka, jawabnya. Lalu dikatakan kepada Rasulullah Saw: Tidak henti-hentinya mereka itu murtad meninggalkan agama kamu setelah engkau meninggalkan mereka. Innahum lam yazaaluu murtaddiin ‘ala a’qabihim mundzu faraqtahum. Rasulullah sangat sedih, bahwa sahabatnya akan murtad sepeninggal dia.” Baca penjelasannya pada artikel ini, http://www.lppimakassar.com/2013/01/jalaluddin-rakhmat-para-sahabat-itu-murtad!.html
Jika cara dakwah IJABI mengikuti fatwa si Ali Khamenei agar tidak menghina simbol-simbol ahlus sunnah mengapa selebaran semacam ini justru kalian sebar pada acara Asyura? Ataukah cara berdakwah Anda sudah berubah? Pelaknatan-pelaknatan sahabat itu disembunyikan dulu karena sekarang ingin membangun ajakan ukhuwah? Sudah basi!
Bahkan pada Asyura yang diberitakan oleh penulis IJABI itu Jalaluddin Rakhmat –meskipun tidak eksplisit-menghina sahabat Nabi dengan mengatakan, “Ajaibnya sahabat-sahabat yang terkenal adalah sahabat-sahabat yang tidak setia kepada Rasulullah dan Ahlul Baitnya,” Siapakah sahabat yang terkenal kalau bukan Abu Bakar, Umar dan Utsman?
Kami tidak tahu sampai kapan mereka terus-menerus menyebar dusta semacam ini. Mungkin mereka tidak bisa taubat dari dusta dan berbohong selama masih berada dalam kubang Syiah. (Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More