Syiah Indonesia, Simbol Kepalsuan dan Kebohongan


Sejak lama umat Islam telah berinteraksi dengan aliran sempalan, Syiah. Karakteristik dari aliran ini pun sudah lama dikenali; suka berdusta. Oleh karena itu, Imam Syafi'i dengan kapasitasnya sebagai Imam besar dalam dunia Islam sejak seribu tahun lalu telah memberikan peringatan waspada kepada umat Islam tentang golongan ini yang paling suka bersaksi palsu dan berdusta diantara sekian banyak sempalan Islam.
Dari segi ajaran, Syiah memang menganjurkan umatnya untuk bertaqiyah/ berdusta di hadapan musuh sebagaimana wejangan dari para ulama mereka di bawah ini, 
Ja’far Ash Shadiq: “Jikalau kamu mengatakan bahwa yang meninggalkan taqiyyah itu seperti orang yang meninggalkan shalat, maka kamu benar!” (Man Laa yahdhuruhul Faqih, Ibnu Babawaih, juz 2 hal 80)
Al Baqir: “Sesungguhnya 9/10 agama merupakan taqiyyah. Tidak ada agama bagi yang tidak mengamalkan taqiyah!” (Ushul al Kafi, al Kulaini, juz 2 hal 217)
Ibn Babawaih al Qummi: “Bertaqiyyah itu wajib, tidak boleh ditinggalkan sampai munculnya al Qa’im (Imam mahdi), maka siapa yang meninggalkannya sebelum munculnya al Qa’im maka ia telah murtad dari agama Allah Ta’ala, murtad dari agama Imamiyah, dan juga menyelisihi Allah, Rasul-Nya dan para Imam !” (al I’tiqadaat, Ibn Babawaih al Qummi, hal 114-115).
Namun klaim tanpa bukti adalah kebohongan juga, oleh karena itu melalui media ini kami berusaha mengumpulkan berbagai usaha Syiah di Indonesia, mulai dari tokoh/ ulama, organisasi, situs rujukan, buku, pemberitaan media, hingga orang-orang awam Syiah yang suka menipu, mendustai, membohongi umat Islam Indonesia. Berikut ini paparannya,

Jalaluddin Rakhmat (Tokoh/ Ulama Syiah di Indonesia)
Berikut ini beberapa sampel dari sekian banyak data kedustaan Jalaluddin Rakhmat yang berhasil diungkap,   
Jalaluddin Rakhmat menuduh Imam Bukhari menambah lafaz hadis dalam kitab shahihnya, setelah diteliti yang kita dapati justru dialah yang menambah lafaz hadis
Jalaluddin Rakhmat membantu Murtadha Ja'far Al-'Amili dalam menyebarkan dusta atas nama baik Amr bin Ash radhiyallahu 'anhu, ternyata usaha mereka untuk membuat busuk nama sahabat kembali ke mereka berdua. Segala puji bagi Allah yang telah membalas tipu daya mereka berdua
Makalah, "Mengapa Kami Memilih Mazhab Ahlul Bait" menukil sebagian pendapat tashih Syekh Al-Bani atas hadis itrah dan membuang sebagiannya, dimana pada akhir penjelasan Syekh Al-Bani menyebutkan bahwa orang Syiah sering menyalahgunakan hadis ini untuk menyesatkan umat Islam.
Gelar Professor yang selama ini kita kenal disandang oleh Jalaluddin Rakhmat ternyata hanya jualan murah yang terbukti palsu.
Kisah seorang Nasrani di Mesir yang melecehkan Nabi dipreteli oleh Jalaluddin Rakhmat
Sufyan Ats-Tsauri, Ulama ahli hadis dinilai oleh Jalaluddin Rakhmat sebagai orang yang suka menukil dari para pendusta, ternyata setelah meneliti kitab Mizanul I'tidal ditemukan bahwa ada beberapa potong kata yang sengaja dibuang Jalaluddin Rakhmat sehingga maknanya berbalik 180 derajat!
Bantahan singkat atas buku "Al-Mushthafa; Manusia Pilihan yang Disucikan" mengungkap sedikit bentuk plagiarismeyang dilakukan Jalaluddin Rakhmat dalam bukunya tersebut.
Angka 8 bukanlah arti pembatasan. Karena semakin dalam kita teliti karya-karya Jalaluddin Rakhmat kita selalu temukan kedustaan yang disengaja, pengguntingan fakta dan berbagai plesetan ilmiah lainnya.
Daftar Manipulasi dan Kecurangan Ilmiah Jalaluddin Rakhmat dalam buku "Al-Mushthafa", "40 Masalah Syiah" dan "Meraih Cinta Ilahi"
Penelusuran gelar professor, doktor dan master Jalaluddin Rakhmat.
Yang terakhir ini -meskipun daftarnya masih berlanjut- adalah dua pernyataan dalam media massa yang kontradiktif tentang hukum nikah mut'ah. 
Mudah-mudahan bagi kita yang masih memakai akal sehat bisa berfikir secara jernih bahwa agama yang suci itu tak mungkin dibawa dan kita ambil dari seorang pendusta.

Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia
Organisasi ini adalah salah satu diantara wadah penampungan dan pergerakan Syiah di Indonesia, mari melihat beberapa kedustaan yang sempat mereka pertontonkan ke hadapan publik,
(Untuk mengetahui rincinya, silakan dibuka linknya satu persatu)

ABNA.CO dan islamtimes.org (Dua situs rujukan Syiah)
Sumber berita yang menyebutkan perjalanan Umar Shihab ke Iran, dari situ dibumbuhi berita bahwa MUI menganggap Syiah sah sebagai mazhab dalam Islam, padahal justru pimpinan MUI Pusat membantah itu dan menguatkan fatwa MUI tahun 1984 tentang Syiah yang harus diwaspadai dengan menulis artikel di harian republika yang menyetujui Fatwa MUI Jatim tentang sesatnya Syiah, baca beritanya di sini: MUI Pusat Mengesahkan dan Mendukung Fatwa MUI Jatim tentang Kesesatan Syiah
Fitnah ataas nama Dr. Muhammad Al-'Arifi. Katanya beliau menghalalkan zina lewat statusnya di media sosial twitter. Padahal kalau kita lihat, status tersebut melebihi jumlah maksimum karakter dalam satu kali posting status yaitu 140 karakter.


Awam Syiah 
Dan yang paling terakhir, meskipun sekali lagi bukan sebagai bentuk pembatasan fakta dan data kedustaan umat Syiah, kami nukilkan dusta seorang Syiah atas nama Imam Bukhari.

Untuk menjaga kemurnian dan validitas agama Islam dan secara khusus hadis-hadis Nabi diperlukan ulama-ulama yang jujur, ash-Shiddiqun. Dan tidak demikian dengan Syiah.
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

0 komentar:

Poskan Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More