Tempat Duduk Ulama Syiah Diberi Tanda, Emangnya Maqam Ibrahim?

Suatu ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri di samping Ka’bah bersama Umar. Umar memanfaatkan kondisi-kondisi sangat baik tersebut untuk bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, bukankah ini tempat berdirinya (maqam) kekasih Tuhan kita?”, “Iya” jawab sang Nabi. “Tidakkah sebaiknya kita menjadikannya tempat Shalat?” usul Umar. Maka turunlah firman Allah {وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى}, “Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat”  (Tafsir Ibnu Katsir, Dar Thaybah, Cet 2, 1420 H, 1/414)


Saking ghuluw (berlebihannya) nya orang Syiah terhadap sang Rahbar, Ali Khamene’i, ayat di atas seakan-akan diterapkan juga untuk Imam mereka itu. Dimana pada suatu ketika sang Imam duduk pada satu buah bukit, dan bekas tempat duduknya tersebut dibuatkan tanda. Diberikan keterangan bahwa tanda tersebut pernah diduduki oleh Ali Khamene’i. Kami tidak tahu apakah tempat itu nanti diyakini oleh mereka sebagai keberkahan jika mereka berdiam disana atau ingin mengambil berkah dari tempat duduk tersebut. Yang jelas pemberian tanda tersebut tidaklah kosong dari maksud dan tujuan tertentu. Wallahu a’lam. (Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

1 komentar:

“Ya Rasulullah, bukankah ini tempat berdirinya (maqam) kekasih Tuhan kita?”, “Iya” jawab sang Nabi. “Tidakkah sebaiknya kita menjadikannya tempat Shalat?” usul Umar. Maka turunlah firman Allah {وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى}, “Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat <<<<===== dipertanyakan, mengapa Allah menurunkan ayat setelah seorang shabat bertanya dan meminta tempat itu dijadikan tempat sholat? apakah Rasulullah kalah cerdas atau sahabat lebih tau mana yang baik untuk dijadikan tempat sholat? apakah sahabat lebih mulia dari RASULULLAH saw ? :) silahkan di fikirkan

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More