Ibnu Bathuthah Bercerita Tentang Syiah (Bagian 3)

Salah satu contoh Shauma'ah
Ibnu bathuthah menceritakan kunjungannya ke kota Bashrah pada saat itu. berikut Kisahnya ketika mengunjungi mesjid Ali di Bashrah:
 “….Masjid Ali memiliki tujuh shauma’ah (tempat yang tinggi dipakai beribadah oleh para rahib, pendeta atau ahli ibadah –kamus Al-Munjid). Menurut anggapan penduduk Bashrah, salah satu shauma’ah akan bergerak di saat nama Ali Radhiyallahu anhu diucapkan. Aku naik ke atas shauma’ah itu melalui atap masjid, ditemani beberapa penduduk Bashrah. Pada satu sudutnya, terdapat sebuah pegangan pintu itu, lalu berkata kepadanya, “Dengan hak kepala Amirul Mukminin Ali Radhiyallahu anhu, bergeraklah!” Maka pegangan pintu itu menjadi bergetar dan shauma’ah bergerak. Aku memegang pegangan pintu itu, lalu aku berkata, “Dengan hak kepala Abu Bakar Radhiyallahu anhu, khalifahnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, bergeraklah!” maka pegangan pintu itu menjadi  bergetar dan seluruh bagian shauma’ah bergerak pula. Mereka takjub dengan pemandangan yang dilihatnya ini. Penduduk Bashrah adalah penganut madzhab Ahlus sunnah wal Jamaah. Dan apa yang aku katakan tadi bukan sesuatu yang ganjil bagi mereka. Jika seseorang mengatakan hal yang sama di makam Al-Husain, Hallah, Bahrain, Qum, Qasyan, Sawah, atau Thus, maka ia pasti akan mendapati masalah besar dan celaka.” (Tuhfah an-Nuzhar fi Gharaibil Amshar wa Ajaibil Asfar, Rihlah Ibnu Bathuthah, Pustaka Al-Kautsar, Cet I, Maret 2012, hal. 202)
Ibnu Bathuthah tahu betul kondisi ahlus sunnah (sunni) dan syi’ah pada masa itu. Dia juga tahu konflik yang terjadi antara keduanya, mengetahui wilayah-wilayah yang didominasi oleh Syi’ah dan wilayah-wilayah yang didominasi oleh ahlus sunnah. Pada kisah di atas Ibnu Bathuthah mengatakan bahwa seandainya seseorang menyebut nama Abu Bakar atau memujinya di kota Hallah, Bahrain, Qum, Qasyan, Sawah atau Thus yang kota-kota tersebut didominasi oleh Syi’ah Rafidhah maka pasti orang itu akan mendapat masalah besar dan celaka.

Lihat pula bagaimana penduduk ahlus sunnah di Bashrah sangat memuliakan ahlul bait -Ali bin Abi Thalib-, seorang yang diklaim Imam oleh orang-orang syi’ah. (Mahardy/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More