Hubungan Suami-Istri Ala Syiah

Di Facebook ada sebuah grup Syiah bernama MARI NIKAH MUT’AH. Pada status grup itu tercantum adab dan tata cara hubungan seksual dengan istri. Tentu saja versi syiah. Pada status tersebut dicantumkan pesan-pesan Rasulullah kepada Imam Ali bin Abi Thalib. Pesan-pesan tersebut adalah bentuk kedustaan atas nama Rasulullah. Sebagai berikut:  
Wahai Ali, janganlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di malam Idul Fitri, karena jika ditetapkan adanya anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan berbuat kejahatan.
Wahai Ali, janganlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di malam Idul Adha, karena jika saat itu ditetapkan anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan mempunyai 6 atau 4 jari.
Wahai Ali, janganlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di bawah pohon yg berbuah, krn jika saat itu ditetapkan anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan menjadi tukang pukul, pembunuh, dan dukun.

Wahai Ali, janganlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di bawah sengatan sinar matahari (secara langsung), kecuali jika dihalangi oleh penutup atau tabir. Sebab, jika saat itu ditetapkan anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan selalu berada dalam kesialan dan kefakiran sampai mati.


Wahai Ali, janganlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di waktu antara adzan dan iqomah, karena saat itu jika ditetapkan anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan suka menumpahkan darah.


Wahai Ali, jika istrimu sedang hamil, maka janganlah engkau menggaulinya kecuali dalam keadaan berwudhu'. Jika tidak, maka akan lahirlah anak yang buta hatinya lagi kikir.
Wahai Ali, janganlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di malam Nisfu Sya'ban, karena jika ditetapkan adanya anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan memiliki tanda khusus di rambutnya dan wajahnya.

Wahai Ali, janganlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di akhir bulan, jika tersisa dua hari dari nya. Sebab, jika ditetapkan adanya anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan menjadi pendukung orang dzalim.
Wahai Ali, jangnlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di atas atap bangunan, karena jika ditetapkan adanya anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan menjadi orang munafik, orang yang suka pamrih dan orang yang senang melakukan bid'ah.
Wahai Ali, bila engkau bepergian, janganlah berhubungan seks dengan istrimu di malam itu, karena jika saat itu ditetapkan adanya anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan menginfakkan hartanya pada jalan yang tidak benar.
Kemudian Rasulullah saww membaca ayat: "Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara syaithan". (QS. Al-Israa': 27)
Wahai Ali, janganlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di saat engkau bepergian selama 3 hari 3 malam. Sebab, jika saat itu ditetapkan adanya anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan menjadi penolong dari setiap orang yang dzalim.
Wahai Ali, bila engkau berhubungan seks dengan istrimu pada hari kamis pada saat zawal (matahari tergelincir), lalu saat itu ditetapkan anak bagi kalian, maka setan tidak akan berani mendekatinya hingga ia tua, dan Allah SWT memberinya keselamatan di dunia dan akhirat.
Wahai Ali, janganlah engkau berhubungan seks dengan istrimu di permulaan malam, karena jika ditetapkan anak bagi kalian berdua, maka anak itu akan menjadi seorang tukang sihir yang lebih mengutamakan dunia daripada akhirat. Imam Ja'far Shodiq a.s. Berkata,"(Hubungan seks) Makruh bagi seseorg yang masih dalam keadaan junub, dan ketika matahari terbit berwarna kuning."
 
"Janganlah engkau melakukan hubungan seks di atas perahu, begitu juga jika menghadap kiblat atau membelakanginya."


Rasulullah saww bersabda,"Barangsiapa yg menggauli istrinya saat ia dalam keadaan haid, lalu lahirlah anak yg berpenyakit kusta atau belang, maka hendaknya ia tidak menyalahkan kecuali dirinya sendiri."


"Seorang suami boleh melihat aurat istrinya saat ia telanjang."
Seorang lelaki bertanya kepada Imam Abu Ja'far, "Apakah ada saat-saat dimana hubungan intim menjadi makruh meskipun ia halal?"
Beliau menjawab, "Ya,yaitu dari waktu fajar sampai terbitnya matahari dan dari terbenamnya matahari sampai hilangnya asy-syafaq (mega merah), dan pada saat terjadi gerhana matahari dan pada malam terjadinya gerhana bulan dan pada hari dan malam terjadinya angin hitam/angin merah/angin kuning, dan pada hari dan malam terjadinya gempa."
*****
Kita mungkin akan tersenyum dan ketawa geli membaca status di atas. Bagaimana tidak, apa masuk akal Rasulullah mewasiatkan kepada Ali bin Abi Thalib seperti itu? Misalnya saja, wasiat Rasulullah kepada Ali agar jangan menggauli istri di bawah sinar matahari langsung. Hubungan suami istri adalah hubungan yang sangat rahasia, dan seseorang biasa melakukannya di dalam ruangan atau kamar. Manusia seperti apa yang akan melakukan hubungan di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung seperti di pinggir pantai atau di tanah lapang layaknya hewan?
Kemudian pesan Rasulullah agar jangan berhubungan di bawah pohon yang berbuah. Sangat lucu. Memangnya manusia macam apa yang mau berhubungan di bawah pohon yang setiap saat bisa dilihat setiap orang yang lewat? Hanya binatang semisal anjing yang berhubungan di bawah pohon.
Lalu pesan Rasulullah agar jangan berhubungan di atas atap bangunan. Memangnya kucing yang mau berhubungan di atas atap rumah? Sangat tidak masuk akal rasulullah berpesan seperti ini kepada orang yang mulia seperti Ali bin Abi Thalib.
Dan juga pesan Rasulullah keutamaan menggauli istri pada hari kamis pada saat zawal (matahari tergelincir), karena anak yang lahir dari hubungan itu tidak akan didekati oleh Syaitan hingga ia tua dan Allah akan memberinya keselamatan di dunia dan akhirat. Sangat tidak masuk akal. Karena pada waktu ini –matahari tergelincir di siang hari- umat Islam sedang shalat zhuhur di masjid-masjid mereka. Sangat mustahil Rasulullah menganjurkan hubungan suami istri pada waktu ini. Ataukah menurut Syiah hubungan suami-istri lebih afdhal dari shalat zhuhur pada awal waktu?
Jika ada non-muslim yang membaca pesan-pesan Rasulullah seperti ini mereka pasti akan tertawa, dan mengatakan,  “apa seperti ini Nabi umat Islam?”
Admin di grup Mari Nikah Mut’ah ini pantas masuk dalam sabda Rasulullah, “Barang siapa yang berdusta atas namaku, bersiaplah mengambil tempat duduknya di Neraka.” (Mahardy/lppimakassar.com)

3 komentar:

hmmm ,,, anda ini aneh . sudah tahu hal yang tidak masuk akal , tetap juga dimuat ....

Alhamdulillah kalau anda menyadari bahwa ini tidak masuk akal.

Kami hanya ingin tampilkan dan buktikan bahwa ajaran yang tak masuk akal itu banyak dalam ajaran Syiah. Kami khawatirkan yang masuk ke Syiah itu hilang akalnya sehingga hal2 seperti di atas masuk akal dalam pandangan mereka.

ih sebel banget .kok bisa sih syiah masuk ke indonesia.

Poskan Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More