Selamat Terbit Buku "Menuju Indonesia Tanpa Pengaruh Syiah"

Sebuah buku kecil yang diterbitkan untuk memberikan pembanding terhadap maraknya propaganda ajaran syiah untuk me‘legal’-kan mazhab mereka di tengah penduduk Sunnah (Sunni). Buku ini ditulis dengan mendasarkan berbagai informasi, fatwa, maupun perkataan para tokoh agama mengenai ajaran Syiah. Buku ini memulai wacana tentang Syiah dengan maraknya doktrin syiah yang sudah mulai menyebar dan mengalir ke sela-sela kehidupan masyarakat kita. Dengan pendekatan filsafat dan doktrin nalar, Syiah mulai menarik simpati kalangan muda yang awam tentang ajaran ini, untuk bergabung bersama mereka. Mereka yang terhasut, ada yang berada di tingkat simpati, tahap tasyayyu’ hingga menjadi syiah tulen atau sekedar tertarik dengan faktor mut’ah dsb.
Buku ini dimulai dengan mengemukakan tantang perlunya menjaga Agama, dari berbagai hal yang dapat merusakkannya. Salah satu diantaranya ialah menjaga agama dari aliran atau paham menyimpang yang sering kali mengelabui mangsanya dengan berlabelkan islam hakiki.
Buku ini hadir untuk memberi pencerahan terhadap bagaimana syiah dipandang dalam kacamata Lembaga Nasional setingkat MUI. Fatwa MUI, kriteria aliran sesat versi MUI dan Edaran depag menjadi kutipan awal untuk mengenal ajaran ini.  Penelitian dan pengkajian telah dilakukan hingga saat ini oleh pihak berwenang (MUI dan Depag) menjadi barometer awal untuk menggali esensi dari ajaran Syiah langsung dari kitab Induk ajarannya. Buku ini juga menepis kesaksian banyak tokoh pasca kunjungan ke Iran atau tuduhan orang yang silau akan gagahnya iran yang berhadap-hadapan dengan Amerika. Buku ini mengisayaratkan akan kemurnian para ulama tingkat Nasional dan internasional dalam menjaga aqidah umat.
Buku ini hampir seluruhnya merupakan kutipan fatwa, edaran, buku ataupun pemberitaan majalah mengenai esensi ajaran syiah yang mungkin tidak diketahui banyak kalangan. Hasil Musyawarah Forum Ulama dan Umat Indonesia juga menjadi kutipan hangat untuk merencanakan usaha-usaha membendung dan memberantas pengaruh ajaran yang menyimpang. Buku ini, sebagaimana judulnya “Menuju Indonesia Tanpa Pengaruh Syiah” ditulis dan disusun oleh Ketua LPPI, Suatu lembaga yang konsen untuk mengkaji berbagai ajaran sempalan. Bertujuan agar masyarakat paham betul terhadap ajaran ini dari para ulama dan tokoh Islam serta dapat ikut berpartisipasi dalam usaha mewujudkan Indonesia tanpa Pengaruh Syiah. Kutipan majalah Dumas (NU) dan majalah Tabligh (Muhammadiyah) mengenai ajaran syiah, semakin memperkokoh alur dari buku ini. Selain itu, esensi Muktamar Doha tentang interaksi Sunni-Syiah serta pernyataan Syekh Yusuf Qardhawi juga dikutip sebagai  rambu-rambu hubungan antara Sunnah dan Syiah.
Buku ini kemudian ditutup dengan mengemukakan solusi menghadapi gerakan syiah khususnya di Indonesia sebagai kesimpulan dan pemahaman tentang ajaran syiah dan penyebarannya. Sayangnya hasil pencetakan lokal tampaknya belum begitu maksimal, terdapat satu halaman yang bermasalah (dalam hal pencetakan) namun telah disisipkan koreksi yang mumpuni. Akhirnya, meski berukuran mini namun konten buku ini sangat diharapkan dapat berdampak besar menuju Indonesia tanpa pengaruh Syiah. Buku ini layak menjadi hadiah dan bacaan bagi seluruh kalangan yang ingin memahami syiah lebih proporsional.

Langkah-langkah Memesan Buku Ini
Bagi pembaca yang ingin memiliki buku ini bisa datang langsung ke kantor LPPI Perw. Indonesia Timur di Jl. Prof. Abd. Rahman Basalamah (dulu Jl. Racing Centre), Masjid Sultan Alauddin, Lt. 2. Makassar.
Bagi pemesan yang ingin dikirimi buku ini, silakan ditransfer terlebih dahulu dananya ke Bank Syariah Mandiri Cab. Makassar No Rek. 701 926 0458 a.n Sulfandy. Pesanan akan dikirim setelah transfer dan konfirmasi via sms ke no 0853 4113 6275 dengan menulis alamat lengkap, jumlah buku, dan nominal dana yang ditrensfer. Ongkos kirim ditanggung oleh pemesan (Rp. 20.000 untuk daerah Jawa).
Ukuran: 105 x 163 mm, penulis: H.M. Said Abd. Shamad, Lc, editor: Ilham kadir, Cet I: Juli 2012 M. Penerbit: LPPI Indonesia Timur
(Sulfandy/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More