Cintailah Cinta

http://4.bp.blogspot.com/-VffUhvMAyeQ/URw29ODT7BI/AAAAAAAAAVE/gYndZVjbQL4/s1600/valentine.jpeg 
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi III, 2001), cinta diartikan sebagai perasaan suka sekali, sayang benar, kasih sekali, terpikat, ingin sekali, dan berharap sekali. Berbeda dengan bahasa Arab yang dipilih Allah menjadi bahasa Alquran, terdapat cukup banyak ungkapan dan kosakata yang dapat duguna-pakai dalam menunjukkan arti cinta, sesuai tingkat kekuatan dan pengaruhnya pada diri sang pencinta.
 
Alquran banyak menggunakan kata hubb dalam menerangkan makna cinta, setidaknya kata ini terulang dalam Alquran dengan pelbagai bentuknya sebanyak 93 kali. Jalaluddin Abdurrahman asy-Syuyuti (1454-1505) salah seorang ulama besar, memiliki analisis khusus dan menarik tentang kata ‘hubb’ alias cinta. Menurutnya, hubb dalam bahasa Arab adalah satu kata yang terangkai dari dua huruf, yaitu ha dan ba. Pemilihan kedua huruf ini memiliki makna epistemologis yang tak mudah dipahami. Huruf ba  terucap (makhraj) melalui ujung kerongkongan paling dalam yang merupakan sumber  suara. Tempat keluar –suara itu– tidak jauh dari jantung (hati) yang merupakan sumber cinta, sedang huruf ba lahir dari pertemuan kedua bibir yang merupakan akhir tempat keluarnya suara. 

Dengan demikian menurut Asy-Syuyuti lewat analisis kajian kebahasaan tentang makna hubb secara filisofis sebagaimana yang dikutif oleh Prof. Quraish Shihab dalam “Perempuan, dari Cinta sampai Sex, dari Nikah Mut’ah Sampai Nikah Sunnah, dari Bias Lama Sampai Bias Baru, 2005” kata hubb (cinta) dapat bermakna menghimpun awal dan akhir sekaligus mengisyaratkan bahwa cinta adalah awal perasaan  yang berlanjut hingga akhir.

Dengan mengetahui makna cinta dengan benar, maka tanda-tanda cinta di atas dapat kita jumpai ketika membahas tentang cinta antarsesama manusia. Cinta antarsesama anak cucu Adam adalah relasi antara dua ‘aku’. Ke-aku-an kedua belah pihak dihormati tetapi kemudian berlebur menjadi satu ke-aku-an. Karena cinta menghendaki adanya dua ‘aku’ maka siapa pun yang ego –mementingkan dirinya sendiri dari yang lain –tak layak disebut saling cinta.

Cinta antar lawan jenis timbul bisa disebabkan oleh lezatnya yang dicintai. Tidak sedikit wanita  bisa jatuh cinta kepada lelaki kendati sang lelaki tidak tanpan, namun karena merasakan kepuasan seksual atau kecocokan lain. Beberapa waktu yang lalu, ada seorang wanita cantik, berduit, dan juga berprofesi sebagai artis papan atas yang sudah sangat terkenal, rela meninggalkan keluarga dan karirnya demi untuk bersama seorang lelaki pujaan hatinya yang tidak lebih tanpan, salih, dan terkenal dengan suami lamanya. Belakangan sang artis mengaku jika masalah perceraiannya dengan suami pertamanya terkait dengan kebutuhan di atas kasur. 

Cinta bisa tumbuh karena adanya manfaat bersama yang diperoleh dari jalinan sebuah cinta, seperti antara politisi denga pebisnis, artis dengan menteri, guru dengan kepala sekolah, kiai dengan ustadzah, santri dengan satriwati,  mahasiswi dengan dosen dan seterusnya. Yang jelas, cinta sejati kerap muncul dan terjalin jika sifat-sifat dan karakter antarkedua belah pihak ada kecocokan.  

Salah seorang ulama besar yang berasal dari Andalusia, Ibnu Hazm (384-456 H), mengungkapkan hasil penelitian dalam karyanya “Thauq al-Hamamah fi Ilfah wal Ullaf” tentang tanda-tanda orang yang sedang jatuh cinta, di antaranya adalah, orang yang jatuh cinta dapat dilihat melalui pandangan matanya, melalui tatapan mata rahasia, jiwa beserta kedalaman isinya dapat terungkap dan tersingkap; orang-orang dimabuk cinta dapat diketahui lewat pembiacaraannya, sang pencinta selalu mengiyakan pembicaraan yang dicinta walaupun itu mustahil adanya; munculnya kegirangan jika tiba-tiba berpapasan dengan dambaan hatinya di jalan, ada kegugupan dan getaran hebat manakala bertemua tanpa janji bagi sang kekasih; selalu menurut untuk melakukan apa pun yang diminta sang pujaan, walau pekerjaan itu tak sanggup dan tak pernah ia lakukan sebelumnya, dan banyak lagi. Menurut ulama besar yang terkenal radikal ini, tanda-tanda cinta itu lahir sebelum api cinta dinyalakan dan picu cinta dilepaskan, dan sebelum sumbu cinta dikobar dan diledakkan.

Lagi-lagi Ibnu Hazm, dialah orang pertama meneliti, menulis dan menjelaskan bahasa mata yang digunakan oleh para pencinta pada masanya. Kelopak mata dipecah menjadi empat bagian. Setiap gerakan bagian memiliki makna khusus. Kerlingan dengan ujung sebelah mata berarti melarang, membuka kelopak mata secara perlahan-lahan berarti setuju, melayukan pandangan mata berarti situasi telah aman dan tidak ada lagi masalah, memandang secara terus menerus menandakan kesedihan, sedangkan membuka dan menutup kelopak kedua mata berkali-kali dengan cepat mengandung peringatan agar berhati-hati. Mata, menurutnya, dapat menggantikan lisan berkata-kata kepada sang kekasih.

Kecuali itu –lanjut Ibnu Hazm –cinta sejati harus ada gejolak, ibarat laut yang bergelombang, maka ujian cinta pun kerap datang, seperti muculnya kegelisahan dan gundah-gulana yang mahadahsyat karena sang pujaan mulai berpaling. Ciri-cirinya adalah, jika yang bersangkutan malas bergaul, menarik dan mengeluarkan nafas dalam-dalam, banyak merenung, dan sering melamun. Cobaan lain, katanya, buruk sangka, dan saling melontarkan kata tuduhan yang tak beralasan atau kurang percaya akan ketulusan cinta pujaannya hingga terus mengirim mata-mata untuk mengintai dan mengawasi sang pujaan, jika kelewatan akan terjadi pertikaian yang tak kalah dahsyat.

Para pemuja cinta

Ibnul Qayyim al-Jauziyah (1292-1350 M) rahimahullah, seorang ulama produktif yang menghasilakan banyak karya, salah satunya adalah “Raudhatul Muhibbin wa Nuzhatul Musytaqqin, [Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu]”, dalam kitab itu, terdapat bab ‘Para Pemuja Cinta’. Menurut murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (1263-1328 M) ini, Allah SWT mengutus para nabi ke muka bumi  dengan wanita sekaligus. Adam as, bapak seluruh umat manusia, sangat mencintai istrinya, Hawwa, karena cintanya itulah sehingga Adam sanggup memenuhi permintaan istrinya walaupun ia enggan pada awalnya, untuk memakan buah khuldi, akibatnya Adam-Hawwa diusir dari surga lalu  dilempar ke bumi –teori Ibnu Hazm di atas terbukti– bahwa sang pencinta tak kuasa mengatakan ‘tidak’ untuk pujaannya.

Nabi Daud dan anaknya, Nabi Sulaiman ‘alaihimassalam, menikah dengan seratus wanita sekaligus. Orang-orang Yahudi hingga kini masih tetap mencela dan mengejek perbuatan nabi mereka, padahal Allah telah menurunkan pembelaan terahadap kedua rasul-Nya itu, bahwa hal demikian termasuk karunia cinta dan nikmat yang diberikan Allah. Nabi Ibrahim juga memiliki seoang wanita cantik lagi jelita, namanya Sarah. Namun karena alasan keturunan sehingga cinta sang rasul juga bersemi pada Hajar, pembantunya. Dari kedua istrinya terlahirlah bangsa besar, Bani Israil dan bangsa Arab.

Amr bin Ash, ra. Berkata, “Saya diutus Rasulullah SAW memimpin pasukan, yang di dalamnya juga termasuk Abu Bakar dan Umar. Setelah pulang, saya lantas bertanya kepada Rasulullah, ‘Siapakah orang yang engkau paling cintai?’ Nabi balik bertanya, ‘Apa maksudmu?’, ‘Saya ingin mengetahui’ jawab Amr. ‘Aisyah,’ jawab Rasulullah. ‘Yang saya maksudkan dari kalangan laki-laki.’ Rasul menjawab. ‘Bapaknya!’” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda, “Seandainya aku boleh menjadikan seorang dari penduduk bumi ini sebagai kekasih, maka pasti aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasih, akan tetapi sesungguhnya sahabat kalian [Muhammad] adalah seorang kekasih Allah.” (HR. Muslim). Jika ada golongan yang mangaku sebagai ‘pencinta kelurga nabi [ahlul bayt]’ lalu mencela dan melaknat Abu Bakar dan Aisyah –sebagaima  ajaran Syiah Rafidhah– maka sejatinya  mereka adalah golongan penebar kebencian dan musuh Ahlul Bayt. Siapa yang menabur dan menebar kebencian terhadap sahabat Nabi, maka sejatinya mereka telah meledakkan sumbu perang kepada Allah, Rasulullah, dan seluruh umat Islam. 
Cinta –lanjut Ibnul Qayyim– dapat mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, mendorong untuk berpakaian rapi, makan yang baik-baik, memelihara akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan parfum, memperhatikan pergaulan yang baik, menjaga adab dan kepribadian. Seorang penyair berdendang, “Bukan karena dorongan nafsu kubangkitkan cinta, tapi kulihat cinta itu adalah akhlak mulia!” 

Namun cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang salih dan cobaan bagi para ahli ibadah. Cinta merupakan timbangan akal dan rasa, merupakan ciptaan mulia, dan anugrah yang tak ternilai. Oleh karena itu cintailah cinta, perlakukan ia dengan adil, jangan zalimi, apalagi dihinakan hanya karena dorongan hawa nafsu yang membara. Padamkanlah dengan air sembahyang, embun zikir, dan salju puasa.

Dalam karyanya yang berjudul “Al-Jawab al-Kafi Liman Sa’ala ‘an ad-Dawa’ asy-Syafi’, [Mengetuk Pintu Ampunan, Meraih Berjuta Anugrah]” Ibnul Qayyim memberikan tips agar terelak dari perangkap cinta sesat love abused, menurutnya pangkal musibah yang menimpa manusia adalah berawal dari pandangan yang melahirkan getaran dan bisikan dalam hati, kemudian hati melahirkan pemikiran kotor yang menggerakkan syahwat, dan syahwat melahirkan keinginan, lalu tekad yang bulat, maka terjadilah perbuatan maksiat dengan cinta sesaat, temporary love. Maka hindarilah memandang wanita berlama-lama. Nasihat ini –menurut Ibnul Qayyim– singkron dengan sabda Rasul, “Wahai ‘Ali, jangan kamu ikuti satu pandangan dengan pandangan berikutnya, sebab milikmu hanya pandangan pertama, dan yang selanjutnya hanya akan menambah dosa. (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad).  

Cinta akan selalu bersemi kapan dan di mana pun, bukan hanya pada hari-hari tertentu, jangan pernah ingin disesatkan dengan parayaan cinta yang hanya sekali dalam setahun –yang katanya– jatuh pada hari ini, atau  tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Mereka menyebutnya ‘valentines day’, atau ‘hari kasih sayang’  banyak yang terjebak dalam memaknai hari ini dengan mengumbar nafsu syahwat. Mereka sejatinya telah mengotori dan menodai cinta. Cintailah cinta dengan mulia. Wallahu a’lam!    
(Ilham Kadir/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More