Video: Bantahan terhadap Prof. Quraish Shihab tentang Jilbab dan Aurat

Seorang ibu dalam acara talk show di Metro TV yang menghadirkan Bapak Prof. Dr. Quraish Shihab bertanya kepada beliau tentang hukum jilbab dan penerapannya pada keluarga bapak Prof. Dr. Quraish Shihab.

Namun tidak disangka-sangka bapak Prof. Dr. Quraish Shihab justru menjawab dengan pernyataan yang membuat sang Ibu tadi menjadi bingung dan umat yang menyaksikan talk show juga dibuatnya menjadi bingung.

Bagaimana jalannya tanya-jawab tentang jilbab tersebut dan bantahannya, silakan saksikan tayangan video di bawah ini, 


Namun jika koneksi internet anda lambat sehingga tidak bisa menyaksikan video ini dengan baik, Anda bisa membaca jalannya tanya-jawab di atas berikut ini,


Kritik terhadap Prof. DR. Quraish Shihab atas pendapatnya tentang Jilbab dan Aurat

Oleh:

DR. Ahmad Zain An-Najah (www.ahmadzain.com)

Riwayat Pendidikan:

S1: Fakultas Syari'ah, Universitas Islam, Madinah Al-Munawwarah, tahun 1996

S2: Fakultas Syari'ah  Universitas Al-Azhar, Kairo, tahun 2001

S3: Jurusan Syari'ah Fakultas Studi Islam, Universitas Al-Azhar, Kairo, tahun 2007, lulus dengan predikat "Summa Cum Laude"

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah Washshalatu wassalamu 'ala Rasulillah wa ba'd,

Pada kesempatan ini saya hendak menyampaikan tanggapan terhadap apa yang disampaikan oleh Bapak Quraish Shihab tentang masalah jilbab. Mudah-mudahan tanggapan ini diridhai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala dan dapat meluruskan pemahaman yang salah.

(berikutnya adalah tanya-jawab antara seorang ibu terhadap Bapak. Quraish Shihab dalam  acara Talk Show di Metro TV dan juga tanggapan dari DR. Ahmad Zain An-Najah)

Ibu: Ingin bertanya kepada Bapak Quraish. Jilbab adalah pakaian wanita Islam dan wajib dikenakan. Bagaimana pendapat Bapak mengenai jilbab dan penterapannya dalam keluarga Bapak sendiri. Terima kasih

Quraish Shihab: Kita mau tanya ibu, apa sih artinya jilbab?

Ibu: Jilbab itu adalah penutup aurat seluruh badan

Quraish Shihab: Ah...Bukan itu.

Ibu: Termasuk kepala juga

Quraish Shihab: Ah justru kita baru memulai membahas apa itu jilbab ulama sudah beda pendapat. Ada yang mengatakan kerudung, ada yang mengatakan baju lebar dan sebagainya.

(tanggapan di luar acara Talk Show di atas)

Zain An-Najah: Pernyataan itu tidak benar. karena tidak kita dapatkan dalam buku-buku literatur fikih yang tidak mewajibkan berjilbab. Seluruh ulama telah mewajibkan berjilbab. Maka perlu kita tanyakan kepada Bapak Quraish Shihab bahwa siapa ulama, namanya siapa, di buku mana dan kapan mengatakan jilbab itu tidak wajib?

Karena perbedaan ulama hanya terbatas pada dua hal saja, yaitu wajib bercadar ataupn wajib berjilbab dengan boleh membuka wajah dan kedua telapak tangan.

***

Quraish Shihab: Saya mau tanya ibu. Ibu Sudah menutup aurat atau belum?

Ibu: (sambil melihat busana yang dikenakannya) Kalau saya rasa dengan busana begini, saya rasa sudah. (Ibu tersebut memakai jilbab mentup selurh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan, meskipun tidak memakai jilbab besar)

Quraish Shihab: Oh, masih ada ulama yang mengatakan ibu belum menutup aurat! Mestinya pakai cadar. Itu kan sudah beda pendapat.

(Si Ibu sambil mengangguk-ngangguk)

Ah, ada juga ulama yang berkata, 'yang penting itu pakaian terhormat'

(tanggapan)

Zain An-Najah: pernyataan 'yang penting itu pakaian terhormat atau sopan' pernyataan itu tidak tepat dan tidak benar. Karena tidak mempunyai kriteria yang jelas. Boleh jadi orang yang menggunakan pakaian atau wanita yang memakai pakaian di atas lutut yang kelihatan betisnya oleh sebagian kalangan dinyatakan terhormat.

Bisa saja ada orang yang mengatakan  bahwa pakaian renang itu adalah pakaian yang terhormat ketika ada lomba renang. Jadi kalau dikatakan ada sebagian ulama yang menyatakan bahwa yang terpenting dari pakaian itu adalah terhormat. Itu tidak benar. Karena tidak ada satupun ulama yang mengatakan demikian.

Dan masalah terhormat ini tidak mempunyai batasan sehingga mengacaukan pandangan dan mengacaukan pemahaman. 

***

Quraish Shihab: Kalau ibu tanya bagaimana dengan keluarga saya. Istri saya pakai jilbab. Anak saya yang tertua pakai jilbab atas kesadarannya. Bukan karena saya pilih-pilih. Anak saya itu yang paling kecil itu, yang dikedokteran itu (sambil menunjuk anaknya yang hadir dalam acara tersebut. keluarga Shihab hadir semua dalam acara itu) sdah mau pakai jilbab. Tapi saya bilang yang penting sadar. Saya beranggapan jilbab baik. Tetapi jangan paksakan orang pakai jilbab karena ada ulama yang berpendapat bahwa jilbab tidak wajib. Ada ulama yang berkata wajib menutup aurat. Sedangkan aurat diperselisihkan oleh ulama apa itu aurat.

(tanggapan)

Zain An-Najah: Pernyataan Bapak Quraish Shihab bahwa sebagian ulama ada yang mengatakan jilbab itu tidak wajib. Pernyataannya tidak benar. Karena seluruh ulama mengatakan bahwa jilbab itu wajib. Mereka hanya berbeda apakah seluruh anggota tubuh wanita itu ditutup, artinya mereka mewajibkan cadar atau pendapat kedua, semua anggota tubuh wanita itu ditutup kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Perbedaannya hanya pada dua masalah tersebut. Dan tidak ada satupun yang mengatakan bahwa jilbab tidak wajib!

Bapak Quraish Shihab mengatakan bahwa para ulama berbeda pendapat di dalam menentukan batasan aurat. Kita katakan, memang benar para ulama berbeda dalam menentukan batas aurat perempuan. 

Tetapi sekali lagi perbedaannya hanya pada apakah wajah dan kedua telapak tangan itu aurat atau tidak. Kalau yang mengatakan itu adalah aurat, mereka mengatakan bahwa cadar wajib. Yang mengatakan wajah dan telapak tangan tidak aurat berarti mengatakan jilbab itu wajib tetapi boleh dibukan wajah dan kedua telapak tangannya. 

Tidak ada satupun ulama yang mengatakan bahwa rambut bukan aurat. Tidak ada satupun ulama yang mengatakan bahwa bagian terdalam wanita seperti payudara dan sebagainya bukan aurat. Tidak ada satupun ulama yang mengatakan betispun bukan aurat. Tidak ada yang mengatakan seperti itu. Jadi perbedaannya hanya apakah wajah dan kedua telapak tangan itu aurat atau tidak.

***

Quraish Shihab: Eh ini orang pakai jilbab sejak tahun berapa toh ini? kira-kira 20-30 tahun belakangan ini. 

Ibu: Di Indonesia

Quraish Shihab: Ya di Indonesia. Dulu itu istrinya Buya Hamka pakai jilbab atau tidak? 

Ibu: Tidak

Quraish Shihab: Aisyiyyah (Muhammadiyah) pakai jilbab atau tidak? Muslimat (NU) pakai jilbab atau tidak? Itu pertanda bahwa sebenarnya ulama beda pendapat. Nah kita ingin orang memakai jilbab itu dengan penuh kesadaran.

(tanggapan)

Zain An-Najah: Pernyataan Bapak Quraish Shihab bahwa di Indonesia ini baru muncul 20 tahun terakhir ini. Kemudian sebagian tokoh muslim Indonesia seperti Buya Hamka, istrinya tidak pakai jilbab. Kemudian juga Muslimat Nahdlatul Ulama tidak pakai jilbab, itu kemudian dijadikan dalil bahwa ternyata para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini, pernyataan seperti itu tidak benar.

Karena di dalam mengambil sebuah hukum, tidak boleh menggunakan sikap perorang. Tidak boleh menggunakan perilaku perorangan. 

Kalau dikatakan bahwa istrinya Buya Hamka tidak pakai jilbab maka dari itu kita boleh meniru istrinya buya Hamka, kita katakan kepada Bapak Quraish Shihab, Istrinya Nabi Nuh itu kafir. Apakah terus dengan begitu kita boleh kafir karena istrinya Nabi Nuh kafir? Kemudian istrinya Nabi Luth itu juga kafir. Apakah kemudian kita membolehkan kita kafir karena merujuk kepada istrinya Nabi Luth? Sebagian paman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu juga menentang Islam. Apakah kemudian kita menyatakan bahwa boleh menentang Islam karena sebagian paman Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam itu menentang Islam. Begitu juga anaknya Nabi Nuh, itu juga tidak mengikuti ajaran Nabi Nuh, tidak mengikuti ajaran Islam. Apakah terus kita boleh mengatakan kepada anaka kita, wahai anak kau boleh menentang Islam karena anaknya Nabi Nuh juga menentang Islam. 

Tentunya ini tidak bisa diterima. Jadi intinya tidak boleh menjadikan perilaku seorang tokoh atau perilaku masyarakat sebagai dasar daripada pengambilan hukum. 

Yang benar dasarnya dalam mengambil hukum adalah Al-Qur'an dan Sunnah serta beberapa kaidah yang telah diletakkan oleh para ulama. Dan tidak ada satupun dalam kaidah tersebut bahwa perilaku seseorang, perilaku tokoh bisa menjadi sumber pengambilan hukum.

Perlu saya tambahi di sini, bahwa bisa saja ulama tersebut, tokoh masyarakat tersebut yang istrinya tidak pakai jilbab atau anaknya tidak pakai jilbab, barangkali ulama tersebut meyakini bahwa berjilbab wajib. Hanya saja istrinya membangkang, atau tokoh tersebut, orang tua tersebut telah menasehati anaknya, tetapi anaknya tidak mau mendengar nasehat bapaknya. Jadi sekali lagi, perbuatan sekeluarga dari para ulama itu tidak bisa dijadikan dasar untuk pengambilan hukum.

***

Quraish Shihab: Yang penting begini bu, pakaian terhormat. Itu menurut hemat saya.

(tanggapan)

Zain An-Najah: Perkataan Bapak Quraish Shihab yang penting adalah pakaian terhormat. Ini adalah pernyataan yang sangat naif. Karena pakaian terhormat, sekali lagi tidak mempunyai batasan yang jelas. Pakaian terhormat menurut Quraish Shihab berbeda dengan pakaian terhormat menurut artis. Dan berbeda pula pakaian tehormat menurut orang-orang yang lain.

Sehingga pernyataan pakaian yang terhormat adalah pernyataan yang sangat naif yang jauh dari dasar-dasar agama.

***

Quraish Shihab: Jadi berjilbab baik, bagus. Tetapi boleh jadi sudah melebihi apa yang dikehendaki oleh Tuhan.

(tanggapan)

Zain An-Najah: Pernyataan Bapak Quraish Shihab bahwa jilbab itu bagus tetapi boleh jadi orang yang memakai jilbab itu sudah melebihi apa yang dikehendaki oleh Tuhan adalah pernyataan yang sangat gegabah. Karena kalimat berlebihan itu menunjukkan negatif. 

Allah Subhanah wa ta'ala sendiri melarang kaum Muslimin untuk berlebih-lebihan di dalam mengamalkan ajaran Islam. Karena orang yang berlebihan dalam mengamalkan ajaran itu maknanya adalah negatif, sesat dan menyesatkan.

Oleh karena itu kalimat orang yang menggunakan jilbab itu berlebih-lebihan dalam mengamalkan Islam dan boleh jadi sudah melebihi apa yang dikehendaki Tuhan adalah pernyataan yang sangat sembrono dan itu menyatakan bahwa yang memakai jilbab telah melanggar pesan-pesan Allah untuk beragama Islam secara wajar.

Kemudian yang perlu saya tekankan di sini bahwasanya memang kita harus menghormati perbedaan pendapat di dalam agama Islam ini. Tetapi yang kita hormati itu adalah pendapat-pendapat yang memang masih dalam koridor ajaran Islam dan menggunakan metode yang telah diletakkan oleh para ulama. Sebagaimana yang dikatakan oleh salah seorang ulama, tidak semua perbedaan pendapat bisa diterima, kecuali perbedaan pendapat yang masih berada dalam koridor syariah. Adapun pendapat dari sebagian orang yang tidak mempunyai background syariah, maka itu tidak bisa diterima. Apalagi tidak menggunakan metodologi yang telah diletakkan oleh para ulama.

Demikian apa yang saya sampaikan ini, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kaum Muslimin di mana pun juga berada. Wabillahi taufiq wal hidayah. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


(www.lppimakassar.com)

56 komentar:

memang kalau saya menonton ceramah Quraish shihab, agak kurang nyambung dengan pemahaman saya, masih bnyak rancunya.

sya percaya bapak quraish shihab seorang yg berilmu yg faham betul apa yg di katakan dan diaplikasikan berdasarkan ilmu yg di fahaminya...karna kfahaman terhadap ajaran agama adalah hidayah...Allah memberikan hidayah kepada orang yg di kehendakiNya...

Zain An-Najah: Pernyataan itu tidak benar. karena tidak kita dapatkan dalam buku-buku literatur fikih yang tidak mewajibkan berjilbab. Seluruh ulama telah mewajibkan berjilbab. Maka perlu kita tanyakan kepada Bapak Quraish Shihab bahwa siapa ulama, namanya siapa, di buku mana dan kapan mengatakan jilbab itu tidak wajib?

(( emang nya pak quraisy shihab bilang: jilbab nggak wajib, tah??
pak quraisy shihab nggak bilang kalo jilbab itu nggak wajib,,
beliau bilang "Ah justru kita baru memulai membahas apa itu jilbab ulama sudah beda pendapat. Ada yang mengatakan kerudung, ada yang mengatakan baju lebar dan sebagainya.".
jadi dari awal aja, pak zain an-najah udah salah mengartikan kata2 pak quraisy shihab))

Zain An-Najah: pernyataan 'yang penting itu pakaian terhormat atau sopan' pernyataan itu tidak tepat dan tidak benar. Karena tidak mempunyai kriteria yang jelas. Boleh jadi orang yang menggunakan pakaian atau wanita yang memakai pakaian di atas lutut yang kelihatan betisnya oleh sebagian kalangan dinyatakan terhormat.
((mungkin kita bisa liat dari sudut filsafatnya,, yg namanya fiqh tiap ulama, tiap daerah, tiap situasi tuh berbeda,, kalo udah nggak ada lagi perbedaan nya itu namanya syari,,
masalahnya, masih sesuai kah? masih relevan kah? dengan konteks keadaan sekarang?
di daerah arab, wajar aja jilbab di pake sampe nutupin wajah n tangan, pake cadar gitu, karena kaum adam dsna juga nafsunya lebih tinggi d banding indonesia,, mereka liat tangan mulus aja udah keringetan, karena dsna juga daerahnya tandus, sehingga hormon mudah naik,, n dsna juga banyak debu, sehingga pake cadar tuh menjadi maslahat buat muslimahnya, untuk menjaga diri.

lha di indonesia? yang namanya tangan udah nggak lagi nimbulin syahwat,
makanya segala fiqih tuh harus bener2 di sesuain ama tempat, waktu, keadaan,,
hukum berubah sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. dan pak quraisy shihab menyesuaikan dengan apa yang ada sekarang))

sya percaya bapak quraish shihab seorang yg berilmu yg faham betul apa yg di katakan dan diaplikasikan berdasarkan ilmu yg di fahaminya...karna kfahaman terhadap ajaran agama adalah hidayah...Allah memberikan hidayah kepada orang yg di kehendakiNya...

anonim : hukum berubah sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. dan pak quraisy shihab menyesuaikan dengan apa yang ada sekarang))

hukum islam tidak berubah hingga akhir zaman, yang merubah itu adalah orang - orang ahli bid'ah dan merasa lebih pandai daripada Rasulullah dan tabi'in!!!

apasih dikit2 nyinggung yg ngelakuin bid;ah hasanah.!!! gak nyambung ama konteks artikel ini woooyyy

ceramah quraish shihab memang sering "hmmmm"

Orang-orang yang senantiasa mengedepankan akal pikirannya dibanding syariat yang telah ALLAH tetapkan tidak akan pernah paham dengan hukum atau syariat Islam...
jika saja beberapa orang dari yang berkomentar ini mengatakan hukum disesuaikan dengan tempatnya, maka dimana anda mengambil dalil?
sungguh orang-orang berilmu sangat takut mengatakan sesuatu tanpa diilmui terlebih dahulu...
kemudian sikap berlebih-lebihan dengan mengagumi seseorang yang masih hidup adalah hal yang tidak semestinya terjadi pada umat Islam...
waLLAHU a'lam.

dari saya kecil dan dari bapak moyang saya sampai sekarang dalam mengajari saya., kalau aurat wanita ya seluruh anggota badan kecuali muka dan telapak tangan.udah, itu doank (titik).
kalau masalah penyesuaian, masalah perkembangan masyarakat, itu gak bisa dibuat referensi untuk mengubah aturan dan hukum Allah SWT.
emangnya UUD yang bisa di AMANDEMEN !!!??
payah.,

coba amati pernyataan2 quraish shihab kpd ibu yg bertanya...
pinter sekali ia mengecoh umat dengan pernyataan2 batilnya
dasar syiah keledai dungu!!

Yupp, yang bathil pasti kalah ... Aaimiin...

Mas bro kalau berani buat forum diskusi aja sama pak qurais shahab
..

Bantahan yg hebat,QURAISH SHIHAB memang aneh,operasi kilamin aja halal menurut dia,saya org islam dan membaca dlm ALQUAN,yg saya tau wanita tdk berjilbab HARAM HUKUM NYA,OPERASI KELAMIN jg HARAM HUKUMnya,TANPA KERAGUAN SEDIKIT PUN.

yang tidak dapat menerima perbedaan pendapat berarti tidak berjiwa besar....karena kita ini tercipta memang berbeda2.....

Yang terjadi di atas ini bukan perbedaan pendapat!

Pendapat Quraish Shihab tentang Jilbab ini MERUBAH hukum Allah, menghalalkan yang haram.

Fenomena seperti ini adalah kebiasaan ulama-ulama (para pendeta) Bani Israil di zaman dahulu yang sering merubah hukum Allah. Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Dengan itu, Rasulullah menganggap Bani Israel telah menjadikan para pendeta itu sebagai Tuhan-tuhan selain Allah, karena membuat hukum baru dan mereka (umat/ bani israel) tetap patuh dan tunduk kepada para pendeta tersebut. Jadilah mereka kaum yang dilaknat!

semoga Allah mengampuni orang2 yang mendukung quraish shihab,sesat yaaa sesat...astagfirrolloh...

Pertanyaan kami,

1. Apakah jika terbukti seseorang sesat dalam satu hal, apakah juga sesat dalam semua hal?

2. Artinya, apakah ummat Islam tidak boleh mengambil pendapat Quraish Shihab dalam masalah lain yang sesuai dengan ajaran Islam?

Atas jawabannya disampaikan terimakasih (www.smklafurqan.com)

For smkalfurqan.com

Jawabannya adalah sebagai berikut:

1. Tidak selamanya seseorang sesat dalam satu hal kemudian sesat dalam semua hal. Kita harus obyektif dan adil dalam menilai seseorang. Karena kita hanyalah manusia, kadang salah ijtihad dan salah berpendapat.

2. Begitu juga dengan poin kedua ini, kita mengambil pendapat Bpk. Quraish Shihab yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Bukan Al-Qur'an dan Sunnah yang sesuai dengan pendapat Bpk. Quraish Shihab. Syukran.

Yang benar wajib memakai jilbab atau wajib menutup aurat? kalau memakai jilbab tapi aurat tetap kelihatan apa boleh? karena kain jilbab bisa saja dibuat transparan...

Gak mungkinlah bpk quraish sihab menjawab jilbab itu wajib, soalnya anaknya (najwa shihab/mata najwa) aja gk pke jilbab. Ntar kalau bilang wajib bisa jadi boomerang. :D
Makanya jawabnya pke ngellleeessss

ass...
saya rasa penyataan quraisihap BENAR. ..setau saya 20 tahun yang lalu islam di indonesia tidak menggunakan jilbab yang seperti sekarang. ..dan di arab saudi juga tidak menggunakan jilbab yang seperti sekaran (sampai menutup semua red.) ..mungkin kita perlu mengetahui sejarah apakan siti aisah istri rosul menggunakan jilbab (seperti yang bagaimana red). ..yang saya takutkan perkembangan islam sudah terlalu jauh.. .. sehingga membuat kita merasa lebih bersih dari yang rosul ajarkan

Ambil yang baik, yang tidak di buang saja. Pak QS itu manusia juga, bisa jadi beliau salah.

Syaifi

Anonim=quraish shihab, hehehe.....gila....belain tuh....sampe mati, klo salah ya salah sj, mana ada undang2 mngikuti prkembangan masyarakat, kelak membunuh boleh donk klo pembunuhan banyak....pake otak donk anonim.

hukum Islam tidak akan berubah hingga ahir zaman...karena ALLAH yang menciptakan seluruh alam ini dan manusia lebih tahu...,dan ilmu ALLAH tak terbatas !! camkan wahai kaum yang doyan merubah2 ayat ALLAH!!apakah kalian merasa akal kalian cerdas dengan gelar kesarjanaan kalian? S1,S2,S3...walaupun sampai S100 tidak akan bisa menandingi ilmu ALLAH??buktikan!!buat satu ayat yang seperti Al-Qur'an!!

Bukannya Allah sudah perintahkan dalam surat An-Nuur ayat 31 dan Al-Ahzab 59 untuk wanita muslim menutup aurat? Masa hukum Allah mau dilawan, ya kali Al-Qur'an bisa diamandemen kaya UU kita itu -_-

yang tidak suka penjelasan pak Quraish shihab tentang ayat tersebut boleh kok lakukan penelitian dan pelajari ayat tersebut sendiri. coba baca ayat tersebut dan ayat lain yang berhubungan. pelajari arti bahasa arabnya definisikan sedetail mungkin. Allah Maha Pemberi petunjuk asalkan diri kita jujur untuk mencari kebenaran bukan emosi semata.

klo boleh saya bantu inti yg harus di perdalam sebenernya ada 2 hal

1. definisi Jilbab
2. definisi Aurat

saya rasa semua setuju tentang wajib menutup aurat dan memakai jilbab

Pak quraish sihab hanya manusia bahkan bukan nabi, nabi yang bisa dikatakan dekat dengan Allah pun pernah salah

menurut saya tak perlu terlalu bersemangat menghakimi orang, apalagi disaat kita juga belum mendalami ayat tersebut.

sedikit berbagi penenang,

bukankah Allah sudah mengatakan akan menjaga keaslian Al-Quran ??
bukankah Allah Maha Mengetahui isi hati kita ?
bukankah Allah Maha Pengampun ?



Allah menyukai kelembutan.

dasar syiah qurais shihab

Para ulama' sendiri berbeda pendapat tentang masalah aurat yang harus ditutupi oleh kaum wanita ketika mereka bertemu dan berinteraksi dengan kaum pria. Perbedaan pendapat ini didasarkan pada penafsiran ayat al-Qur'an Surat an-Nûr ayat 31 yaitu :


1. Pendapat Al-Ahnaf (pengikut Hanafi) berpendapat bahwa wanita boleh membuka muka dan kedua telapak tangan namun pria tetap haram melihat kepadanya dengan pandangan syahwat

2. Dalam madzhab Maliki terdapat tiga pendapat:
· Mengatakan wajib menutup muka dan kedua telapak tangan.
· Tidak wajib menutup muka dan kedua telapak tangan tetapi pria wajib menundukan pandanganya.
· Perbedaan cantik dan tidak cantiknya seorang wanita, jika ia cantik maka ia wajib menutup muka dan kedua telapak tangan sedangkan wanita yang tidak cantik tidak wajib menutupnya atau disunahkan
3. Jumhur Madzhab Syafi’i mengatakan tidak wajib menutup wajah dan kedua telapak tangan sekalipun mereka berfatwa untuk menutupinya
4. Madzhab Hambali : mengatakan wajib menutup keduaanya
5. Jumhur Fuqaha (golongan terbesar ahli-ahli fiqh) berpendapat bahwa muka dan dua telapak tangan bukan aurat karena itu tidak wajib menutupnya tetapi wajib ditutup jika dirasa tidak aman.

Hati2... kalau terjebak Fanatik TOKOH atau terkesima tanpa ILMU, bisa bisa apapun yang dikatakan sanga TOKOH yang TERKENAL dijadikan PEMBENARAN.
Quran, Sunnah, dan Pemahaman Shabat Nabi itu no 1,
siapapun bisa ditolak/ diterima ucapannya, kecuali Rasulullah.
Kiblat Hukum Jilbab adalah zaman Nabi dan para sahabat, bukan zaman Indonesia bung.... Wassalam

Sodara Qurais Shihab yakni Umar Shihab MUI adalah SYIAH TULEN!

dari dialog antara seorang ibu dengan Bapak Quraish Shihab seperti dalam tayangan saya dapat mengambil kesimpulan :
1.Ibu itu belum paham betul hukum memakai/tidak memakai jilbab menurut Al Qur'an dan Hadist ( saya kira ini umum saja kalau orang belum tahu )
2.Bapak Quraish Shihab cara menjawabnya sangat emosional dengan balik menanya kepada ibu tersebut sehingga kebingungan.
3.Seharusnya Bapak Quraish Shihab yang diakui sebagai ulama besar dan panutan masyarakat memberikan jawaban yang mudah dimengerti ibu tersebut ( berdasarkan ketentuan dalam Al Qur'an & Hadist ), bukan pendapat sebagian ulama.
4.Saya sendiri dari keluarga Alaydrus, isteri dari keluarga Shahab malu mendengar jawaban beliau itu.

setelah melihat tayangan dialog seorang ibu dengan Bapak Quraish Shihab saya mengambil kesimpulan :
1. Ibu itu belum mengetahui hukum berjilbab menurut Al-Qur'an & Sunnah (saya kira hal ini wajar saja maka dia menanya kepada Ulama Besar seperti Bapak Quraish Shihab).
2. Jawaban Bapak Quraish Shihab sangat emosional dengan menanya balik sehingga ibu itu kebingungan.
3. Seyogyanya sebagai ulama besar yang menjadi panutan masyarakat memberikan jawaban menurut hukum yang tertulis dalam Al-Qur'an & sunnah, bukan pendapat2 para ulama, sehingga kesannya mengelak dan tidak tegas.
4. Mengherankan para ulama dari kalangan Habaib sekarang tidak berani tegas ketika bicara soal Faham Syiah & Faham Ahli Sunnah Wal Jamaah,ini membingungkan umat.

Sebetulnya kita sebagai umat islam harus bisa memandang perbedaan adalah suatu rahmat bukan memnjadikan suatu laknat. Ahlak sesorang bukan dilihat dari penampilan fisik tapi lebih kepada perbuatan atau ahlak yang tidak dirasakan bukan atas penilaian diri sendiri tapi manfaat dari yang didapatkan orang lain. Allah memberikan kepada manusia untuk memilih jalannya,karena Allah memberikan Furqan kepada manusia mana yang baik dan mana yang buruk dalam berprilaku semuanya ada konsekuensinya. jadi perbedaan atau perdebatan diatas kita kembalikan kepada diri kita masing-masing mana yang baik utk kita sebagai jalan kebaikan,karena pelakunya bukan siapa-siapa,ya diri kita sendiri mau dibawa kemana mau baik atau buruk dan kita tau resikonya.

Coba dibuka lagi Fiqhnya, Ushul Fiqhnya, Qowa'idul Fiqhnya... Begitu aja ko repoOoottt...

Coba dibuka lagi Fiqhnya, Ushul Fiqhnya, Qowa'idul Fiqhnya... Begitu aja ko repoOoottt...

hukum Allah itu tidak akan pernah berubah sampai akhir zaman! bukan Al-Quran yang mengikuti perkembangan zaman, bukan Al-Quran yang terus menjadi tidak relevan dengan keadaan sekarang, tapi zaman yang harus terus memahami apa yang Allah perintahkan melalui Al-Quran. jangan jadikan alasan-alasan tertentu untuk tidak menjalankan hukumNya.
silahkan buka surat annur ayat 31 dan surat al ahzab ayat 59 mengenai printah berkerudung dan berjilbab..
terima kasih :)

Ukuran Kebenaran Adalah Al-Qur'an dan Alhadits yang sahih..boleh berpendapat beda tapi harus mempunyai dasar yg kuat..

Jilbab pakaian wanita muslimah. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai berikut;
Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam Al-Quran berfirman yang artinya : “Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih muda untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang," (Al-Ahzab : 59).
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali ( yang biasa ) nampak darinya. Dan hendakkah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka,” ( QS. 24 : 31).

anonym:ass...
saya rasa penyataan quraisihap BENAR. ..setau saya 20 tahun yang lalu islam di indonesia tidak menggunakan jilbab yang seperti sekarang. ..dan di arab saudi juga tidak menggunakan jilbab yang seperti sekaran (sampai menutup semua red.) ..mungkin kita perlu mengetahui sejarah apakan siti aisah istri rosul menggunakan jilbab (seperti yang bagaimana red). ..yang saya takutkan perkembangan islam sudah terlalu jauh.. .. sehingga membuat kita merasa lebih bersih dari yang rosul ajarkan.

padahal Tuhan sendiri yang memerintahkan Rasul menyuruh istri-istri orang yang beriman memanjangkan kain penutup kepalanya sampai ke dada, belum cukupkah menjadi bukti?

bagi saya, yang salah itu Quraih shihab adalah seorang tokoh islam yang penting, ia membuat tafsir Al-Quran. setidaknya ia harus sedikit berhati-hati dalam mengeluarkan pendapatnya. karna bisa jadi banyak yang mengelak memakai jilbab karena pendapat pak quraish shihab itu. tapi, bagaimanapun juga, ia hanya manusia yang bisa melakukan kesalahan, mungkin ia punya alasan lain berkata seperti itu. wallahu 'alam bishawab.

mungkin karena bpk quraisyihab lebih cenderung ahli dibidang tafsirnya ya daripada dibidang fiqihnya, jadi beliah sangat mendalami dalam hal maknanya,
sehingga kalo orang mendengarkan agak sulit untuk faham, karena mereka pengennya yang praktis aja,

Kalo orang jawa kowek pake nama Priyono Shihab keren gak ya?

mari kita belajar lagi, ust shihab ulama ahli tafsir, tidak mudah menjadi ahli tafsir, butuh penguasaan sejarah islam, tata bahasa arab, balaghoh, ilmu hadist dan ilmu ilmu pendukungnya, ilmu sy dibandingkan beliau huuh jauh... tp sy mau belajar tanpa mencela, bukankah yg memberi hidayah hanya Allah ...

buat saudara @anonim ada Fb nya ga' tolong di add bnyak yang saya mau diskusikan
termasuk pemilik hosting ini
www.lppimakassar.com

Pak, istighfarlah karena anda sudah memcela kaum adam di Arab. Berapa orang yg sdh anda cela dgn berkata dmikian?pernahkah anda pergi ke Arab (Saudi, Dubai, Qatar, dll??)sy tinggal di Qatar 9 thn. Ada jg yg sdh 15 thn tinggal disini. Beribu2 org ind tinggal dsini sbg pekerja profesional di pabrik migas & kimia. Tanyakan kepada mereka perbedaan ttg khidupan disini dan di ind. Atau, cobalah mmbuka blogspot wni yg mnceritakan khidupan d Arab. Buka mata pak..dan..seringlah dengar radiorodja bt pencerahan pmikiran anda. Smoga Allah mmbuka hati anda

saya rasa apa yang menjadi ijtihad pak shihab bisa kita ikuti ataupun tidak, soalnya saya pernah dengar di pengajian kalau seseorang (punya ilmu yang mumpuni dibidangnya) melakukan ijtihad, jika benar maka mendapatkan 2 pahala, jika salah cuma dapat 1 pahala, hal itu berarti beliau tidak berdosa sama sekali, ada yang mengatakan sesat ada juga yang mendukung, kita bisa berpendapat tapi jangan sampai mengatakan hal-hal yang kurang baik tanpa landasan ilmu dan setelah melakukan tabayyun. kalau menurut saya sih jilbab tetap wajib, perkara yang disampaikan pak shihab adalah hasil ijtihad beliau dan saya percaya beliau adalah orang yang berilmu dan bisa mempertanggung jawabkan apa yang telah beliau sampaikan.

Saya percaya dengan pak Quraish Shihab. Beliau insyaallah 'aliim dan 'ariif.

ketimbang saling mencari perbedaan & pembenaran yang berujung saling mencela sesama muslim...
bukankah sejarah sudah membuktikan, lemahnya Islam dikarenakan umat saling merasa benar dan saling mencari kesalahan di antara perbedaan...
perdebatan dan salig mencela sesama muslim sangat membuat musuh2 Islam bahagia dan merasa menang...
mari kita bersatu di dalam "persamaan" dan perbanyaklah berShalawat & berTaffakur serta sebarkan Cinta Kasih Sayang ke sesama Mahluk Allah SWT seraya berharap ridho dan rahmatNya selalu tercurah berlimpah untuk Umat Islam Akhir Zaman. Amiiin Ya Rabb Ya Mujib....

Cakeeeep.... Anonim setuju. mbo kalau mau berbeda pendapat Boleh...tapi kalau mau mengkoreksi...sebaiknya posisikan kita harus selevel dengan Beliau. Yaitu Alhi Tafsir yg juga diakui oleh Indonesia dan Dunia, karena Beliau Tafsirnya tidak hanya diakui oleh Indonesia tapi ulama dunia.

Jangan sampai kita mengkritik yang baru lulus sekolah mengkritik yg sudah Prof. Siapa kita. Jangan menunjukkan kedangkalan Ilmu kita sendiri.

Wassalam

Tidak semua yang bergelar Prof. dan sudah menulis tafsir lantas kita terima SEMUA pendapatnya.

Dalam hal ini beliau jelas sangat keliru ketika merubah hukum berjilbab yang Allah sudah wajibkan.

Dan beliau ini dikritisi oleh seorang pakar hukum syariah, seorang doktor yang ahli di bidang hukum Islam lulusan Universitas Al-Azhar Mesir

AL AHZAB 59 dan QURAISH SHIHAB, SYI AH DAN JILBAB (pengakuan beliau )di
http://www.youtube.com/watch?v=d-vqUwYRsQA
bantahan untuk Quraisy Shihab yang suka nyesatin orang.flv
http://www.youtube.com/watch?v=TpKeCImqnYQ
http://www.lppimakassar.com/2013/01/video-bantahan-terhadap-prof-quraish.html

Quraish Shihab, Syi’ah, dan Jilbab
http://nahimunkar.com/quraish-shihab-syiah-dan-jilbab-2/

Quraish Shihab menggugat Bukhari Yang Tidak Berpegang Pada Ahlulbait
https://www.facebook.com/notes/ria-satria/quraish-shihab-menggugat-bukhari-yang-tidak-berpegang-pada-ahlulbait/10151242773894318?comment_id=26744799&offset=0&total_comments=18&notif_t=note_reply

Quraish Shihab: Katup Jantung Babi, Jilbab, Syi’ah, dan Tafsir Al-Mishbah
http://nahimunkar.com/441/masalah-quraish-shihab-katup-jantung-babi-jilbab-syi%E2%80%99ah-dan-tafsir-al-mishbah-1/#more-441
Masalah Quraish Shihab: Katup Jantung Babi, Jilbab, Syi’ah, dan Tafsir Al-Mishbah
http://nahimunkar.com/?s=Masalah+Quraish+Shihab%3A+Katup+Jantung+Babi%2C+Jilbab%2C+Syi%E2%80%99ah%2C+dan+Tafsir+Al-Mishbah+&x=5&y=4
Quraish Shihab, Syi’ah, dan Jilbab
http://nahimunkar.com/141/quraish-shihab-syiah-dan-jilbab/
Menjawab Syubhat Prof. Quraish Shihab tentang Jilbab
http://voa-islam.com/news/video/2010/04/14/17/menjawab-syubhat-profquraish-shihab-tentang-jilbab/
http://www.lppimakassar.com/2013/01/video-bantahan-terhadap-prof-quraish.html

Islam itu dinamis .jilbab versi arab dan versi indonesia beda.. jilbab diindonesia sesuai keadaan masyarakat setempat selama tidak berdampak dengan syahwat dan zina mata. Itu menurutku sah-sah saja. Intinya menutup aurat wajah dan telapak tangan.anggur merah dan bunga melati apabila pendapatku ini salah mohon dikoreksi.

Poskan Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More