Tanggapan Majalah Islam Internasional Qiblati terhadap Jalaluddin Rakhmat

Seorang penanya dalam Surat Pembaca Majalah Islam Internasional Qiblati memberikan info gelar Guru Besar Jalaluddin Rakhmat kepada pihak redaksi majalah. Berikut ini pertanyaan dan tanggapan pihak redaksi Majalah Islam Internasional Qiblati,
Gelar Palsu
Assalamu’alaikum. Tahukah Anda, ternyata tokoh Syiah Indonesia, Jalaluddin Rakhmat, belum memiliki gelar Guru Besar (profesor) di UNPAD Bandung. Dan untuk gelar Doktor (Dr), secara administratif pihak UNPAD mengaku belum menerima ijazahnya.
+62823326XXXXX
Redaksi: Wa’alaikumussalam warahmatullah. Kami tidak tahu dan belum mendengar informasi ini sebelumnya, karena memang tidak memiliki kepentingan dan perhatian khusus terhadap yang bersangkutan. Meskipun demikian, kami mempertanyakan kapasitasnya sebagai tokoh Syi’ah. Kami tidak ragu mengatakan bahwa JR sebenarnya tidak memiliki pengetahuan yang cukup luas dan mendalam tentang Aqidah dan ajaran Syi’ah, demikian juga dengan Aqidah Ahlusunnah waljamaah.
Jika kalangan Syi’ah meragukan hal ini, Syekh Mamduh telah menyatakan kesediaannya untuk melakukan debat terbuka dengan yang bersangkutan dan mempersilahkan JR untuk memilih sendiri topik seputar kebenaran Syi’ah yang hendak didiskusikan.
Tentang waktu dan tempat, dalam waktu dekat Syekh akan melakukan Safari Dakwah ke beberapa daerah/kota di Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Debat terbuka dapat dilakukan di salah satu daerah/ kota tersebut. (silahkan ditentukan sendiri). Pihak JR atau pihak lain yang berminat untuk mensponsori dapat menghubungi Qiblati atau panitia setempat. Tawaran ini juga berlaku untuk kalangan Syi’ah selain JR.
Kami mengharapkan pembaca yang memiliki akses kepada beliau dapat menyampaikan jawaban surat pembaca ini, dan kita tunggu bagaimana tanggapannya. Terima kasih atas perhatian dan kesungguhan Anda, semoga Allah memberkahi Anda.
-Selesai dari Majalah Islam Internasional Qiblati-
Tanggapan LPPI Makassar:
Untuk perkara gelar Guru Besar kami ucapkan Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala yang telah memberikan kami kesempatan untuk bisa membuktikan perkataan Imam Syafi’i tentang sempalan Islam yang paling berani bersaksi dusta.
Selanjutnya untuk melihat masalah kepalsuan gelar Guru Besar ini Anda bisa baca pada link ini: www.lppimakassar.com/2012/11/orang-syiah-indonesia-mengambil-agama dari seorang pendusta kelas kakap.html, namun untuk menambah sedikit info mengenai ini,  Syamsuddin Baharuddin di Harian Fajar Makassar menjawab SDP (Surat Dari Pembaca) kami di Harian yang sama dan mengatakan bahwa bisa saja yang bersangkutan –Jalaluddin Rakhmat- meraih gelar Guru Besar di Perguruan Tinggi lain, padahal kita tahu seseorang tidak diberikan gelar Guru Besar kecuali di tempatnya mengajar sebagai Dosen Tetap, dalam hal ini di Universitas Padjadjaran (UNPAD) Bandung.
Kami memohon ampun kepada Allah subhanahu wata’ala jika mengurusi urusan pribadi Jalaluddin Rakhmat dalam rangka mempersulit beliau memperoleh gelar doktor di UIN Alauddin Makassar. Itu adalah prestasi seseorang dalam dunia akademiknya. Dan itu adalah privasi beliau. Namun kami melakukan itu karena gelar Doktor tersebut masuk dalam peluang besar untuk digunakan sebagai alat penyebaran ajaran Syiah yang dalam penilaian Islam itu adalah ajaran yang tidak benar.
Kemudian untuk pengalaman dialog dengan Jalaluddin Rakhmat, secara khusus Ust. Rahmat Abdurrahman, Lc, M.A, sudah dua kali berdialog dengan beliau. Dalam kedua dialog itu sebagian kedustaan Jalaluddin Rakhmat bisa diketahui. Anda bisa membuka link ini:http://www.wahdah.or.id/kajian-dasar/aqidah/kesalahan-jalaluddin-rakhmat-terbongkar-dalam-dialog-syiah-di-makassar.html Untuk beberapa ketidakjujuran beliau yang lain Anda bisa lihat di kolom “Nasehat Untuk Jalaluddin Rakhmat” di samping kanan situs ini (www.lppimakassar.com)
Lebih dari itu, dalam dialog kedua Jalaluddin Rakhmat menganjurkan untuk menghormati upacara agama masing-masing. Anda bisa lihat rekaman pengakuan tersebut dalam video (pada link berikut ini):http://www.lppimakassar.com/2012/03/jalaluddin-rakhmat-mengakui-syiah-agama-tersendiri.html

Sumber: Majalah Islam Internasional Qiblati, Edisi 2 Th. VIII, Muharram-Shafar 1434 H, Desember 2012 – Januari 2013, hal 4.
(lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More