Tanggapan Balik atas ABNA.CO tentang Bendera Republik Syiah Iran

Artikel www.lppimakassar.com yang berjudul "Sejarah Desain Bendera Republik Syiah Iran" mendapat tanggapan dari Ahlul Bait News Agency (abna.ir/ abna.co) dengan judul artikel "Kembali LPPI Makassar Menebar Fitnah tentang Iran". 

Dalam artikel tersebut Kantor Berita ABNA menulis beberapa tanggapan  yang perlu diluruskan, 

Pertama, tidak ada kalimat dalam artikel kami sebelumnya yang memvonis bahwa desain bendera Republik Syiah Iran tersebut berasal dari simbol agama Sikh di India, kami hanya mengatakan, "dimana asal-muasal desain bendera Republik Syiah Iran tersebut. Mudah-mudahan beberapa gambar di bawah ini bisa menjawabnya.", kami menggunakan kalimat 'mudah-mudahan' dan itu bukan vonis!

Kedua, ABNA menulis, "Dalam postingannya yang diberi tajuk, "Sejarah Desain Bendera Republik Syiah Iran", LPPI menulis beberapa pertanyaan yang perlu diberi tanggapan oleh tim redaksi ABNA." 

Tanggapan Kami:

Dalam artikel tersebut tidak ada PERTANYAAN yang kami ajukan, melainkan PERNYATAAN yang kami tulis. Marilah kita jujur dalam membedakan antara Pertanyaan dan Pernyataan.

Ketiga, ABNA menulis, "Siapa sebagian kaum muslimin yang dimaksud LPPI telah terpalingkan hatinya dari mencintai dua kota suci Islam Makah dan Madinah? Bagaimana LPPI bisa memastikan bahwa hati sebagian kaum muslimin itu telah berpaling? Apakah setiap mereka yang melakukan perjalanan ziarah ke kota-kota di Iran dan Irak telah berarti berpaling hatinya dari Makah dan Madinah?." 

Tanggapan Kami:

Bukankah dalam artikel tanggapan itu ABNA menegaskan bahwa mereka juga punya kota suci yaitu Masyhad dan Qom yang berada di Iran? 

"Yang disebut kota suci di Iran hanyalah Masyhad dan Qom. Masyhad disebut suci karena keberadaan makam Imam Ridha as (Imam kedelapan Syiah) dan Qom disebabkan karena di kota itu terdapat makam Sayyidah Fatimah Maksumah (Adik perempuan Imam Ridha as)." Tulis ABNA. Kalau anda (syiah) punya kota suci tersendiri, mengapa anda pergi ibadah di kota suci umat Islam?

Kita juga mengetahui, Syiah berkeyakinan bahwa Ziarah kuburan Imam Husein setara dengan 1000 kali Haji, 1000 kali umrah, 1000 kali berperang bersama Nabi atau Imam yang adil sedangkan yang wukuf di Arafah adalah anak-anak zina, seperti yang dijelaskan oleh Al-Majlisi dalam bukunya Biharul Anwar,  


Baca pembahasan ini pada link ini: http://www.lppimakassar.com/2012/10/ziarah-kuburan-husein-setara-1000-kali.html

Syiah juga berkeyakinan bahwa Karbala lebih mulia dari Makkah, dan keutamaan mengunjungi kuburan Imam Husein -jika diketahui oleh mereka- akan memalingkan hati mereka untuk pergi Haji, sesuai dengan yang diterangkan oleh Al-Qummi dalam Kaamiluz Ziyaarat,

"Iya, Demi Allah, Sendainya saya memberitahumu tentang keutamaan menziarahinya dan fadhilah kuburannya niscaya kamu akan meninggalkan haji, dan tidak akan ada seorang pun dari kalian yang akan pergi haji, celaka kamu, tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah telah menjadikan Karbala sebagai tanah suci yang aman lagi berberkah sebelum Makkah?!" (Kitab Kamiluz Ziyarat, Al-Qummi, Hal 449)


 
 
Baca pembahasan tentang ini pada link: http://www.lppimakassar.com/2012/09/seandainya-jamaah-haji-tahu-mereka.html

Meskipun dalam artikel sebelumnya kami menyebutkan Teheran dan Najaf sebagai kota suci Iran, yang sebenarnya bukan seperti itu menurut keyakinan mereka. Padahal dalam keyakinan Islam, kota suci itu hanya tiga, Makkah, Madinah dan Baitul Maqdis yang berada di Arab Saudi dan Palestina, bukan di Iran dan Irak!

Melakukan ritual-ritual syirik di kuburan imam dan tokoh-tokoh Syiah di Iran dan Irak kadang mengeluarkan biaya sampai Rp. 17.500.000,-. Baca Umrah Ke IRAN. Padahal Hadis Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbunyi, 

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( لاتشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد : المسجد الحرام ومسجدي هذا والمسجد الأقصى ) . متفق عليه .

"Janganlah kalian terlalu berkeinginan pergi kecuali pada tiga Masjid, Masjidil Haram, Masjidku ini (Masjid Nabawi) dan Masjidil Aqsha." (Muttafaq Alaih)

Dan bukankah dalam keyakinan Syiah, Masjidil Haram di Kota Suci Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah akan dihancurkan oleh Imam Mahdi mereka? Baca artikel ini: Imam Mahdi Syiah akan Menghancurkan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, olehnya buat apa mereka (orang syiah) pergi Haji dan Umrah di Masjidil Haram jika berkeyakinan seperti ini? 

Itulah sebagian tanggapan kami, adapun artikel yang dikutip dari IRIB Indonesia yang menjelaskan Sejarah Disain Bendera dan Lambang Republik Syiah Iran, maka itu merupakan haknya untuk menjelaskan negara kebanggaan mereka. Lagian -sekali lagi- kami tidak pernah memvonis bahwa simbol itu berasal dari agama Sikh. Namun jika membaca sejarahnya menurut artikel tersebut, ternyata bendera itu adalah hasil buatan seorang Doktor yang disetujui oleh Khomeini, padahal kita tahu, Khomeini itu telah kafir dan murtad menurut Fatwa Syiah Indonesia. Baca: Fatwa Syiah Indonesia: Al-Qummi, Al-Mufid, Ath-Thibrisi dan Khomeini Telah Kafir dan Murtad!

(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More