Sejarah Desain Bendera Republik Syiah Iran


Tak bisa dipungkiri, Syiah dengan negara Iran-nya telah memalingkan hati sebagian kaum Muslimin. Dulu, mereka mencintai dua kota suci Islam, Makkah dan Madinah, sehingga tiap kali mereka mengingatnya, mereka rindu untuk menziarahinya dengan tujuan umrah atau haji. 

Namun dengan adanya Syiah dan juga dengan Republik Iran telah membuat sebagian dari mereka tersilaukan, kesatuan mereka terpecah. Kecintaan mereka terhadap dua kota suci Islam sedikit demi sedikit menjadi pudar. Digantikan oleh kota-kota 'suci' di Iran seperti Masyhad dan Qom. Setiap kali mereka ingat kepada 'kota-kota suci' itu, mereka niatkan untuk berangkat kesana. Baca: Umrah Ke IRAN

Iran menjadi segalanya dalam hati mereka. Padahal tahukah anda? dimana asal-muasal desain bendera Republik Syiah Iran tersebut. Mudah-mudahan beberapa gambar di bawah ini bisa menjawabnya.


     




Apa itu Sikh?

Kita berikan kesempatan kepada Wikipedia untuk menjawabnya di bawah ini, 

Sikhisme (bahasa Punjabi: ਸਿੱਖੀ) adalah salah satu agama terbesar di dunia. Agama ini berkembang terutamanya pada abad ke-16 dan 17 di India. Kata Sikhisme berasal dari kata Sikh, yang berarti "murid" atau "pelajar".

Kepercayaan-kepercayaan utama dalam Sikhisme adalah:
  • Percaya dalam satu Tuhan yang pantheistik.* Kalimat pembuka dalam naskah-naskah Sikh hanya sepanjang dua kata, dan mencerminkan kepercayaan dasar seluruh umat yang taat pada ajaran-ajaran dalam Sikhisme: Ek Onkar (Satu Tuhan).
  • Ajaran Sepuluh Guru Sikh (serta para cendekiawan Muslim dan Hindu yang diterima) dapat ditemukan dalam Guru Granth Sahib.
Sikhisme dipengaruhi pergerakan perubahan dalam agama Hindu (misalnya Bhakti, monisme, metafisika Weda, guru ideal, dan bhajan) serta Islam Sufi. Agama ini berangkat dari adat-adat sosial dan struktur dalam agama Hindu dan Islam (contohnya sistem kasta dan purdah). Filsafat dalam Sikhisme bercirikan logika, keseluruhan (bersifat komprehensif), dan pendekatan yang sederhana terhadap masalah-masalah spiritual maupun material. Teologinya penuh kesederhanaan. Dalam etika Sikh, tidak ada konflik antara tugas pribadi terhadap diri sendiri dengan masyarakat.

Sikhisme berasal dari daerah Punjab di India, namun kini pengikutnya juga dapat ditemukan di berbagai penjuru dunia yang mempunyai komunitas India. Di Asia Tenggara, umat Sikh banyak ditemukan di Malaysia dan Singapura. Umat Sikh dapat dikenali melalui namanya yang kebanyakan diakhiri Singh untuk pria dan Kaur untuk wanita.

* Panteisme atau pantheisme (Yunani: πάν ( 'pan' ) = semua dan θεός ( 'theos' ) = Tuhan) secara harafiah artinya adalah "Tuhan adalah Semuanya" dan "Semua adalah Tuhan". Ini merupakan sebuah pendapat bahwa segala barang merupakan Tuhan abstrak imanen yang mencakup semuanya; atau bahwa Alam Semesta, atau alam, dan Tuhan adalah sama (wahdatul wujud/ paham syirik dan kufur/ penyatuan Dzat Tuhan dengan makhluk). Definisi yang lebih mendetail cenderung menekankan gagasan bahwa hukum alam, Keadaan, dan Alam Semesta (jumlah total dari semuanya adalah dan akan selalu) diwakili atau dipersonifikasikan dalam prinsip teologis 'Tuhan' atau 'Dewa' yang abstrak. Walau begitu, perlu dimengerti bahwa kaum panteis tidak percaya terhadap seorang Dewa atau Dewa-Dewa yang pribadi dan kreatif dalam segala bentuk, yaitu merupakan ciri khas utama yang membedakan mereka dari kaum panenteis dan pandeis. Dengan begitu, meskipun banyak agama mungkin mengklaim memiliki unsur-unsur panteis, mereka biasanya sebenarnya sejatinya panenteis atau pandeistik.






Catatan Penting: Artikel ini ditanggapi oleh Kantor Berita Ahlul Bait News Agency (abna.co) dengan judul artikel, "Kembali LPPI Makassar Menebar Fitnah tentang Iran" dan alhamdulillah artikel bantahan tersebut telah kami bantah pula, silakan baca di sini: Tanggapan Balik atas ABNA.CO tentang Bendera Republik Syiah Iran atau link ini: http://www.lppimakassar.com/2013/01/tanggapan-balik-atas-abnaco-tentang.html


(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

Sumber: http://fnoor.com/main/articles.aspx?article_no=3584#.USSb0VLjpcE

1 komentar:

Poskan Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More