Sedikit tentang Pahlawan Revolusi Iran (2-selesai)

Sebelumnya kami turunkan bagian pertama dari tulisan tentang tokoh revolusi Iran pada link ini: http://www.lppimakassar.com/2013/01/sedikit-tentang-pahlawan-revolusi-iran.htmlberikutnya kami mengajak pembaca untuk mengetahui lebih banyak tentang tokoh kita yang satu ini.
Khomainy percaya bahwasanya para imam senantiasa memiliki pengetahuan abadi
“Para Nabi memiliki kedudukan ruhani yang begitu tinggi yang dikenal dengan ruh kudus.  Denganya mereka senantiasa memiliki pengetahuan abadi yang meliputi segala sesuatu sampai benih kecil sekalipun”. [Al-‘Arbaun haditsan, Khomainy, halaman 597]
Khomainy berkata: tidak ada satupun bisa mencapai derajat keimaman tidak malaikat dan tidak pula Nabi. [Al-Hukumah al-Islamiyah, 93]
Termasuk pokok ajaran madzhab kami bahwasanya tak ada satupun yang dapat mencapai derajat keimaman, bahkan Nabi dan malaikat sekalipun.
Khomainy berkata: sesungguhnya para imam hadir ketika seorang anak manusia dalam keadaan sekarat.
“Kami percaya sebagaimana meraka juga percaya bahwasanya Amirul Mukminin hadir ketika anak manusia dalam keadaan sekarat baik itu mukmin, kafir atau munafiq”. [Al-Mi’ad fi nazhri al-Imam al-Khomaini, 177]
(Catatan: Terlepas dari penyimpangan dalam perkataan tersebut  mengapa Khomainy tidak mengatakan bahwa Rasulullah juga datang kepada orang yang sekarat? Apakah kedudukan ini hanya terkhusus bagi Ali saja?)
Khomainy berkata: Kitab-kitab amal kelak dihaturkan pada al-Mahdi.
“ Kita bisa menggambarkan secara nyata catatan amalan kita sebelum dihaturkan pada Rabb dan sebelum dihaturkan pada Mahdi. Sesungguhnya catatan amalan kita dihaturkan padanya dua kali dalam sepekan berdasarkan riwayat”. [Al-Mi’ad fi Nazhri al-Khomainy, 368]
Khomainy menganggap bahwasanya hari raya milad al-Mahdi itu lebih mulia dari milad Rasulullah
Milad Mahdi adalah sesuatu yang besar bagi kaum muslimin bahkan lebih besar ketimbang milad Nabi Muhammad. [Wasiatu al-Khomainy, 47]
(Catatan: Demikian kedudukan Nabi di hati seorang penggerak bangsa, pencetus revolusi mendunia yang tak ubahnya seperti orang-orang yang congkak lagi zhalim. Hal yang ingin kami tegaskan dini adalah bahwasanya Khomainy tidaklah dikhianati oleh ungkapannya sendiri. Melainkan ini adalah hukuman baginya yang dengannya ia berbangga-bangga dan memperdengarkannya kepada para petinggi. Dan dia orang yang paling mengetahui bahwasanya perkataanya berarti Mahdi itu lebih afdhal ketimbang Nabi.)
Khomainy mengkafirkan Abu Bakar dan Umar serta melabeli mereka berdua bodoh, dusta dan zindiq.
Dua syeikh ini, penyimpangan keduanya terhadap al-Quran, hal-hal yang keduanya halal atau haramkan, dan kezhaliman yang senantiasa mereka tekuni bukanlah urusan kami. Namun dalam hal ini kami hanya ingin menunjukkan tentang kebodohan keduanya terhadap hukum-hukum Allah dan agama. Orang bodoh, pendusta, dan zholim semacam keduanya tidak pantas untuk untuk menempati kedudukan imamah dan waliyu al-amr. [Kasyfu al-Asrar, 107-108]
Amal Umar bersumer dari kekufuran, kezindiqkan dan penyimpangan terhadap ayat-ayat al-Quran. [Kasyfu al-Asrar, 116]
(Catatan: Apalagi yang ditinggalakan oleh Khomainy bagi orang rendahan Syiah jika pencetus revolusinya saja mencela shahabat dengan seburuk-buruk akhlaq. Lalu bagaimana dengan pengikutnya? Bagi mereka yang berusaha mempertemukan antara sunni Syiah lihatlah sikap mereka terhadap orang terbaik dari kalangan shahabat. Sangat lah tidak mungkin orang yang berkata demikian tentang para shahabat menjadi penyeru hari kesucian dunia dan pekan persatuan dunia, tunggu dulu wahai penyeru taqrib!)
Khomainy  berkata: kaum muslimin termasuk orang-orang yang diharamkan dari keutamaan Allah dan rahmat-Nya. Sebab itu hanya untuk kaum Syiah dan tidak selainnya.
Khomainy menukil ayat yang artinya: {… maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.} [al-Furqon: 70]. imam Ali berkata : Pada hari kiamat nanti orang berdosa dari kalangan mukminin digiring sampai ke tempat perhitungan. Hanya Allahlah yang mengetahui tentang perhitungannya dan tidak ada seorangpun dari anak Adam yang mengetahuinya. Ditampakkan seluruh dosanya hingga ia pun mengakuinya lalu Allah berkata pada malikat pencatat: gantilah dosanya dengan kebaikan lalu umumkan pada manusia. Manusia berkata: hamba ini tidak punya dosa satupun. Kemudian ia pun diperintahkan untuk masuk syurga. Inilah penafsiran dari ayat ini. Dan ini hanya dikhususkan untuk pendosa dari kalangan Syiah. Dalam hal ini Khomainy berkomentar. “dan sudah diketahui bersama bahwasanya pengampunan ini terkhusus bagi Syiah Ahli Bait dan tidak bagi yang lain. Karena iman tidak dicapai kecuali dengan wasilah imam Ali atau pewarisnya yang suci dari dosa. Bahkan keimanan pada Allah dan Rasulnya tidaklah diterima tanpa keimanan pada wilayah sebagaimana yang kami sebutkan pada pasal berikut. [Al-‘Arbaun Haditsan, 511]
Khomainy berkata: Penduduk Iran lebih afdhal dari penduduk Hijaz pada masa Rasulullah
Aku berani menyatakan bahwasanya penduduk iran lebih afdhall dari penduduk Hijaz pada zaman Rasulullah. Dan lebih baik dari penduduk Kufah pada zaman Husain bin Ali. Sebab mereka bemuamalah dengan cara yang buruk pada Husain serta banyak membangkang. Sikap  imam yang mengeluhkan tentang hal tersebut  dapat kita dapati dalam kitab sejarah. Kaum muslimin Iraq dan Kuffah telah melakukan kejahatan terhadap Husain bin Ali entah dengan lari dari peperangan atau sekedar duduk berpangku tangan hingga terjadilah musibah yang tercatat dalam sejarah Islam
(Catatan: Sekiranya Khomainy masih hidup dan menyaksikan aksi demo jutaan orang. Generasi yang tumbuh dan belajar revolusi darinya justru merekalah yang membakar dan menginjak-injak fotonya. Masikah dia akan menyanjung generasi ini atau malah melabeli mereka dengan label nawashib, para pengikut buta lagi berwajah masam).
Khomainy membolehkan anal sex dan mencumbu paha bayi.
Masalah ke 11- pendapat yang masyhur dan yang paling kuat tentang bolehnya mensetubuhi istri dari duburnya meskipun sangat dibenci dan yang lebih selamat adalah meninggalkannya terlebih lagi jika sang istri tidak menyukainya.
Masalah 12- tidak boleh mensetubuhi wanita kecuali jika telah genap sembilan tahun.  Entah itu dilakukan dalam pernikahan yang  statusnya selamanya atau sementara. Adapun mencari kepuasan seks dengan cara lain semisal menyentuh dengan syahwat, memeluk dan menikmati paha maka itu tidaklah masalah bahkan jika dilakukan terhadap bayi sekalipun. [Tahriru al-Washilah, 221]
(Catatan: Peyimpangan orang ini seolah tak ada batasnya. Dalam hal akidah penuh dengan khurafat penuh kedengkian. Dalam hal fikih nyeleneh bin bermudah-mudah. Tidak diragukan lagi bahwasanya ialah sang pemimpin revolusi sesat.)
Khomainy berfatwa bolehnya mengambil harta orang Sunni dan dan larangan untuk mensholati jenazahnya
“… agar tidak terjadi perampasan terhadap harta kaum muslimin, kafir dzimmi, dan mereka-mereka yang dalam perjanjian atau yang semisalnya dari kalangan yang diharamkan hartanya. Dan pendapat yang terkuat adalah menyamakan hukum nasibi dengan kafir yang memerangi Islam dalam hal ghanimah dan juga khumus. Bahkan jelas sekali bolehnya mengambil harta mereka dimanapun berada dan dengan cara apapun.” [Tahriru al-Washilah, 251]
“Dilarang mensholati jenazah kafir kafir apapun itu termasuk  murtad. Dan juga kafir secara hukum seperti orang yang menganut paham nawashib dan khawarij”. [Tahriru al-Washilah, 1/80]
“Nawashib dan khawarij smoga Allah melaknat keduanya. Mereka itu najis selamanya”. [Tahriru al-Washilah, 1/118]
(Catatan: Tidak perlu ditutupi lagi bahwasanya yang dimaksud dengan nawashib menurut ahli taqrib adalah mereka Ahlu Sunnah, Sahabat, para imam yang empat, seluruh ulama dan kaum muslimin. Dan yang perlu diperhatikan disini adalah pembedaan antara nawashib dan khawarij yang menunjukkan bahwasanya itu adalah dua firqah yang bebeda. Maksudnya ialah mereka yang bukan khawarij adalah nawashib dan  yang bukan merupakan khawarij tidak lain adalah ahlu sunnah, maka ambilah ibrah wahai orang yang berakal.)
Khomainy berkata bersedekap membatalkan sholat kecuali dalam keadaan taqiyyah
Yang kedua dari pembatal-pembatal sholat: takfir, yakni meletakkan salah satu tangan diatas tangan lainnya sebagaimana yang dilakukan oleh selain kita. Bahkan hukumnya termasuk membatalkan sholat secara sengaja dan bukan karena lupa. Untuk lebih hati-hatinya sebaiknya diulangi. Namun tidak mengapa sekiranya dilakukan dalam keadaan tiqiyyah. [Tahriru al-Washilah, 166]
Pada tahun 1408 H Khomainy menganjurkan kepada pemimpin Iran untuk membunuh jamaah haji.
Pada tahun 1408 H terjadi musibah besar yang mengguncangkan seluruh negri. Pemeran utama dalam kejadian itu adalah Khomainy yang bersih kukuh tetap melaksanakannya meskipun peringatan telah dilayangkan kepadanya. Hal ini disaksikan oleh Pengawal Presiden Iran yang kala itu besembunyi dalam pakaian haji dan menghalalkan tanah suci  yang menyebabkan ratusan jamaah tewas dan ribuan terluka. Musibah ini dimulai dengan demo yang aman pada awalnya lalu kemudian berubah menjadi aksi anarkis. Nampak para pendemo membawa pisau, parang dan senjata tajam lainnya serta bensin. Dan nampak foto Khomainy diangkat-angkat. Sang Pengobar api fitnah.
(Catatan: Barang siapa yang mengetahui hakikat aqidah Khomainy dan seberapa besar kedengkiannya terhadap tanah suci kaum muslimin, niscaya tidak akan heran dengan kejahatannya yang bertubi-tubi. Khomainy adalah rujukan resmi dan wali fiqh dari sebuah negri yang merasa mulia dengan hukum mereka dan apa yang Khomainy lakukan dalam hal ini adalah persis seperti yang dilakukan teroris Habasyi. Dengan ini lengkaplah sudah. Selain Khomainy seorang wali fiqh dia juga seorang teroris bodoh.)
Khomainy rujukan taqlid dalam busana diktator
Segala jenis tindak pembunuhan dan pengancaman terhadap penentangnya telah dilakoni oleh Khomainy dengan dalih bahwasanya Allah menaungi negrinya.Pemerintah Iran pun telah berupaya mengadakan pengadilan besar guna menyelidiki dan menempatkan kalangan Ahlu Sunnah dalam posisi tertekan, terutama para pemimpin dengan tidak mengizinkan menjalani aktivitas dakwah dan politik. Bahkan kedengkian sampai pada pelarangan membangun masjid bagi Ahlu Sunnah di Tahran. Memenjarakan Syeikh Ahmad hingga wafat di penjara. Ketika Ahlu Sunnah dalam keadaaan penuh tekanan justu mereka mengadakan kerjasma dengan Yahudi dan Nashrani. Tidak ada pelarangan bagi mereka untuk membangun sinagoge dan gereja. Inilah kenyataan yang ada dalam negri iran. Tapi di luar tampak seolah mereka menyiarkan pertolongan terhadap kaum muslimin. Disamping itu Iran juga menandatangani perjanjian senjata dengan Amerika dan Israel. Hubungan kerjasama tampak semakin erat terutama ketika kasus Dosa Iran.  Tapi ternyata mereka menyerah dihadapan tentara Iraq yang datang segala penjuru. Nyata bahwasanya celoteh Husain dan istighatsah kepada al-Mahdi tidak membawa manfaat apa-apa buat mereka.

Ingin tahu lebih banyak tentang hakikat Khomainy kunjungi situs imam Khomainy di http: //www.khomainy.com
(Ibnu Saibun/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More