Melihat Kebodohan Ulama Syiah dalam Ilmu Hadis

Seorang ulama Syiah yang terekam dalam video di bawah ini sedang menjelaskan cara Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam menshahihkan hadis dalam kitab mereka berdua.
Dia berkata,
“Bahwasanya peniliti Ahlus Sunnah menjadikan rujukannya pada dua kitab, Bukhari (w. 256 H) dan Muslim (w. 261 H).
Padahal ketika kita teliti lagi dua kitab ini, kita temukan bahwa Bukhari dan Muslim dalam menshahihkan riwayat bukanlah berasal dari pendapat pribadi mereka berdua.
Dalam menshahihkan riwayat-riwayat, mereka berdua hanyalah menukil kembali perkataan-perkataan ulama mereka yang telah mendahului mereka dalam disiplin ilmu ini, seperti IBNU HAJAR (w. 852 H) dan ADZ-DZAHABI (w. 748 H), Ahmad bin Hambal dan selain mereka.”

video
 
Perhatikan:
Adz-Dzahabi wafat abad ke 8 sedangkan Imam Bukhari wafat abad ke 3
Ibnu Hajar wafat abad ke 9 sedangkan Imam Muslim wafat abad ke 3
Namun keduanya (Adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar) dikatakan wafat sebelum Imam Bukhari dan Imam Muslim. Allahul Musta’an.
Kebodohannya dalam ilmu hadis sampai separah ini. Makanya tidak mengherankan, bahwa Syiah sebenarnya tidak memiliki ilmu musthalah hadis seperti yang dikomentari oleh Syaikh Utsman Al-Khumais dalam video tersebut.

Bahkan kita dapatkan dalam Al-Kafi, kitab hadis tershahih dalam Syiah, riwayat dengan sanad binatang. Yaitu mata rantai riwayat keledai. Mungkin kehabisan nama-nama rijal yang dikarang sehingga binatang pun dimasukkan. Beginilah agama yang ditopang di atas kedustaan dan kebodohan. Rapuh dan tidak ilmiah. Namun anehnya banyak anak muda di Indonesia yang tertarik dengan ajaran sesat seperti ini.
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More