Fakta, Orang-orang Ini Sujud Menyembah Imam Ali dan Fathimah


Segala puji bagi Allah yang telah 'mempertemukan' kami dengan anda dalam situs ini, Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala aalihi wa ashaabihi ajma'in.

Kali ini kami akan memaparkan beberapa data dan fakta terkait dengan ritual dan paham kesyirikan, menyekutukan Allah.

Kami memulainya dengan data dari seorang Facebooker Syiah yang memiliki akun bernama "Haydar Ali" dengan bangganya menyatakan ungkapan-ungkapan ghuluw dan bisa jadi terjatuh dalam kesyirikan. Sangat berlebih-lebihan dalam pemuliaannya terhadap sahabat nabi yang mulia, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu dan istri beliau tercinta Fathimah Az-Zahra' radhiyallahu 'anha. 

Ia mengatakan, 

Yaa Allah.. aku bersujud kepada Mu selayak nya seorang hamba bersujud kepa Tuhan nya..

Yaa Rasulallah.. aku bersujud kepada mu sebagaimana para malaikat bersujud kepada adam.

Yaa Fathimah.. aku bersujud kepada mu sebagaimana para malaikat bersujud kepada adam.

Yaa Ali.. aku bersujud kepada mu sebagaimana para malaikat bersujud kepada adam.
 



Meskipun dalam hal ini dia membedakan antara Allah sebagai Tuhan dan Rasulullah, Fathimah dan Ali sebagai makhluk, namun "sujud" kepada sesama manusia tetap tidak boleh dalam syariat kita, syariat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu dalam hadis yang panjang menceritakan tentang seekor unta yang sujud kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, para sahabat bertanya
يا رسولَ اللهِ هذه بهيمةٌ لا تعقلُ تسجد لك ونحن أحقُّ أن نسجدَ لك

"Wahai Rasulullah, binatang tak berakal ini sujud kepadamu, padahal kami lebih pantas untuk sujud kepadamu"

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab,

  لا يصلُحُ لبشرٍ أن يسجدَ لبشرٍ ولو صلح لبشرٍ أن يسجدَ لبشرٍ لأمرتُ المرأةَ أن تسجد لزوجِها من عِظَمِ حقِّه عليها


"Tidak dibenarkan bagi seseorang untuk sujud kepada manusia. Jika seandainya boleh, maka saya akan perintahkan wanita sujud kepada suaminya, karena besarnya hak suami yang wajib ditunaikan oleh sang istri"  

(Riwayat ini terdapat dalam al-Bidayah wa al-Nihayah, juz 6 hal 141 dan sanadnya bagus/ shahih. Silakan cek pada link ini: http://www.dorar.net/enc/hadith?skeys=%D8%AA%D8%B3%D8%AC%D8%AF%20%D9%84%D8%B2%D9%88%D8%AC%D9%87%D8%A7)

Segala bentuk merendah seperti rukuk dan sujud hakikatnya dalam agama kita adalah penyembahan, dan ini berbeda dengan syariat para nabi sebelum nabi Muhammad, atau yang lebih dikenal dengan istilah Syar'u man qablana yang bertujuan untuk pemuliaan dan penghormatan, seperti sujudnya malaikat kepada Nabi Adam alaihis salam dan sujudnya saudara-saudara Yusuf kepada Nabi Yusuf alaihis salam.

Namun ini tak seberapa dibandingkan dengan Facebooker syiah yang lain. Kami dapatkan dalam screen shot dengan beberapa akun Syiah, Diar Anwar, Fitrah Zahrah dan Sugeng Iwan, mengeluarkan pernyataan yang sangat jelas menuju pada kesyirikan.

 
Pernyataan-pernyataan itu berbunyi sebagai berikut, 

Allah itu adalah Ali

Allah itu juga Muhammad

Penyembah Imam Ali

Alhamdulillah bisa menyembah Imam Ali as


Untuk beberapa fakta yang lain berkaitan dengan ritual sujud dan rukuknya orang-orang Syiah menyembah imam-imam mereka, anda bisa lihat pada link ini: http://www.lppimakassar.com/2012/12/syiah-komunitas-manusia-para-penyembah-Ayatullah.html, pada link tersebut anda bisa melihat beberapa foto ritual kesyirikan, yang di antaranya seorang akhwat Syiah rukuk terhadap gambar Khomeini, kumplan akhwat syiah sujud mengitari kuburan imam Syiah, sujud kepada Ayatullah dan lain sebagainya.

Terakhir dan ini yang paling extrem. Seorang Syiah di Makassar, Supa Atha'na, ketua Iranian Corner di Universitas Hasanuddin menghina Allah dengan mengatakan-Nya telah bersetubuh! Na'udzubillah.

Ia mengatakan,

"Allah Taala yang bersetubuh, Muhammad yang merasakan, Ali yang berbuat, fatimah yang menerimanya. Antara Allah, Rasulullah, Ali dan Fathimah adalah sebuah kemanunggalan atau dalam istilah tasawwuf disebut Wahdatul Wujud. Pengertian sederhana wahdatul wujud adalah bersatunya Tuhan dengan manusia yang telah mencapai hakiki atau dipercaya telah suci." (Supa Atha'na, Opini Harian Tribun Timur, Jum'at 23 Januari 2009)


(Buka pada tab yang baru agar scan ini lebih jelas)

Pembahasan tentang tulisan opini Supa Atha'na yang sangat kontroversial ini anda bisa baca pada link ini: http://www.lppimakassar.com/2012/02/direktur-iranian-corner-unhas-supa atha'na Allah bersetubuh.html 

Semoga dengan pemaparan beberapa data dan fakta ini semakin membuat kita sadar akan sesatnya ajaran Syiah ini. Ajaran yang sangat mengkultuskan para Imam yang pada hakekatnya mereka juga manusia yang sudah jelas tidak bisa sampai pada derajat ketuhanan. Namun beginilah mereka beragama, sangat mudah bermain-main dalam ranah yang sangat serius, yaitu keselamatan akidah dari kesyirikan.

(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

4 komentar:

sy mau mengomentari tentang tulisan haidar Ali.
mungkin bapak lupa yah, kisah iblis diperintahkan untuk bersujud pada Adam. sebagai saran, kiranya jangan asal memberi ulasan jika tidak mengetahui ilmunya, sebab kelak akan menjadi saksi di hadapan Allaah SWT. Jika melihat, mendengar hal-hal yang belum anda lihat dan dengar, maka buat penelitian. tanyakan kepada ulama syi'ah dan sunni, cocokkan dengan dalil Al-qur'an, jk tidak terdapat nashnya maka hadist dan keterangan-keterangan yang ada itu jangan diikuti... anda cukup diberi kalbu untuk merasakan ketidak benaran, dan akal untuk menganalisa ketidak sesuaian.

Bagi Anonim yang berkomentar di atas silakan baca lagi dengan baik paragraf berikut ini,

"Meskipun dalam hal ini dia membedakan antara Allah sebagai Tuhan dan Rasulullah, Fathimah dan Ali sebagai makhluk, namun "sujud" kepada sesama manusia tetap tidak boleh dalam syariat kita, syariat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam."

setelah gunakanalh akal, pemikiran yang jernih dan nash-nash syariat dalam memvonis.

a/n redaksi lppimakassar.com

memang syiah ini menaruh akalnya di dengkul, seandainya sayyidinna ali radiallahuanhu masih ada di tengah2kita sdh jadi areng si haidar, seperti yg dilakukan kepada pendahulu si haidar, mudah2an allah azza wa jalla menjaga kita dari menyekutukannya , n memberikan hidayah kepada haidar n temen2nya wallahul musta'an

nabi itu emang manusia biasa sama kita ? tapi kan ada yang bilang rasul berbeda dengan nabi lain apalagi dengan kita?

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More