ABNA.CO, Situs Syiah Penyebar Fatwa Palsu


Pada tanggal 29 April 2011, Kantor Berita Ahlul Bait News Agency menurunkan sebuah berita yang membuat galau kaum Muslimin, artikel itu berjudul "Ketua MUI: Syiah Itu Sah dan Benar sebagai Mazhab dalam Islam".

Akibatnya, Harian Pagi Makassar, FAJAR menurunkan berita yang sama dengan judul, "MUI: Syiah Sah Sebagai Mazhab Islam" dengan sumber berita ABNA.CO. Fatwa palsu ini lebih disebarkan lagi oleh IJABI dengan mencetak buku "Risalah Ulama Pecinta Persatuan" yang memasukkan Fatwa Palsu ini sebagai salah satu bagian tulisan dalam buku kecil itu. Baca: IJABI Menelan Ludah Sendiri! Sampai Kapanpun Sunni-Syiah Tidak Bisa Bersatu

Mengingat fatwa palsu ini telah kami tanggapi dan ungkap kedustaannya dalam artikel 'MUI: Syiah Sah Sebagai Mazhab Islam, adalah Berita Bohong', olehnya kami kutipkan lagi bahasan kami tersebut di bawah ini,

Menguji Kebenaran Berita dan Fatwa
 
Pada selasa sore, 28/02/12  kami kirim pertanyaan  kepada beberapa pengurus MUI Pusat, tentang perjalan ke Iran kali ini, maka Dr. KH. Cholil Nafis (Sekertaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat) menjawab, “Itu bukan keputusan dan bukan kerjasama resmi MUI.” Lebih tegas lagi Prof. Dr. Yunahar Ilyas (Ketua MUI Pusat) menyatakan , “Rapat MUI sudah memutuskan bahwa tidak ada kunjungan resmi atasnama MUI ke Iran, itu semua kunjungan atasnama pribadi walaupun pengurus MUI baik Pusat maupun Daerah.” Setahu kami ini adalah untuk keduakalinya pengurus MUI Pusat Prof. Umar Syihab melakukan inisiatif pribadi dengan mengatasnamakan MUI Pusat, dengan mengirim para Guru Besar dan Doktor UIN Alauddin Makassar dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ke Iran untuk menerima “pelajaran” dari para Ayatullah di sana, agar kembali ke Indonesia dan menyampaikan pesan dan kesan yang berbeda dengan sikap resmi MUI Pusat.

Bahkan MUI Pusat dalam rapat Dewan Pimpinan MUI Pusat hari Selasa, 9 shafar 1433 H/ 3 jan 2012 mengadakan rapat rutin. Agendanya membahas masalah syiah. Hasilnya antara lain sbb :
  1. Rapat memutuskan Umar Shihab (salah satu ketua MUI, bukan ketua umum!) bersalah karena menyatakan Syiah tidak sesat dengan mengatasnamakan institusi MUI. Yang berhak memberi statement adalah K.H. Ma’ruf Amin (selaku koordinator Ketua II MUI) atau yg ditunjuk oleh Rapim DP MUI. 
  2. MUI tetap konsisten dengan Keputusan Rakernas MUI tgl 7 Maret 1984 tentang faham Syiah (yang berbeda dengan ahlussunnah dan wajib diwaspadai).
Sumber: MUI Pusat.

Dari sini kita tahu kelicikan Umar Shihab yang selalu mengambil inisiatif pribadi dan kemudian memanfaatkan jabatannya di MUI Pusat.

Sikap MUI Pusat Secara Resmi


Berikutnya, MUI tidak pernah secara resmi mengakui Syiah sebagai mazhab dalam Islam, berikut ini bukti-buktinya,



Perbedaan yang berada diluar Ahlus Sunnah wal Jamaah adalah sebuah penyimpangan, sesuai dengan fatwa MUI, Ijtima Ulama Se-Indonesia ke II di Gontor, 2006, 


Fatwa MUI tentang Nikah Mut'ah, pada poin pertimbangan nomor tiga disebutkan, "Bahwa mayoritas umat Islam Indonesia adalah penganut paham Sunni (Ahlu Sunnah wal Jama’ah) yang tidak mengakui dan menolak paham Syiah secara umum dan ajarannya tentang nikah mut’ah secara khusus.


Fatwa MUI mewaspadai Syiah menyebutkan bahwa perbedaan antara Sunni dan Syiah adalah perbedaan pokok,


Fatwa MUI Jatim yang menyatakan Syiah Sesat dan Menyesatkan adalah sederajat dengan Fatwa MUI Pusat, sehingga MUI Daerah hanya berhak melaksanakannya. “Fatwa MUI Pusat maupun MUI Daerah yang berdasarkan pada pedoman yang telah ditetapkan dalam surat keputusan ini mempunyai kedudukan sederajat dan tidak saling membatalkan.



Dan terakhir, KH. Ma'ruf Amin (Ketua MUI Pusat yang diberikan wewenang untuk berbicara atas nama MUI Pusat melalui Rapat Dewan Pimpinan 3 Jan 2012) Mendukung Fatwa MUI Jatim dan menulisnya di Harian Republika, dan inilah pernyataan yang resmi dari MUI Pusat.



(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More