IJABI Menelan Ludah Sendiri! Sampai Kapanpun Sunni-Syiah Tidak Bisa Bersatu

Ulama mana pun di dunia ini -yang jelas bukan ulama suu' (jahat)- selalu mengingatkan akan bahaya Syiah terhadap agama Islam dan saban hari mengingatkan bahwa Sunni dan Syiah tidak akan pernah bersatu sampai hari kiamat dengan cara apapun jua.

Hal ini berangkat dari perbedaan akidah masing-masing yang di antaranya tentang 'adalah sahabat yang bisa menyebabkan perbedaan-perbedaan lagi setelah itu dalam banyak hal, di antaranya apakah Al-Qur'an yang dikumpulkan oleh para sahabat itu masih murni atau sudah mengalami distorsi, apakah Islam yang disampaikan para sahabat itu masih murni atau sudah tidak lagi, apakah Allah salah meramal ketika memuji para sahabat dengan sebutan radhiyallahu 'anhum dalam banyak ayat di Al-Qur'an karena dianggap oleh Syiah murtad setelah Nabi mereka pergi. Dan masih banyak lagi perbedaannya yang berangkat dari satu poin perbedaan itu.

Syiah, sebagaimana yang kita kenal dalam perjalanan dakwah mereka, jika memasuki satu negeri, mereka akan mulai dengan isu cinta dan akhlak, toleransi mazhab dan persatuan Islam. Tak terkecuali di Indonesia.

Namun, akhirnya pepatah "sepandai-pandainya tupai meloncat akhirnya terjatuh juga" itu bisa kita mengerti dari kasus Syiah di Indonesia ini. 

Lewat mantan sekertaris umum IJABI periode sebelumnya, Emilia Renita Az, menjawab hasil bedah buku di Balitbang Kemenag Pusat 17/12, yang dikaji oleh Fahmi Salim, M.A dengan mengatakan bahwa "Biarlah perbedaan ini menjadi kekayaan khazanah Islam. Saya sepakat Suni dan Syiah tidak mungkin bersatu, Harusnya Ahlul Sunah juga mengeluarkan buku untuk membantah buku saya, agar saya bisa membelanya dengan buku lagi." lapor Fimadani.

Padahal kita ketahui bersama bahwa mereka sangat mati-matian mengemis persatuan pada kita. Agar mereka juga diakui sebagai mazhab dalam Islam. Bahkan harus mengeluarkan fatwa palsu dan mengemasnya dalam berita palsu juga bahwa MUI mengakui mereka sebagai mazhab yang sah dalam Islam. Baca disini: 'MUI: Syiah Sah Sebaga Mazhab Islam' Adalah Berita bohong

Mungkin sudah merasa kuat, sehingga tak malu-malu lagi mengakui perbedaan mereka dengan Islam Sunni dan kenyataan yang tak terbantahkan bahwa Sunni-Syiah memang tak akan bisa bersatu.

Jadi buat apa mereka capek-capek mendeklarasikan MUHSIN, Majelis Ukhuwah Sunni-Syiah Indonesia pada 20 Mei 2011? jika memang akhirnya mereka telan sendiri ludah mereka dan mengatakan "Sunni-Syiah memang tak bisa bersatu"

Apalagi dilakukan dengan cara yang culas, mengambil wakil dari Ahlus Sunnah hanya dari satu organisasi, DMI, Dewan Masjid Indonesia. Itu pun PP DMI secara resmi mengeluarkan pernyataan bahwa anggota mereka yang satu itu tidak diberikan surat mandat untuk melakukan tindakan apapun atas nama PP DMI.

Buat apa mereka sampai harus menghabiskan uang yang banyak untuk mencetak buku "Risalah Ulama Pencinta Persatuan" dan dibagi-bagikan di kota-kota besar di Indonesia jika dikemudian hari apa yang mereka lakukan itu hanya sia-sia?

Dan buat apa pula mereka sampai mendatangkan Ulama Syiah Iran, Ulama Sunni Iran dan Duta Besar Iran serta tokoh-tokoh nasional hanya untuk bertaqiyah pada 5 Nov 2012 di Universitas Muslim Indonesia?

Apa gunanya semua itu jika sekarang petinggi IJABI mengatakan "Saya sepakat Suni dan Syiah tidak mungkin bersatu". Beginilah agama ini berdiri di atas kepalsuan dan tipu daya. Kondtradiksi dan Kedustaan. Kemunafikan, taqiyah serta keculasan.


Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang terjadi ini. Orang yang berakal adalah orang yang tidak terjatuh pada kesalahan untuk kedua kalinya. Sebenarnya cukup bagi kita untuk mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di negeri-negeri konflik Sunnah-Syiah. Namun kenyataan sekarang ini mudah-mudahan semakin membuat kita yakin bahwa isu persatuan yang dulu mereka dengungkan hanyalah topeng belaka di balik wajah yang busuk.

(lppimakassar.com)

2 komentar:

orange berakal itu bukan tidak akn jatuh untuk yg kedua Kali, tpi tdak akan jatuh walau sekali......

Liat dalam foto diatas ada tokoh Syiah yg jadi pengurus MUI pusat... Dialah yg bilang Syiah tidak sesat...

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More