Guru Besar yang Menyesatkan Umat

Saya tadi membaca harian Fajar, yang pertama tanggal 24 Des 2012 dan kedua tgl 25 Des 2012 mengenai natal. Tulisan pertama adalah opini Prof. Dr. Muh. Qasim Mathar, guru besar Bidang Pemikiran Islam UIN Alauddin Makassar. Di dalam artikelnya ia mengatakan bahwa Al-Qur’an menyatakan selamat natal atas kelahiran Nabi Yahya dan Nabi Isa, kemudian dia mengatakan, “Etiskah kalau ada pengikut Al-Qur’an yang melarang umat Islam mengucapkan Selamat Natal (Maulid) atas Nabi Isa Al-Masih?.” Oleh karena itu Prof. Muh. Qasim Mathar berulang-ulang mengucapkan “Selamat Natal” Kepada umat kristiani dalam tulisannya itu.
Tulisan kedua adalah opini Lukas Handojo di Harian yang sama tentang “Hakikat Kelahiran Yesus.” Pada tulisan itu Lukas menulis, “Pada hari kelahiran Yesus, Malaikat pembawa berita berkata, ‘Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Tuhan di kora Daud’.” Juga Lukas berkata, “Yesus bukanlah bayi biasa. Bayi mungil. Tetapi Ia Allah yang menjadi manusia. Dia bangkit kembali dan berdiri tegap di Bukit Galilea serta bersabda, ‘Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi, karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapak dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman’ (Mat. 28: 18-20).”
Jadi umat Kristen ketika merayakan Natal, mereka berkeyakinan seperti apa yang dituliskan oleh pendeta Lukas Handojo di atas, bahwa Jesus itu adalah Tuhan yang menjadi manusia di samping ada juga yang disebut (Tuhan) Bapak dan Anak dan Roh Kudus, Tuhan Yesus yang member perintah membaptis semua manusia (termasuk bangsa Indonesia yang mayoritas Islam) menjadi Kristen.
Olehnya, apakah etis kita mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani yang berkeyakinan dan berniat seperti tersebut di atas?
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mencontohkan ucapan ‘Selamat Natal’ kepada umat Nasrani, padahal umat Nasrani juga ada di zaman Nabi. Dan kita tahu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam­ diberi hak oleh Allah Subhanahu Wata’ala untuk menafsirkan Al-Qur’an. Apakah Pak Qasim Mathar lebih pintar dari Nabi Muhammad?
Juga para sahabat Nabi, tabi’in, tabi’ut tabi’in, termasuk Imam yang empat tidak pernah mencontohkan ucapan selamat Natal kepada umat kristiani. Dari sini kita pahami bahwa ucapan ‘selamat natal’ ini bid’ah yang sesat. Jadi kita merasa cukup dengan apa yang diajarkan Allah tentang bagaimana mengucapkan salam (doa keselamatan) kepada para Nabi. Di antaranya adalah firman Allah ‘Wa Salaamun ‘ala mursaliin’ Keselamatan atas para Rasul (Qs. Ash-Shaffat: 182). Dengan demikian kita mengucapkan ‘Alaihis Salam’ (as) di belakang nama setiap nabi.
Jadi menurut saya, Prof. Qasim Mathar ini sesat dan menyesatkan serta merusak akidah umat.

*Disarikan dari Kultum Ba’da Shalat Ashar (26/12/12) yang rutin disampaikan oleh Ust. H. Muh. Said Abd. Shamad, Lc, di Masjid Sultan Alauddin Makassar.
(Ust. Muh Said/lppimakassar.com)

3 komentar:

"Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." QS. Maryam 19:33

Kalau nyong ndak salah (bila salah dikoreksi ya ?), Natal = hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Jadi Isa bin Maryam dirayakan kelahirannya sebagai Tuhan. Sedangken dalem Surat Maryam : 30, Allah SWT berfirman : "Dia (Isa) berkata, sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang NABI." Jadi Isa itu menurut Al Qur'an adalah seorang hamba Allah dan Nabi, bukan Tuhan.

Natal = perayaan kelahitan TUHAN Yesus. Sedangkan Isa bin Maryam (Isa Putra Maria) adalah NABI. Apa sudah lupa pada ayat sebelumnya, yaitu surat Maryam ayat 30 ? Disitu Allah berfirman, bahwa Isa adalah Hamba Allah dan Nabi.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More