Dari Mana Kita Ambil Agama Kalau Bukan dari Sahabat dan Ahlul Bait?

Jalaluddin Rakhmat dan Istrinya, Emilia Renita Az (para petinggi IJABI) menganggap Abu Bakar dilaknat oleh Allah karena telah menyakiti Fathimah yang "kesal" karena tidak diberikan Tanah Fadak dengan merujuk hadits “Fathimah bagian dariku, siapa yang membuatnya sedih ia juga membuatku sedih, dan juga membuatku sakit siapa yang menyakitinya”

Padahal kalau kita lihat asbab wurudnya riwayat yang menyebutkan keinginan Ali bin Abi Thalib (suami fathimah) menikahi anak-anak perempuan Bani Hasyim bin Mughirah. Dan jika kita ingin memakai konstruksi berpikir Jalaluddin Rakhmat, maka sebenarnya Ali bin Abi Thalib-lah yang pantas dimurkai oleh Nabi Muhammad saw. karena Ali bin Abi Thalib telah memantik kecemburuan Fathimah dan membuatnya sakit hati.....

Inilah kesalahan fatal dikotomi sahabat dan ahlul bait.

Karena sekiranya, Abu Bakar telah dilaknat menurut Jalaluddin Rakhmat, padahal Ali bin Abi Thalib-lah sebenarnya yang dilaknat JIKA memang seperti itu maksudnya.

Akhirnya sahabat sudah jatuh martabatnya -dijatuhkan oleh Syiah- dan Ahlul Bait juga jatuh martabatnya -menurut Asbab wurud hadis dan padahal itu juga tidak membuat Ali dilaknat-, kemudian dimana kita mengambil agama selain dari mereka?

Dua-duanya jatuh, tidak pantas kita mengambil agama dari mereka. Beginilah orang munafik menghancurkan agama Islam.
Akhirnya Syiah mengambil agama dari orang-orang Majusi yang kesal kepada sahabat yang telah memadamkan agama Majusi di Persia, tidak puas dengan itu, mereka juga ingin menjadikan Persia (Iran) lebih mereka cintai ketimbang Makkah dan Madinah.

Terbukti mereka lebih bangga berada di Iran daripada di Makkah, secara tidak sadar ini juga telah memecah-belah persatuan kaum Muslimin, yang hati mereka itu terpaut dengan Makkah/Ka'bah/Baitullah, Qiblat mereka kesana akhirnya dengan adanya Syiah, sebagian hati kaum Muslimin terpaut ke Iran/Karbala/Najaf/Qom. Sungguh sebuah musibah besar, perpecahan yang menimpa kaum Muslimin.

Kembali kepada sahabat dan Ahlul Bait, kita meyakini bahwa manhaj mereka satu, agama mereka satu, tidak ada kebencian di antara mereka, tidak ada dendam, yang ada, mereka saling cinta, saling mengasihi, dan saling menikahkan satu sama lain.

Manhaj mereka adalah Ma Ana 'Alaihi wa Ashaabi, golongan selamat itu adalah apa yang diamalkan oleh Rasulullah beserta para sahabatnya. Dan kategori sahabat sudah mencakup Ahlul Bait, karena Ahlul Bait juga berjuang menemani Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.


Alahmdulillah 'Ala ni'matil hidayah
(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More