Benarkah Tulisan-tulisan di lppimakassar.com menimbulkan konflik, perpecahan dan melayangnya jiwa-jiwa tak berdosa?

Berikut ini komentar salah seorang pengunjung lppimakassar.com,
Yang terhormat LPPI makassar. saya bukan syiah. saya adalah orang indonesia yang kebetulan beragama Islam sunnah wal jamaah. tapi saya juga tidak ridho melihat indonesia menjadi terpecah belah, pembunuhan terjadi dimana-mana akibat issu sunni dan syiah yang belakangan ini merebak di tanah air. Demi Allah saya tidak ridho.
Bukannya masih banyak permasalahan umat islam saat ini selain yang menyangkut perbedaan antara sunni dan syiah. kemiskinan, perpecahan, fitnah berdalih terorisme. bukannya itu yang sering kita baca setiap kita sholat saat tahiat terakhir. berlindung dari fitnah dajjal.
Demi Allah setiap rangkaian kata yang saudara tulis dan publikasikan kelak akan saudara pertanggung jawabkan jika menyebabkan terjadinya pembunuhan. setiap nyawa yang hilang, keluarga yang terbuang dan keamanan yang terenggut dari bumi pertiwi ini akan menjadi saksi atas tulisan-tulisan saudara yang mengandung provokasi.
Semoga tuhan memberi petunjuk kepada kita. amin yarobbal alaamiin
Jawaban kami,
Bismillahirrahmanirrahim, Ya Allah berikanlah kepada kami kemudahan dan hidayah bagi kami dan mereka, Amiin.
Kami berterima kasih kepada saudara Embang yang telah menyampaikan komentar dengan sangat beradab dan jauh dari emosi seperti komentar-komentar kasar yang selama ini sering datang dari saudara-saudara kita orang Syiah, karena ungkapan kasar itu kami tidak tampilkan di situs ini.
Jika saudara tidak ridha umat Islam di Indonesia ini terpecah, maka kami pun merasakan seperti itu, kami juga tidak ridha umat ini terpecah belah, karena berpecah belah bukanlah rahmat, tapi itu adalah musibah besar yang membuat banyak celah besar dalam ke-izzah-an umat kita.
Namun apakah kemudian kita ridha bersatu dengan orang yang berbeda akidah dengan kita? Tentu tidak, dan pernyataan ini (perbedaan akidah) bersumber dari penelitian kami selama ini dari literatur kitab-kitab induk ulama Syiah, silakan dibaca sendiri di kolom “Kitab dan Ulama Syiah”.
Dalam dialog Sunnah-Syiah di UIN Alauddin Makassar, 24 Februari 2011 lalu, antara LPPI dengan IJABI, kami pada waktu itu menawarkan kepada mereka berdamai, bersatu dan berjalan bersama menuju kejayaan umat, namun pada saat itu mereka (diwakili ketua dewan syura IJABI, Jalaluddin Rakhmat) menjawab, Lakum Diinukum Wa Liya Diin, di antara saling menghormati di antara kita adalah saling menghormati upacara agama masing-masing. (Bisa anda lihat disini: http://www.lppimakassar.com/2012/03/jalaluddin-rakhmat-mengakui-syiah-agama.html)
Ketika terjadi peristiwa Sampang, kami sangat tidak setuju dengan kejadian itu, bahkan sikap kami jelas di Harian FAJAR Makassar dengan judul “Stop Kekerasan Akibat Perbedaan Paham”. Dan yang perlu diperhatikan di sini adalah bahwa merekalah yang membawa perpecahan itu masuk ke Indonesia, sebelum itu Indonesia aman-aman saja dari isu Sunni-Syiah karena sebelum itu Indonesia masih murni dan bersih dari Syiah. Konflik itu baru terjadi setelah ideologi itu ada di Indonesia. Karena keyakinan mereka tidak akan pernah lepas dari pelaknatan terhadap tokoh-tokoh panutan umat, bahkan tidak tanggung-tanggung, tokoh yang mereka cela adalah orang-orang umat terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. anda juga bisa lihat ini pada kajian-kajian kami di kolom “Nasehat untuk Kang Jalal” dan juga hasil dakwahnya, bisa dilihat komentar para facebooker Syiah yang begitu keras penghinaan mereka kepada sahabat dan para istri Nabi, shallallahu ‘alaihi wasallam. (Baca beberapa artikel ini: http://www.lppimakassar.com/2012/07/akhlak-facebooker-syiah-terhadap.html, selain data ini bisa juga anda lihat di kolom “Gambar/Foto”)
Dari sini kita bisa merenung, mana ada umat Islam yang diam jika panutan mereka dicela habis-habisan, Al-Qur’an mereka dianggap tidak asli lagi, menyebarkan perzinahan lewat penghalalan nikah Mut’ah, shalat tarwih dianggap bid’ah, sahabat dituduh murtad dan lain sebagainya. Bukankah lewat ideologi dan paham seperti ini mereka memecah umat?
Dan konflik itu tidak akan terhindarkan selama Syiah masih berada dalam suatu negara Islam seperti yang disampaikan oleh Majalah Tabligh MTDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Peran kami disini sebagaimana motto kami, “Meluruskan dan Memantapkan Aqidah Umat”, kami hanyalah bagian kecil dari umat ini yang berusaha membantah dan menjelaskan kerancuan ideologi Syiah dengan tujuan yang jelas sejelas motto kami di atas.
Kami rasa isu Syiah ini adalah lebih penting dari isu keumatan yang lainnya, karena ini merupakan permasalahan aqidah yang sangat rentan dan sudah terbukti punya andil besar dalam perpecahan umat sepanjang sejarah, tidak ada satu pun negara Islam di dunia ini yang dimasuki oleh Syiah melainkan timbul konflik horizontal seperti yang terjadi di Irak, Yaman, Pakistan, Lebanon, Arab Saudi, dan juga Indonesia.
Betul, fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar pada umat ini, namun perlu kita perhatikan bahwa akan ada banyak Dajjal-dajjal kecil yang muncul sebelum Dajjal yang asli, dan Dajjal sendiri secara bahasa adalah suka membolak-balikkan fakta, sering berdusta dan berbohong, sifat ini banyak kita dapati pada Syiah, (silakan baca kedustaan ulama-ulama Syiah di kolom “Nasehat Untuk Kang Jalal” dan kolom-kolom yang lain), sehingga Imam Syafi’i berpesan kepada kita semua bahwa Syiah itu adalah golongan sempalan Islam yang paling berani berdusta.
Dan tulisan-tulisan kami bukanlah provoksi yang menyebabkan timbulnya konflik, tapi sekali lagi –sesuai dengan motto kami- untuk meluruskan dan memantapkan akidah umat. Justru sebaliknya kami meyakini bahwa tulisan-tulisan, artikel, serta penelitian yang kami lakukan adalah perjuangan membela kemurnian umat ini.
Dan jika kita berfikir jernih, merekalah orang Syiah yang menanam ideologi provokasi untuk melaknat dan menghina tokoh panutan kita dalam umat ini, mulai dari para ulama, para sahabat sampai pada istri Nabi yang tercinta, radhiyallahu anhum ajma’in.
Sehingga jika sekali lagi kita berfikir jernih dan dengan hati terbuka, merekalah yang bertanggungjawab atas jiwa-jiwa yang melayang itu, atas pembunuhan yang terjadi, pada setiap nyawa yang hilang, pada keluarga yang terbuang dan keamanan yang terenggut dari bumi pertiwi ini karena merekalah pemicu awal konflik. Wallahu a’lam
Mudah-mudahan penjelasan ini bisa membuka fikiran dan hati kita.

Oleh redaksi lppimakassar.com

6 komentar:

Bila saja ada anak perempuannya atau saudari perempuan atau bibi bapak Embang yg tiba2 membawa anak tanpa bapak dg tanpa merasa bersalah justru berbangga diri , tentu akan lain komentarnya.

Allahu Akbar... Maju Terus LPPI..
Kami akan Mendukungmu dalam Setiap Aksi-aksimu..

saya dukung LPPI Makassar semoga ini menjadi corong da'wah ahlussunnah dalam melawan pemikiran syi'ah untuk LPPI seluruh Indonesia

Telah nyata Agama Syi'ah sesat-menyesatkan, sepertinya Embang lagi bertaqiyyah. Ewako LPPI Makassar !!

kalau saya katakan syiah termasuk islam saya akan dikatakan rafidhi, tapi tak apalah yg penting tdk mengatakan seseorang keluar dari islam padahal ia telah bersahadat...

Tujuan dakwah Islam bukan semata-mata agar manusia mengucapkan la ilaha illallah namun harus disertai dengan ketundukan terhadap kandungan dan konsekuensi ucapan itu yang berupa tauhid dan ketaatan kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam. Sehingga syahadat la ilaha illallah harus disertai dengan keimanan kepada segala ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini juga menunjukkan bahwa amal lahir adalah bagian dari iman.

Sampai-sampai Khalifah Abu Bakar membunuh dan memerangi umat islam yang sudah bersahadat, hanya karena mereka menolak mengeluarkan zakat!

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More