Ulama Syiah 'Shalat' bersama Pendeta di Gereja

 http://sphotos-g.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash3/72166_486228331421242_420026616_n.jpg

Di atas adalah gambar seorang ulama Syiah yang bernama Ammar Al-Hakim seakan-akan sedang shalat atau mungkin sedang melaksanakan doa bersama seorang pendeta di salah satu Gereja, Subhanallah, ritual mereka sama. Share

Sumber: Group FB Wake Up Ya Ahlul Sunnah

2 komentar:

Demi ALLAH...Berhentilah menyebarkan fitnah keji! JIKA ANDA INGIN TAHU sedang apakah Ammar Al Hakim di sana? silakan baca di sini: http://www.alhakimfd.org/SecrutrasGeneral.html

Dia berkabung. BUKAN SHOLAT! ketika terorisme menunjukkan kepada dunia bahwa Islam berwajah setan, maka ia hadir untuk menghilangkan kesan itu. Islam agama damai. tidak ada paksaan dalam beragama, Nabi sendiri, ketika para orang Kristiani menolak untuk bermubahalah, apakah Nabi memenggal kepala mereka? TIDAK. Tapi Nabi memberi kebebasan beragama kepada mereka dan Nabi memberikan perlindungan kepada mereka. Ketika Khalid bin Walid membunuh beberapa orang yang belum masuk islam saat penaklukkan mekah, Apakah Nabi tidak berkabung? Bahkan Nabi membayar semua ganti rugi sampai tempat makan anjing yang Rusak, Rasul ganti sampai keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan ridho. Islam itu agama damai "TIDAK ADA PAKSAAN DALAM BERAGAMA!" apa yang dilakukan Ammar Al Hakim itu sudah tepat dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad yang mulia.

BERHENTILAH MENJELEK-JELEKKAN SYIAH DAN MENYEBAR-NYEBARKAN KABAR TIDAK JELAS SEPERTI INI!!! INGAT!!! ALLAH BISA MURKA!!!!

Berita di atas bukan fitnah, apalagi dikatakan fitnah keji. karena berita bahwa Ammar Al-Hakim sedang shalat kami beri tanda kutip ('shalat'), artinya seakan-akan dia shalat.

Adapun berkabung, maka Nabi shallallahu 'alaihi wasallam -yang kami dapatkan- adalah pernah mengunjungi anak seorang Yahudi yang sekarat, Nabi mendakwahinya, ayahnya berkata, 'ta'atilah Abul Qasim (Muhammad)', akhirnya sang anak itu masuk Islam dan meninggal dalam keadaan Islam. Ini dalil bolehnya menziarahi orang kafir yang sedang sakit dengan harapan dia bisa tersentuh hatinya dan masuk Islam.

adapun kisah Khalid di atas, Nabi hanya menyesalkan tindakan Khalid yang tidak adil dalam berperang, akhirnya Nabi mengganti kerusakan yang disebabkan oleh Khalid bin walid radhiyallahu anhu. Bukan berkabung.

Sedangkan kesimpulan Anda mengenai sikap Ammar yang anda katakan 'sudah tepat' butuh dalil yang lebih konkret lagi.

untuk Sikap Ammar kepada kaum Kafir sungguh luar biasa baiknya, namun lihatlah saudara mereka yang muslim di Iran, mereka digantung di tiang-tiang gantungan. Bashar yang Syiah Nushairiyah juga telah membunuh saudaranya lebih dari 50.000 orang.

Beginikah sikap kepada kaum kafir yang Ammar Al-Hakim berkabung atas kematian seorang Kristen dan begitukah sikap kepada kaum Muslimin, digantung dan dibunuh?

Bukankah ini terbalik. Sifat kaum Mukmiminin itu adalah sebagaimana sikap sahabat Nabi yang digambarkan oleh Allah, Muhammadun rasulullah walladzina ma'ahu asyidaa'u 'alal kuffar ruhama'u bainahum. Muhammad itu adalah utusan Allah, dan org2 yang bersamanya bersikap tegas (menunjukkan izzah dan bukan kekerasan) kepada orang kafir, tapi berkasih sayang di antara mereka.

wallahu a'lam.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More