Perayaan Asyura Syiah di Jakarta, Balikpapan dan Makassar 1434 H



Seperti tahun-tahun sebelumnya, Syiah kembali akan melaksanakan perayaan Asyuro, 10 Muharram, mengenang peristiwa pembantaian cucu Nabi, Husein radhiyallahu 'anhu, beserta keluarga Nabi yang lainnya di Karbala. 

Mereka pada tahun ini akan melaksnakan di beberapa tempat, namun yang kami dapati informasinya hanyalah empat tempat, dua di Makassar, di Balikpapan dan satu di Jakarta yang menjadi pusat pelaksanaan Aysura 1434 H tahun ini.

Pada acara itu, beberapa kegiatan dan ritual khas Syiah akan dilaksanakan seperti pembacaan kisah Maqtal/ pembunuhan atau pembantaian Husein radhiyallahu anhu, penyiksaan diri dengan memukul-mukul dada sebagai bentuk ratapan kesedihan, dan penyampaian materi-materi yang berkaitan dengan itu.

Beberapa tahun yang lalu, beberapa dari tim LPPI Makassar turun menyaksikan acara tersebut di Makassar, dalam acara itu, Jalaluddin Rakhmat mengatakan, "Pada saat ini kita masih memukul-mukul dada", artinya mungkin beberapa tahun yang akan datang, mereka akan memulai ritual mengiris-iris badan dengan pisa, pedang, dll. seperti yang sering terjadi di Iran.

Pembacaan kisah maqtal dan memukul-mukul badan inilah yang akan membangkitkan semangat mereka di setiap tahunnya, yaitu untuk membalaskan dendam Ahlul Bait yang dibantai secara biadab oleh tentara-tentara Bani Umayyah, padahal kita berlepass diri dari tentara Bani Umayyah yang membantai cucu Nabi tersebut, mereka membenci keluarga Nabi, sehingga menumpasnya di Karbala, dan mereka itulah Nashibi.

Yazid bin Muawiyah yang menjadi khalifah saat itu sama sekali tidak merestui pembantaian cucu Nabi tersebut, bahkan diriwayatkan ia menangis ketika mengetahui peristiwa itu.

Kita, Ahlus Sunnah wal Jamaah juga sangat sedih dengan tragedi Karbala tersebut, namun tidak sampai membuat kita memukul-mukul dada, atau bahkan mengiris-irisnya dengan pedang, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melarang hal itu.

Ritual Bid'ah ini mereka akan laksanakan di empat tempat dan waktu -menurut informasi yang sampai kepada kami- di Indonesia, 

Pertama di Makassar, Ahad 25 Nov 2012, di Gedung Graha Pena FAJAR, lt. 4 pukul 08.30 s/d 13.00 bersama, Husein Shahab dan Rusli Malik.

Kedua ditempat yang sama dua hari sebelum itu, hari Jum'at, 23 Nov 2012, di Ballroom Graha Pena FAJAR, bersama Jalaluddin Rakhmat, mulai pukul 19.00 s/d 23.00.

Ketiga, di Balikpapan, di Balai Sudirman, Jl. Jend. Sudirman, Sabtu 24 Nov 2012.

Keempat di Jakarta, dan ini akan menjadi pusat pelaksanaan Asyuro kaum Syiah di Indonesia tahun 1434 H ini.

SMS dari Laskar FPI Sulsel, "Acara ini MOMEN untuk paham Syiah dalam mengembangkangkan dakwah kekafirannyan pada kaum Muslimin di Makassar. Mari ajak kaum Muslimin, CEGAH kegiatan mereka jangan sampai terlaksana, lihat fatwa MUI tentang Syiah thn 1984."

Mari kita bersama mencegah kegiatan ini terjadi di Bumi Allah, terutama di kota-kota negara Indoenesia. Laporkan ke polisi dengan menjelaskan kesesatan-kesesatan Syiah agar mereka tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian. (Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)

9 komentar:

Mari kita perangi acara Acara Pukul Dada Syi'ah

Selama kita tidak tahu secara keseluruhan dan tidak mengganggu kita, biarkan mereka melakukan itu, mungkin mereka punya dasar yang kita tidak tahu, Janganlah mengkafirkan mereka, karena nanti klo mereka ternyata tidak kafir, maka ke kafiran itu akan balik ke kita

TIM LPPI sudah pernah terjun langsung mengecek acara tersebut, dan kami tahu acara tersebut adalah penanaman dendam kepada sahabat-sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan melaknat-laknat mereka. dan harap dibedakan antara kafir dan sesat.

LPPI makasar, berdiskusilah dgn ulama-ulama Iran/ahlul bayt langsung.....datangkan rombongan langsung ke Iran, dan berdebatlah dgn ulama-ulama syiah secara langsung...beranikah ???

Buku-buku serta literatur2 induk Syiah yang ditulis langsung oleh ulama-ulama Syiah ada di kantor LPPI Makassar, dari buku2 itulah kami bisa menilai Syiah, apakah untuk mengetahui hakekat Syiah harus datang llangsung ke Iran? tentu tidak mesti, pentolan Syiah Indonesia, Jalaluddin Rakhmat, sudah berdialog dengan LPPI Makassar, pada saat itu Jalal mengatakan pada kami "Lakum Diinukum waliya diin".....

Kalau nda tau jangan Sok tau, kalau begitu jangan pake mic kalau Adzan Bid'ah juga, karena Rasul dulu nda pake mic

Alhamdulillah kami berbicara atas dasar ilmu, kalau kalian berbicara atas dasar perkataan imam-imam kalian, bukan atas dasar perkataan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,

harap dibedakan bid'ah dalam hal agama dan bid'ah dalam hal dunia. memakai mic itu adalah perkembangan teknologi, bukan bid'ah mas. kalau Asyura itu bukan perkembangan teknologi, tapi perkembangan pemikiran ulama-ulama Syiah yang selalu membuat ritual baru dalam agama ini.

bid'ah yaa??
klu air di doai itu bid'ah yaa??
kok ustadz kalian bertugas mendoakan air di salah satu rumah sakit di makassar??
dan kok ustadz malsuin tanda tangan yaa??
kok ustadz ambil stempel sendiri tanpa izin ya??
yang bgtkah mau di ikuti??

coba kaji aliran kalian sendiri dulu bru kaji aliran orang
inilah gajah depan mata tidak terlihat tapi semut di ujung pulau terlihat

ngaku sunni tp wahabi
lucu kan hahaha

wallahu a'lam, apakah jalal mendoakan air dalam botol itu atau tidak, yang jelas kami melihat orang-orang Syiah menyodorkan botol mereka untuk bertabarruk (mengambil berkah) bekas air minum Jalal.

Terkait tanda tangan itu, AGH. Sanusi Baco itu lupa, maklum sudah sepuh, yang jelas kami punya bukti dan saksi-saksi yang melihat langsung proses penandatanganan itu. dan kami menantang MUBAHALAH siapa saja yang menuduh kami memalsu tanda tangan pak Kyai Sanusi Baco dan Bpk. Amin Syam.

Stempel MUI tersebut atas izin orang MUI yang ada di Masjid Raya.

Zein Al-Kaff yang jelas-jelas NU saja dituduh wahabi, apalagi kami yang tidak berorganisasi di NU, Zein Al-Kaff mengatakan bahwa wahabi dan aswaja itu sama-sama ahlus sunnah, kalau Syiah bukan!

Poskan Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More