Inilah Scan Al-Qur'an Iran (Syiah) yang Dibagi-bagikan di Indonesia


IJABI menjawab tuduhan orang-orang kepada Syiah bahwa Al-Qur'an mereka tidak sama dengan Al-Qur'an yang berada di tangan kaum Muslimin saat ini dengan cara membagi-bagikan Al-Qur'an cetakan Iran atau Al-Qur'an cetakan orang-orang Syiah kepada kaum Muslimin Indonesia. Apakah Al-Qur'an yang dibagi-bagikan kaum Syiah tersebut ada bedanya dengan Al-Qur'an kita saat ini?, mari kita lihat lembar demi lembar, (dan gambar di atas adalah sampul Al-Qur'an cetakan Iran)

Lambang negara Syiah Iran di atas lafaz Innahu Laqur'anun Kariim



Masih dalam halaman-halaman awal, dalam kotak merah terdapat tulisan Al-Jumhuriyah Al-Islamiyah Iran sebagai bukti bahwa Al-Qur'an ini dicetak oleh orang-orang Syiah di Iran



Kita mulai menilai Al-Qur'an cetakan Iran dengan surat Al-Fatihah, silakan baca,



Berikutnya surat Quraisy, Al-Maa'uun, dan Al-Kautsar cetakan Iran



Berikut daftar isi surat dan juz dalam Al-Qur'an edisi Iran ini






Bagaimana menurut pembaca? apakah Al-Qur'an mereka beda dengan Al-Qur'an kita? yah, jawaban pembaca sama dengan kami, Al-Qur'an cetakan orang-orang Syiah di Iran SAMA dengan Al-Qur'an kaum Muslimin di seluruh dunia!

Inilah trik taqiyah tingkat tinggi yang sedang dijalankan oleh pemerintah Iran untuk menipu kaum Muslimin di dunia, bukan berarti bahwa mereka tidak membaca Al-Qur'an ini di Iran, mereka juga membacanya, bahkan Al-Qur'an yang sama juga menjadi Kitab yang dihafalkan oleh para peserta MTQ tingkat internasional yang selalu diselenggarakan oleh Iran. 

Ini hanyalah kamuflase, kenapa? karena keyakinan orang-orang Syiah mengatakan bahwa Al-Qur'an yang dikumpulkan oleh para sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam tersebut tidak asli lagi, dirubah, ditambah, dan telah dikurangi. 

Mereka memakai Al-Qur'an yang ada sekarang hanyalah untuk mengisi kekosongan, karena di akhir zaman nanti Imam Mahdi akan turun dari langit membawa Al-Qur'an yang asli menurut Syiah. Silakan cari di seluruh pelosok Iran dan kantong-kantong Syiah di dunia, kita akan dapati Al-Qur'an mereka sama dengan Al-Qur'an kita, namun  bagi mereka membacanya adalah sebuah beban, dan terpaksa.

Tidak percaya? silakan perhatikan bukti-bukti otentik berikut ini:

1. Ulama Syiah, Sayyid Adnan Al Bahrani, 


“Hasilnya adalah bahwa riwayat-riwayat dari jalur Ahlul Bait juga banyak jika tidak dikatakan mutawatir, bahwasanya Al-Qur’an yang ada di tangan kita bukanlah Al-Qur’an secara sempurna sebagaimana yang diturunkan kepada Muhammad, bahkan di dalamnya terdapat kebalikan dari apa yang Allah turunkan, di dalamnya juga ada yang dirubah dan bahwasanya telah dihapus darinya perkara yang banyak, di antaranya nama Ali dalam banyak tempat, juga lafadz Aalu Muhammad (keluarga Muhammad), juga nama-nama orang Munafik, dan lain sebagainya. Dan juga Al Quran tidak pada pengurutan yang diridhai di sisi Allah dan di sisi Rasulullah, sebagaimana yang terdapat dalam tafsir Ali bin Ibrahim.” 


2. Ulama Syiah, Al-Mufid



"Pembahasan tentang penyusunan Al-Quran serta perkataan sebuah kelompok tentang penambahan dan pengurangan di dalam Al-Quran.

Saya katakan: Riwayat-riwayat telah datang secara melimpah dari para imam pemberi petunjuk dari keluarga Muhammad tentang perbedaan Al-Quran dan hal-hal baru yang dibuat-buat oleh sebagian orang-orang zalim berupa penghapusan dan pengurangan.

Adapun pembahasan tentang penyusunan Al-Quran, maka yang ada (sekarang) mengindikasikan dimajukannya ayat-ayat yang turun belakangan dan diakhirkannya ayat-ayat yang diturunkan lebih awal, dan siapa yang mengetahui nasikh dan mansukh, juga al Makki dan al Madani (ia akan tahu bahwa Al Quran) tidak disusun sebagaimana dengan yang kami sebutkan.


Adapun pengurangan maka akal tidak mendustakan dan tidak menghalangi untuk terjadi."
 
3. Seluruh Ulama Ahli Hadis dan Ahli Tafsir Syiah sepakat Al-Qur'an telah dirubah
 
 
 
Soal kelima: Siapakah mereka yang berpendapat tentang tahrif (perubahan) Al-Qur’an dan apa dalil mereka?

Jawab: Sekumpulan ahli hadis dan ulama ahli riwayat menyatakan adanya tahrif dalam Al-Qur’an dengan bentuk pengurangan, oleh karena itu
Mereka berpendapat tentang adanya tahrif Al-Qur’an dengan bentuk pengurangan.

Yang paling pertama yang berpendapat tentang itu yang saya ketahui adalah Ali bin Ibrahim dalam kitab tafsirnya, di dalamnya terdapat perkataan Abu Al-Hasan Ali bin Ibrahim Al-Hasyimi Al-Qummi: “Di dalam Al-Qur’an terdapat Nasikh dan Mansukh… ada juga yang terputus, bengkok, dirubah tempat hurufnya, dirubah-rubah dan di dalamnya juga terdapat kebalikan dari apa yang diturunkan Allah Azza Wajalla –sampai perkataannya- adapun yang dirubah darinya adalah firman-Nya: 
 
لَكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَ
 
maksudnya tentang Ali, seperti ini diturunkan. 
 
أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ وَالْمَلائِكَةُ يَشْهَدُونَ
 
Juga firman-Nya:
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَظَلَمُوا
Maksudnya yang menzalimi keluarga Muhammad

لَمْ يَكُنِ اللَّهُ لِيَغْفِرَ لَهُمْ وَلا لِيَهْدِيَهُمْ طَرِيقًا
وَسَيَعْلَمُ الَّذِينَ ظَلَمُوا
 
Maksudnya yang menzalimi keluarga Muhammad
 أَيَّ مُنْقَلَبٍ يَنْقَلِبُونَ
 
Juga firman-Nya:
وَلَوْ تَرَى
Maksudnya orang-orang yang menzalimi keluarga Muhammad
فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ


Dan yang semisal ini banyak. Kami sebutkan di tempatnya. Begitulah maksud dari perkataannya, hal itu nampak dari Al-Kulaini di mana dia meriwayatkan hadis-hadis yang jelas tentang itu dan dia tidak mengomentarinya sedikit pun.

Sayyid Al Jaza’iri juga berpendapat tentang terjadinya tahrif dalam dua syarahnya terhadap 2 tahdzib, beliau memperpanjang pembahasan tentang itu di dalam risalahnya yang ia beri judul Manba’ Al Hayat

(Ayatullah Al Uzhma Al Ashfahani menerangkan akidah Imamnya para mufassir, Al-Qummi, dan imamnya ahli hadis, Al-Kulaini, tentang tahrif Al-Quran)
 
 
4. An-Nuri Ath-Thibrisi dan sikap Khomeini yang sangat memuliakan ulama yang telah mengatakan Al-Qur'an dirubah.
 

 
Berkata seorang hamba yang penuh dengan dosa Husain bin Muhammad Taqy At Thabrisi- semoga Allah menjadikannya termasuk orang-orang yang senantiasa berhenti di depan pintu-Nya dan teguh dengan kitab-Nya-: Ini adalah buku yang lembut lagi mulia, yang saya kerjakan untuk  membuktikan telah terjadinya tahrif (penyelewengan/perubahan) Al Qur’an dan membuktikan kecurangan ahli kejahatan dan permusuhan (yang dimaksud adalah para shahabat radhiallaahu 'anhum). Dan saya menamakan buku ini Fashl al-Khithaab fii tahrif kitaab rabb al-arbaab.

Bagaimana sikap Khomeini terhadap ulama Syiah yang telah mengatakan Al-Qur'an ini dirubah?, mari kita baca bersama, 








Di dalam al-Arba'un Haditsan, Khomeini memperkenalkan masyaikhnya dalam bidang hadits, dan mereka mendapatkan dari :

al-Maula al-Aalim al-Zaahid al-Aabid al-Faaqih al-Muhaddits al-Mirza Husain al-Nuri - semoga Allah menerangi tempat peristirahatannya yang mulia.

Lihatlah, masuk akalkah orang yang jelas-jelas telah menghina kitabullah justru diberikan pujian seperti itu ? Dan bukan itu saja, bahkan al-Nuri penulis Fashl al-Khithaab tersebut dikuburkan berdekatan dengan makam Amirul Mu'minin Ali bin Abi Thalib radhiallaahu 'anhu. Apakah menurut anda Amirul Mu'minin sudi berdekatan dengan orang seperti itu ? Itulah kekurangajaran yang sangat dari kaum syi'ah rafidhah. 


5. Al-Karmani, Ulama Syiah

“Terjadi perubahan dan pengurangan pada Al Quran!, Al Quran yang terjaga itu tidak ada melainkan ada pada Al Qa’im (Imam Mahdi), dan Syiah itu TERPAKSA membaca Al Quran ini (Al Quran sekarang) sebagai bentuk taqiyyah, karena ini perintah keluarga Muhammad alaihis salam” (Al Karmani, Ar Radd ‘ala Hasyim Asy-Syami, hal 13, cet Iran)


6. Ni'matullah Al-Jaza'iri, Ulama Syiah juga

“diriwayatkan dari berita-berita bahwa mereka (para Imam Syiah) alaihimus salam memerintahkan pengikut mereka membaca Al Quran yang ada sekarang ini di dalam shalat dan selainnya, juga mengamalkan hukum-hukumnya sampai muncul Maulana Shahibuz Zaman (Imam Mahdi) kemudian ia akan mengangkat Al Quran ini dari tangan manusia ke langit dan mengeluarkan Al Quran yang disusun oleh Amirul Mukminin (Ali bin Abi Thalib ra) kemudian dibaca dan hukum-hukumnya dilaksanakan” (Ni’matullah Al Jaza’iri, Al Anwar An Nu’maniyyah, Jilid 2, hal 363-364)

Inilah Akidah Syiah tentang Al-Qur'an, sehingga apa yang mereka lakukan saat ini tidaklah merubah akidah mereka. Orang Syiah Indonesia yang membagi-bagikan Al-Qur'an tersebut hanyalah orang-orang biasa, sedangkan yang kami kutipkan adalah ijma (kesepakatan) seluruh ulama Syiah bahwa Al-Qur'an tidak asli lagi.

Selanjutnya, bagaimana sikap kita terhadap Al-Qur'an cetakan Iran yang dibagi-bagikan tersebut?

Menurut kami, ambillah Al-Qur'an itu, karena itu adalah Kalam Allah yang asli, mereka berusaha dengan sekuat tenaga agar Al-Qur'an mereka sama dengan kita. Jangan dibuang apalagi dibakar, karena itu melecehkan kitab Allah. Bacalah seperti kita membaca Al-Qur'an yang lainnya. Mudah-mudahan Allah memberikan pahala yang melimpah kepada pemerintah Iran yang telah membagi-bagikan Al-Qur'an tersebut secara gratis jika memang bebas dari taqiyah, dan sekali lagi perlu diingat bahwa keyakinan mereka tetaplah sama dengan apa yang diucapkan oleh ulama-ulama Syiah di atas bahwa Al-Qur'an saat ini tidak asli lagi, membacanya adalah terpaksa dan sebagai taqiyah, dan ketika Imam Mahdi turun membawa Al-Qur'an versi Syiah mereka akan membacanya dan melaksanakan hukum-hukumnya.

(Muh. Istiqamah/lppimakassar.com)







27 komentar:

Jangan egois dong
Coba buka qur'an versimu yang katamu bener dan silah cari kata syiah disana
Kalo kamu bilang ga ada siap2 kita mubahala
Dan kalo kamu ketemu kata sunni atau ahlusunnah wal jamaah atau wahabi aku kasih 1 juta

Saya bisa membuat screen shot jauh lebih baik dan meyakinkan daripada Anda, Propaganda orang orang tak berotak !

kata Syiah disebutkan beberapa kali dalam Al-Qur'an... namun bukan berarti itu menunjukkan bahwa Syiah merupakan ajaran yang benar... karena Syiah yang disebut dalam Al-Qur'an tidak ada yang bermakna Syiah yang kalian anut saat ini dan merupakan aliran sesat. begitu juga dengan Sunni, tidak ada sebutan sunni dalam Al-Qur'an, bukan berarti Sunni itu batil.

itu logika konyol.

sebaliknya kami tantang Anda uuntuk menyebutkan satu saja ayat dalam Al-Qur'an yang menyebut secara jelas Imamah Ali....karena Al-Maidah: 55 itu tidak jelas tertuju pada Ali. Tafsir tentang berzakat dalam ruku' itu buatan kalian, yang bahkan melecehkan Imam Ali karena tidak khusyu' dalam shalat.

Baca ini: http://www.lppimakassar.com/2013/03/kaidah-yang-meruntuhkan-akidah-syiah.html

Kemudian untuk yang komen pas di atas ini: silakan bikin screen shot yang jauh lebih bagus, jika memang anda punya bukti!

1000 % saya tidak percaya orang-orang syiah punya Alquran yang lain. Mustahil seseorang itu meyakini dua hal yang saling bertentangan dalam satu waktu [orang syiah seperti yang Anda katakan saat ini membaca Alquran yang sama yang berarti meyakini bahwa Alquran tidak mengalami perubahan seperti yang mereka pahami pada Al-Hijr ayat 9,apakah mungkin pada saat yang sama juga meyakini Alquran telah mengalami perubahan?.

Justru banyak juga ulama Sunni (seperti Al-Thalabi, Nisa'i,Mardhawuaih, Al-Qawshaji) yang menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib yang berzakat pada saat rukuk dalam sholatnya. Jika Anda mengatakan orang syiah melecehkan Imam Ali karena tidak khusuk dalam sholat sebab berzakat pada saat rukuk, lalu apa yang Anda katakan kepada Allah yang bahkan menyuruh umat manusia untuk menjadikan dia (yang berzakat pd saat rukuk) sebagai pemimpinya?.Jangan sampai konyol logika Anda

Jika Al-Maidah 55 itu menurut Anda tidak jelas tertuju kepada Ali, lantas kepada siapa?Bisakah Anda memberi penjelasan yang memadai dan memuaskan?
Al-Maidah 55 itu ayat yang sudah jelas,berdasarkan An-Nisa 82 ayat-ayat lain tentang kepemimpinan pasti sesuai dan mendukung. Tapi akan menjadi percuma jika Anda termasuk yang fanatisme buta

Jika orang Syiah sekarang membaca Alquran yang sama (berarti mereka membaca Al-Baqarah 23-24, Al-Isra' 88), lalu dikatakan mereka memiliki Alquran yang lain. Yang mengatakan itu logikanya bukan konyol tapi tak punya logika karena sudah ditutup oleh fanatisme buta

For Anonim yang berkomentar 8 okt 2013, 10:23,

Yang bilang Syiah punya Al-Qur'an lain itu bukan Sunni, bukan pula selain Syiah, tapi ulama-ulama Syiah sendiri (seperti scan kitab mereka yang kami kutip di atas: Adnan Al-bahrani, Al-Mufid, An-Nuri Ath-Thibrisi, Khomeini yang setuju dng Thibrisi, dan seluruh Ulama Hadis dan Ulama Ahli Tafsir Syiah).... kalau begitu mereka ini -seperti kata anda- bukan hanya konyol, tapi tak punya logika karena sudah ditutup oleh fanatisme buta.

Ini tanggapa ringkas tentang Al-Maidah: 55

Dalil lain tentang Imamah adalah ayat ke 55 dalam surat Al-Maidah,
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
Syiah menafsirkan bahwa waliy/pemimpin yang dimaksud dalam ayat ini adalah Ali bin Abi Thalib. Karena menurut dalam salah satu riwayat, Ali mengeluarkan zakat berupa cincin kepada fakir miskin dalam keadaan rukuk. Suatu ayat yang butuh kepada penafsiran dan riwayat hadis, maka itu bukanlah ayat muhkam dan pokok agama.
Di samping riwayat di atas palsu, hadis itu juga merupakan pelecehan terhadap Ali. Kita meyakini bahwa Ali adalah seorang sahabat yang khusyu’ dalam shalat. Sungguh telah beruntung orang-orang beriman. (yaitu) orang yang khusyu’ dalam shalat. (Al-Mukminun: 1-2). Kekeliruan pertama, mengeluarkan zakat pada saat rukuk akan berimplikasi pada shalat yang kurang khusyu’, maka secara tidak langsung kaum Syiah menganggap Ali kurang khusyu’ dalam Shalatnya. Kekeliruan kedua, munculnya anggapan bahwa Ali r.a. adalah orang kaya hingga memakai cincin emas. Sebenarnya, cincin emas itupun telah ada larangannya dari Rasulullah dipakai oleh kaum pria. Bahkan sebaliknya, Ali tidak berhak mengeluarkan zakat. Sebagai contoh mahar Ali kepada Fathimah dibantu oleh Utsman bin Affan karena kebersahajaan beliau dalam kehidupannya.

Selengkapnya baca di sini: http://www.lppimakassar.com/2013/03/kaidah-yang-meruntuhkan-akidah-syiah.html


Jadi

Maksud ayat di atas adalah

Wali kaum Mukminin itu hanyalah Allah, Rasulnya dan orang-rang yang beriman yang melaksanakan shalat dan mengeluarkan zakat serta mereka itu tunduk patuh (bukan berzakat dalam keadan rukuk)

banyaknya sekte ajaran islam itu pertanda akan datangnya hari kiamat kiamat sudah dekat bencana dan kejahatan merajalela penipuan sek bebas keadilan tak ada yang benar jadi salah yang salah jadi benar banyak pemimpin yang mendholimi rakyatnya dan banyak rakyat yang tidak percaya kepada pemimpinnya itulah kiamat

SYI'AH SELALU MENJADI PENGACAU...LAKNAT ALLAH SWT ATAS MEREKA

kalau memang Al-Quran yang asli itu akan muncul sewaktu imam mahdi datang, sangat mustahil Allah menista umatnya yang sekarang dan terdahulu.... jadi panduan kita apa...? panduan kosongkah...? mestinya prasangka syiah itu harusnya di bantah sama mereka sendiri. ya kalo umur panjang, bisa menemukan imam mahdi... kalau tidak.. maka hidupnya akan sia2.

kalau memang Al-Quran yang asli itu akan muncul sewaktu imam mahdi datang, sangat mustahil Allah menista umatnya yang sekarang dan terdahulu.... jadi panduan kita apa...? panduan kosongkah...? mestinya prasangka syiah itu harusnya di bantah sama mereka sendiri. ya kalo umur panjang, bisa menemukan imam mahdi... kalau tidak.. maka hidupnya akan sia2.

kalau memang Al-Quran yang asli itu akan muncul sewaktu imam mahdi datang, sangat mustahil Allah menista umatnya yang sekarang dan terdahulu.... jadi panduan kita apa...? panduan kosongkah...? mestinya prasangka syiah itu harusnya di bantah sama mereka sendiri. ya kalo umur panjang, bisa menemukan imam mahdi... kalau tidak.. maka hidupnya akan sia2.

1. Azan mereka menyertakan Ali sebagai wali Allah. Hal yang pasti tidak ada pada masa Rasullullah.
2. Bersyahadat dengan cara mengutuk orang Islam, apalagi sahabat nabi. Ini pasti tidak ada dan tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW (Lihat di http://www.youtube.com/watch?v=7BCVPDvkzTc)
3. Perayaan berdarah-2 untuk mempringati kematian Husein!! Allah tidak memperbolehkan hal-2 yang menyakiti diri sendiri.
4. Takiyah!!! Rasulullah bersabda" Katakan yang benar walaupun pahit"

Apakah kamu (orang syi'ah) masih merasa sebagai orang yang benar?

orang - orang syiah yang komen itu, mereka sedang bertaqiyah

Saya punya pendapat pribadi. Syiah adalah bentukan Yahudi untuk menghancurkan Islam. Ini persis seperti film tua yang diputar ulang, yaitu ketika Paulus (Yahudi yang tak pernah bertemu Nabi Isa) tiba-2 beriman kepada Nabi Isa dan mengatakan bahwa Isa adalah tuhan dan ia adalah rasul. Kemudian dia memporak porandakan ajaran yang dibawa Nabi Isa. Sama halnya dengan Abdullah bin Saba'. Seorang Yahudi yang tiba-2 beriman dan mengatakan Ali adalah tuhan dan ia seorang nabi. Ketika berhadapan dengan Al Qur'an, mereka tak bisa berbuat apa-2, maka dibuatlah fitnah bahwa Al Qur'an telah diubah oleh para sahabat.

Para pembela syiah rafidhah imamiyyah sudah mulai berani berdatangan sebagai komentator di situs ini meskipun ilmu dan logika mereka tampak sekali cethek/dangkalnya.
Terutama yang nantang admin dengan tantangan sebagai berikut:

>Jangan egois dong
>Coba buka qur'an versimu yang katamu bener dan silah cari kata syiah disana
>Kalo kamu bilang ga ada siap2 kita mubahala
>Dan kalo kamu ketemu kata sunni atau ahlusunnah wal jamaah atau wahabi aku kasih >1 juta

Ketahuan sekali tidak bisa bahasa arab. Betul-betul kader kualitas karbitan nomor 1

Setiap tulisan disetiap zaman selalu berubah dan berkembang kecuali tulisan-tulisan seputa syiah (stagnan/itu-itu saja), setiap awal peristiwa pasti ada akhirnya kecuali tuduhan-tuduhan dan kedustaan berita terhadap syiah, setiap vonis mesti ada bukti, sumber hukum dan dalilnya kecuali vonis terhadap syiah, tahu kenapa ? biang keroknya adalah Saif bin Umar

“Di Zaman Rasul, Orang Syiah Suka Mencuri Sandal”
===========================================
TELAH diadakan diskusi antara tujuh ulama Syiah di depan ulama Ahlu Sunnah atas undangan Presiden Iran. Diskusi ini diadakan untuk mengetahui titik perbedaan antara dua kelompok tersebut.

Ketika seluruh ulama Syiah telah hadir, akan tetapi tak satupun ulama Sunni yang datang.

Tiba-tiba masuklah seorang yang membawa sepatu di bawah ketiaknya. Ulama Syiah terheran-heran, kemudian mereka bertanya, “Kenapa kamu membawa sepatumu?”

Orang itu menjawab: “Saya tahu bahwa orang Syiah itu suka mencuri sandal di zaman Rasulullah.”

Ulama Syiah saling pandang terheran-heran akan jawaban itu. Mereka kemudian berkata: “Tapi di zaman Rasul belum ada Syiah…”

Orang itu menjawab lagi: “Kalau begitu diskusi telah selesai. Dari manakah datangnya ajaran agama kalian? Kalau di zaman Rasulullah tidak Ada Syiah.”

Semua ulama Dukung MUI Keluarkan Fatwa Syi'ah Sesat Dan Haram Di Indonesiaah diam.

Ternyata orang yang datang membawa sepatu tersebut adalah Ahmad Deedat, da’i besar dan Kristolog dunia. Rahimahullah

Kang sabir #jleeeb bener tulisan ente.:D

Logikanya begini..AL QUR'AN mulai dibukukan atau disusun ketika masa kekhalifahan sayyidina ustman bin affan, disaat itu syyidina Ali bin Abi thalib masih hidup bersama beliau...lantas kenapa beliau (Ali bin Abi thalib) tidk mengkritik susunan AL QUR'AN yang di susun oleh syyidina Ustman bin affan...ok lah..mungkin saat itu Ali bin abi thalib takut krn Ustman bin affan masih jadi khalifah...lantas setelah Ustman bin affan wafat..bukankah yng jadi penguasa atau khalifah setelah beliau adalah ali bin abi thalib...lntas kenapa tdk dirubah kembali kepad naskah asli nya oleh Ali bin abi thalib...jwbnnya sudah pasti krn tidk ada sedikitpun keragu raguan dari susunan AL QUR'AN tersebut untuk di rubah kembali oleh Ali bin Abi thalib..ok lah...mungkin Ali sudah lupa dengan naskah asli AL QUR"AN yang pertama..yaitu yg msih berupa suhub..kl sayyidina Ali bin Abi thalib ra..yg org syiah anggap sebagai Tuhan..kenapa memiliki sifat yang pelupa...yg pasti dn jelas jawabn yang pertama lah yang jelas.,,,

Rasullah SAW bersabda :
" TIDAK ADA AGAMA BAGI PENDUSTA"

TAQIYAH = PENDUSTA

Astaghfirullah.. Naudzubillahimindzalik..

Tanda tanda orang MUNAFIK :
1. KALO BERKATA BOHONG
2. KALO BERJANJI TIDAK DITEPATI
3. KALO DIPERCAYA KHIANAT.

AJARAN TAQIYAH ADALAH AJARAN MENJADI ORANG MUNAFIK..

SADARLAH HAI PENGANUT SYIAH..
KEMBALILAH KE JALAN ALLAH DAN RASULULLAH SAW..

asalamualaikum.. bismillohirohman.. maf dalam perdebatan yg saya lihat di atas itu sangat bermanfaat bagi kita semua... saya menelai bahwa ada banyak masalh yg ada dalam penganut ajar syiah itu sendiri.. mari kita sama-sama diskusi.;wty via sms maupun tlp.. no hp 082338761650

nama SAIFUL SALIM

Dari syahadatnya aj klihatan klo syiah itu buatan orang, bukan dr risalah nabi muhammad saw

Yang komentar yang diatas aneh, kaya membela syiah. Tp alhamdulillah sekarang Alloh telah menampakkan kebusukan Syiah, mereka mencela dan mengkafirkan para sahabat, bahkan istri rosululloh A'isyah. Mari bersatu mengusir ajaran Syiah. Allohu Akbar

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More