Alhamdulillah, Telah Terbit Buku "Menggugat Program Doktoral Jalaluddin Rakhmat di UIN Alauddin"


Alhamdulillah buku "Menggugat Program Doktoral Jalaluddin Rakhmat di UIN Alauddin Makassar" karya H. Muh. Said Abd. Shamad, Lc. telah terbit.

Buku yang ditulis oleh Ketua LPPI Perw. Indonesia Timur tersebut adalah kritik ilmiah yang dibangun atas dasar tanasuh kepada pihak UIN Alauddin Makassar yang menerima Jalaluddin Rakhmat sebagai mahasiswa S3 By Research Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar.

UIN Alauddin adalah lembaga perguruan tinggi yang berdasarkan Islam, dan Islam sangat bertentangan dengan ajaran Syiah.

Beberapa alasan-alasan penolakan program doktoral Jalaluddin Rakhmat berikut ini, 

UIN pasti tahu bahwa JR itu Syiah, yang banyak mencela-cela sahabat, banyak kebohongannya serta ajarannya termasuk ajaran sesat berdasarkan 10 kriteria aliran sesat MUI. Kalau UIN tidak tahu, maka ini masalah besar bagi UIN.

UIN pasti tahu bahwa dalam hukum fiqhi, pembohong dan pencela salaf (sahabat dan tabi’in) tidak boleh diterima persaksiannya, apatah lagi akan diberi kehormatan menjadi Doktor dalam ilmu agama Islam. Kalau UIN juga tidak tahu, maka ini juga masalah besar bagi kehebatan intelektual UIN.

UIN Alauddin pasti tahu bahwa orang yang menjelek-jelekkan apalagi melaknat sahabat dan tabi’in itu berarti menodai dan merusak ajaran Islam, melanggar Al-Quran dan Hadits serta fatwa para Ulama dulu sampai sekarang termasuk MUI dan Depag serta tokoh ulama dan zuama Islam di Makassar

UIN Alauddin pasti tahu bahwa ajaran Syiah tidak sesuai dengan aspirasi pendiri UMI dan pendiri IAIN Alauddin terutama yang memilih nama Alauddin untuk IAIN.

UIN Alauddin pasti tahu bahwa ajaran Syiah, Liberalisme, Pluralisme dan Sekularisme adalah ajaran sempalan yang dinyatakan sesat/ menyimpang oleh MUI, Depag dan Menteri Agama telah mewanti-wanti agar diwaspadai penyebarannya di perguruan tinggi Islam negeri.

UIN Alauddin pasti tahu adanya praktek Nikah Mut’ah dikalangan mahasiswa (i) akibat kajian kajian Syiah di kampus.

UIN Alauddin pasti tahu bahwa pengikut Syiah di Makassar telah memaki dan melaknat sahabat dan melakukan praktek shalat yang berbeda dari pengamalan umum.
Beberapa penyesalan kami di antaranya, 
Sengaja menutup mata bahwa JR itu Syiah, yang mencela bahkan melaknat sahabat dan telah nyata  kedustaannya. Dan sepertinya tidak tahu hukum fiqhi Islam terhadap pendusta dan pencela salaf bahwa tidak boleh diterima persaksiannya..
Sepertinya tidak tahu fatwa ulama dan Edaran Depag serta Fatwa MUI Pusat tentang Syiah, padahal UIN dibawahi Depag, dan cukup banyak pengurus teras MUI Sul-Sel dan MUI Makassar adalah juga guru besar UIN Alauddin Makassar. Dan MUI Bandung tahun 1985 telah mengeluarkan fatwa melarang JR berpidato di Bandung karena Syiahnya. Kalau sudah tahu lalu tetap menyepelekannya maka ini sangat menyedihkan.
Mengabaikan visi dan misi UIN Alauddin sendiri sebagai pusat keunggulan akademik dan intelektual yang mengintegrasikan ilmu-ilmu agama dan ilmu pengetahuan dan teknologi dan mengembangkan nilai-nilai akhlak mulia serta mengabaikan Pola Ilmiah Pokok UIN Alauddin yaitu kajian Al Quran-Hadis, perdamaian dan peradaban.

Dan selama ini kita tahu, karya-karya Jalaluddin Rakhmat penuh dengan kecurangan ilmiah berupa pemotongan, pemelintiran, pemalsuan data dan fakta, sehingga menurut Ketua Tim Internalisasi Ahlus Sunnah wal Jamaah PCNU Jember mengatakan bahwa hendaknya UIN melihat data-data dalam buku-buku Jalaluddin Rakhmat yang diputar-balik dan menyesatkan masyarakat sebelum meloloskan program doktoral tersebut, karena dari situ kita bisa menilai derajat intelektual Jalaluddin Rakhmat, selain ajaran yang dia sebarkan adalah ajaran sesat.
Penolakan Program Doktoral Jalaluddin Rakhmat di UIN Alauddin Makassar ini sendiri telah disetujui oleh 28 ulama, zuama dan kalangan cendikiwan sulsel, pembaca bisa melihat pernyataan dukungan mereka kepada LPPI dan scan kumpulan tanda tangan penolakan mereka di akhir buku ini.
Ketua MUI Sulsel, KH. Muh. Sanusi Baco, Lc mengatakan, 

"Tidak boleh memberikan gelar doktor ilmu agama kepada orang yang meyakini dan menyebarkan pemahaman yang menyimpang, sebagaimana tidak boleh menjual beras ketan kepada orang yang kita tahu akan membuatnya menjadi minuman yang memabukkan. JR adalah ilmuan yang tidak berakhlak karena menjelek-jelekkan para sahabat dan tabi’in (para ulama). Pihak UIN Alauddin Makassar adalah orang yang tentunya bijaksana dan berpengalaman. Tentunya tidak akan memberikan gelar doktor ilmu agama yang merupakan pujian dan penghormatan serta pengakuan kepada orang yang demikian  itu (JR)"

Langkah-langkah Memesan Buku Ini
Bagi pembaca yang ingin memiliki buku ini bisa datang langsung ke kantor LPPI Perw. Indonesia Timur di Jl. Prof. Abd. Rahman Basalamah (dulu Jl. Racing Centre), Masjid Sultan Alauddin, Lt. 2. Makassar.

Bagi pemesan yang ingin dikirimi buku ini, silakan ditransfer terlebih dahulu dananya ke Bank Syariah Mandiri Cab. Makassar No Rek. 701 926 0458 a.n Sulfandy. Pesanan akan dikirim setelah transfer dan konfirmasi via sms ke no 0853 4113 6275 dengan menulis alamat lengkap, jumlah buku, dan nominal dana yang ditrensfer. Ongkos kirim ditanggung oleh pemesan (Rp. 20.000 untuk daerah Jawa). Sebaiknya memesan min. 10 buku agar lebih hemat.
 
Judul : Menggugat Program Doktoral Jalaluddin Rakhmat di UIN Alauddin Makassar
Penulis : H. Muh. Said Abd. Shamad, Lc
Cover : Soft Cover
Halaman : 84
Cetakan : Pertama, Juli 2012
Harga : Rp. 15.000,-
Penerbit : LPPI Makassar












4 komentar:

jika mencela sahabat nabi hukumnya sesat/kafir, lalu bagaimana:
1. Para sahabat yg mncela usman dan membunuhnya?
2. Para ahabat yg dipimpin oleh Aisyah dalam memberontak kepada khalifah Ali yg syah.?
3. Para sahabat yg dipimpin oleh Muaiyyah dlm mmberontak khalifah Ali?

1. Anda kayaknya kurang baca sejarah, yg membunuh Utsman itu bukan sahabat, tapi orang-orang mesir khawarij, baru masuk Islam, dan difitnah oleh orang-orang munafik.

2. dan 3. itu adalah perbedaan ijtihad, bukanlah permusuhan, lihatlah fakta setelaah itu, adakah Imam Ali membunuh Aisyah, atau Aisyah berniat jahat setelah itu, keduanya saling berbuat baik satu sama lain, begitu juga dengan Muawiyah dan Ali, adakah Ali membnci Muawiyah dan Muawiyah membenci Ali, tidak!

"Dan selama ini kita tahu, karya-karya Jalaluddin Rakhmat penuhu dengan kecurangan ilmiah berupa pemotongan, pemelintiran, pemalsuan data dan fakta, ..." Buku Psikologi Komunikasi, dan Metode Penelitian Komunikasi merupakan hasil karya JR.
Oleh karena itu LPPI Makassar, wajib hukumnya membuktikan bahwa dalam karya tersebut ditemukan kecurangan ilmiah. Ini hukumnya wajib, lho. Silahkan kemukakan, di mana letak kecurangan ilmiah yang terdapat dalam buku tersebut. Kecurangannya berupa apa, apakah berupa pemotongan, pemelintiran, ataukah pemalsuan data dan fakta. Redaksinya seperti apa, dan terdapat pada halaman berapa? Silahkan dibuktikan, dan tunjukkan !
Kalau bukti itu tak kunjung muncul juga dalam kurun waktu tertentu, maka kredibilitas Lppi sebagai lembaga penelitian dan pengkajian Islam, sangat patut dipertanyakan. Ini lembaga penelitian dan pengkajian Islam, ataukah Lembaga Penyebaran Permusuhan Islam ? Maaf ya, boleh 'kan warga masyarakat muslim mempertanyakannya. Silahkan jawab secara ilmiah, tapi jangan terlalu lama ya. Kalau bisa jangan sampai nyebrang ke tahun depan (2014). Okey, ditunggu ya. Thnx berat.

Yaah curang jugaa !!!
Koq pakai, perlu 'diisetujui' segala sich.
Jadinya kelihatan sekali dech, otoriternya. Katanya lembaga penelitian, orang mau komentar aja koq ada sensornya. Takut kebongkar kedoxnya, ya ! Akui aja, Bung. Berat lho nantinya.
Soalnya aku gk yakin komentar ini bakal lolos sensor, kalau githu caranya. Sungguh aku sangat gk yaqien.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More