Kedekatan Hubungan Keluarga Nabi dan Para Sahabat


 
Segala puji bagi Allah, Rabb semeseta alam. Shalwat dan salam senantiasa terlimpah atas Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya dan para tabi’in sampai hari akhir, amma ba’du:
Sesungguhnya hakekat terciptanya pertalian keluarga, rasa cinta, adanya persamaan prinsip serta tujuan yang sama, merupakan hal yang menyatukan keluarga Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya yang mulia. Hakekat ini merupakan sebuah kebenaran yang tidak dapat dipungkiri, yang tidak terbantahkan lagi, karena hal itu dilandaskan dan tegak di atas dalil-dalil Al-Qur’an, As-Sunnah, sejarah dan akal.
Oleh karena itu, pembahasan tentang sejarah keluarga Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya merupakan perpanjangan dari pembahasan sejarah Nabi Muhammad saw, sehingga termasuk di dalamnya risalah yang beliau bawa, yang berkaitan dengan makna keimanan, akhlak yang mulia, budi yang luhur, kejujuran serta pengorbanan, sebab keluarga Nabi saw dan para sahabatnya, mereka itulah generasi yang beriman dengan risalah yang dibawa oleh Nabi dan juga meyakini akan kebenaran isi risalah tersebut. Mereka berjuang bersamanya dengan menanggung beban derita dan mengorbankan segala sesuatu yang amat mahal dan amat berharga bagi diri mereka.
Oleh karenanya, kebohongan-kebohongan yang dituduhkan terhadap generasi tersebut, seperti cerita tentang permusuhan dan perpecahan antara keluarga Nabi saw dan para sahabatnya adalah kamuflase belaka, dan telah menyalahi dalil-dalil syari’at serta realita sejarah yang mengatakan bahwa di antara kedua belah pihak –yang mulia ini-, tidak ada hal lain selain hubungan cinta, ukhuwah imaniyah dan sikap saling menghormati serta pujian dan sanjungan.
Untuk menjelaskan gambaran ini dengan sebenarnya, maka kami akan memperlihatkan bukti-bukti yang menyatakan, bahwa hubungan antara keluarga Nabi saw dan para sahabatnya tidaklah seperti persangkaan sebagian orang –yaitu hubungan pertengkaran, permusuhan dan perselisihan- namun yang benar justru sebaliknya, sesungguhnya keluarga Nabi dan para sahabat, mereka saling berbesanan, saling mencintai, mereka adalah ipar dan saling bersaudara, adapun yang memotivasi mereka untuk melakukan hal tersebut, karena mereka saling mencintai karena Allah dan mereka adalah saudara seiman.
Oleh karena itu perkataan Al-Imam Ali radhiyallahu anhu: “Sebaik-baik umat ini setelah Nabinya meninggal adalah Abu Bakar dan Umar” akan kekal dan akan selalu dikenang. Adapun perkataan Al-Imam Ja’far Ash-Shadiq rahimahullah: “Abu Bakar melahirkanku dua kali” merupakan bukti yang paling besar akan adanya ukhuwah islamiyah dan mahabbah imaniyah antara keluarga Nabi dan para sahabatnya, mudah-mudahan Allah subhana wa ta’ala meridhai mereka semua.
Berikut ini bukti-bukti yang menunjukkan kuatnya ikatan cinta antara Ahlul Bait dan Sahabat Nabi:
Oleh: Mabarrah Al-Aal Wal Ashhaab dan LPPI Makassar

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More