Jalaluddin Rakhmat Kembali Bedusta

http://statik.tempo.co/?id=137836&width=620
Minggu, 2 September 2012 media online viva.co.id menurunkan wawancara dengan Jalaluddin Rakhmat sebagai berikut: 
Apa Anda selama ini pernah mendapat ancaman teror sebagai tokoh intelektual Syiah?
Saya sekarang ini berambut gondrong bukan karena ingin tampak lebih muda, tapi karena saya sedang membuat disertasi di Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (Jalaluddin Rakhmat pernah berjanji tidak akan memotong rambutnya sebelum menyelesaikan program doktoralnya-red lppimakassar.com). UIN diprotes oleh serombongan orang karena saya orang Syiah. Mereka minta saya dipecat dari kandidat Doktor.
Mereka menuntut, kalau pihak UIN tidak mengharamkan Jalaludin Rakhmat sebagai kandidat Doktor, maka mereka akan menghalalkan darah saya. Saya diancam, kalau nanti saya ujian akhir Doktor, mereka akan menumpahkan darah saya. Tapi UIN mempertahankan saya karena mereka menentukan kandidat Doktor berdasarkan pertimbangan ilmiah, bukan berdasarkan mazhab. UIN Makassar menyatakan tidak apa-apa jika nanti mereka dipanggil polisi.
Disertasi saya soal “Pergeseran dari Sunnah Nabi kepada Sunnah Sahabat Nabi.” Maksudnya, kita kan beragama Islam berdasarkan sunnah Nabi. Padahal sebetulnya menurut hipotesis saya, yang kita jalankan bukan Sunnah Nabi, tapi sunnah Sahabat. Sunnah Nabi malah ditinggalkan. Itulah yang menimbulkan kemarahan beberapa ulama di sana yang tergabung dalam kelompok Wahdah Islamiyah.
Oleh karena itu mereka menuntut saya untuk dihukum mati. Mereka juga pernah melaporkan saya ke polisi untuk ditangkap, tapi tidak digubris. Saya sebenarnya bisa menuntuk balik karena mereka mengancam nyawa saya. Saya pernah dianjurkan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM untuk berhubungan dengan Mabes Polri supaya saya dapat perlindungan keamanan, karena ancaman kepada saya sudah riil.
Kompas juga waktu itu pernah memberitakan, pernah datang rombongan teroris dari Mindanao ke sebuah pesantren di Flores. Dikatakan mereka akan menyerang santri-santri Syiah dan membunuh tokoh-tokoh Syiah di Indonesia. Menurut berita lain, disebutkan nama-nama tokoh itu, antara lain Jalaludin Rakhmat. (selesai, baca selengkapnya di viva.co.id)
Hanya Dusta
Membaca wawancara sang guru besar gadungan –karena sering memakai gelar [Prof] pada titelnya (Baca: Bertaqiyah dengan gelar professor)—Jalaluddin Rakhmat di atas, maka akan timbul beberapa tanggapan. Pertama, kita bisa mempertanyakan apa korelasi antara rambut gondrong dengan penyusunan disertasi di UIN Alauddin, setahu saya UIN Alauddin tidak pernah mengurus rambut para mahasiswa program doktoralnya, apakah pendek atau panjang, itu tergantung selera masing-masing para mahasiswa. Kedua. Tidak pernah ada ulama yang bergabung dalam ormas Wahdah Islamiyah yang pernah melaporkan si Jalaluddin Rakhmat, hingga artikel ini saya tulis, sikap Wahdah Islamiyah sebagai ormas belum jelas terhadap Jalaluddin Rakmat, untuk itu bisa saja pihak Wahdah menuntut balik kepada Jalal sebagai tuduhan pencemaran nama baik organisasi. Ketiga. Kami tegaskan bahwa apa yang diucapkan Jalaluddin Rakhmat terkait nyawanya dalam ancaman di Makassar adalah bohong alias dusta belaka, karena selama ini tidak pernah ada pihak, baik itu golongan maupun individu, apalagi ulama yang bermaksud mengancam jiwanya. Dan jika yang bersangkutan ke Makassar, aman-aman saja tak seorang pun yang pernah mengancamnya apalagi menghalalkan darahnya sebagaimana yang ia tuduhkan. Jika Jalal memang benar diancam oleh ulama, maka kami minta untuk menyebut siapa ulama yang dimaksud dan dimana kejadiannya? Karena hal itu dapat merusak nama baik dan kehormatan ulama di Makassar yang jumlahnya tidak sedikit. Namun jika tidak, maka hal itu dapat dianggap sebagai tuduhan dan fitnah, bahkan pelecehan terhadap para ulama di Makassar.
Keempat. Terkait pelaporan ke pihak kepolisian karena Jalaluddin Rakhmat adalah penganut Syiah. Sampai saat ini tidak seorang pun, termasuk lembaga LPPI yang melaporkan Jalal ke pihak ke polisian dengan alasan bahwa yang bersangkutan sebagai penganut Syiah, selama ini LPPI keberatan terhadap Jalaluddin dan melaporkan dirinya ke pihak UIN Alauddin agar diberhentikan sebagai mahasiswa program doktoral by research karena kelakuannya yang sangat biadab terhadap para Sahabat Rasulullah saw, serta segenap ulama muktabar lainnya. Sekali lagi, terkait karena yang bersangkutan sebagai Syiah, belum ada pihak yang melapor akan hal itu.
Berikut alasan pihak LPPI melaporkan Jalaluddin Rakmat ke UIN Aluddin Makassar, agar diberhentikan dalam proses doktoralnya: Banyak tulisan, editan, dan ceramahnya yang sangat menjelek-jelekkan Sahabat dan Tabi’in bahkan melaknat mereka, berdasarkan dalil (kutipan) yang lemah atau berdasarkan dalil yang dipahami secara salah atau data yang dimanipulasi, contoh:  a) Syiah melaknat orang yang dilaknat Fatimah.; Dan yang dilaknat Fatimah adalah Abu Bakar dan Umar,; b) Umar meragukan kenabian Rasulullah,; c) Para Sahabat membantah perintah Nabi saw; d) Para Sahabat merubah-rubah agama; e) Para Sahabat murtad; f) Aisyah bermuka hitam, suka memoles pipinya dengan sejenis akar sebuah pohon sehingga berwarna merah, sehingga dengan itu ia dijuluki Al Humairo (yang kemerah-merahan pipinya). Ia sangat pencemburu, dan suka membuat makar,; g) Muawiyah tidak hanya fasik bahkan kafir, tidak meyakini kenabian, (Jalaluddin Rakhmat, Manusia Pilihan). Ia bersama dengan Abu Sufyan dan Amr bin Ash telah dilaknat oleh Nabi saw; h) Amr bin Ash adalah anak dari hasil promiskuitas (ibunya digagahi oleh beberapa orang. Secara tidak beraturan). Ia membunuh Muhammad bin Abu Bakar, memasukkannya ke dalam perut bangkai dan membakarnya; i) Az Zuhri termasuk pencipta Hadis maudhu’; j) Said bin Musayyab adalah khawarij munafiq; k) Sufyan Ats Tsauri melakukan tadlis dan meriwayatkan dari para pendusta; l) Khalid bin Walid membunuh Malik bin Nuwairah dan menikahi istrinya pada malam hari; m) Marwan bin Hakam menyuruh Yazid untuk membunuh Imam Husein. Dialah yang bergabung dengan Muawiyah untuk membunuh para pecinta Ahlul Bait; n) Tragedi Karbala merupakan gabungan dari pengkhianatan sahabat dan kelaliman musuh (Bani Umayyah); o) Al Dzahabi (ulama’ yang hidup pada abad 8 Hijriyah) berbicara dengan Sahabat Rasulullah saw, Anas bin Malik ra (yang hidup di abad pertama hijriyah), dan p) Rumah Ali dan Fathimah dikepung, kemudian mereka disiksa seperti binatang; Sufyan Ats Tsauri melakukan tadlis dan meriwayatkan dari para pendusta; b. As-Sunh jauhnya puluhan kilometer; c. Kontradiksi posisi Nabi Saw duduk di saat Abu Bakar jadi imam; d. Utsman tidak menikahi dua putri Nabi Saw, tapi dua wanita lain; e. Muawiyah tidak suka mendengar adzan lantaran di dalam adzan disebut nama Nabi Muhammad Saw; f. Amr bin Ash tidak rela menghukum orang Nasrani yang mencaci-maki Nabi Muhammad saw karena dia tidak rela orang Nasrani dipukuli hanya karena memaki Nabi yang tidak dipercayainya; g. Rasulullah saw menangis karena berita dari Jibril bahwa cucunya akan dibunuh di Karbala; h. Rumah Ali dan Fathimah dikepung, kemudian mereka disiksa seperti binatang; i. Ali dikader khusus oleh Rasulullah saw dengan mengajarkannya berbagai macam ilmu (1000 bab ilmu pengetahuan) yang tidak diajarkan kepada sahabat yang lain untuk mempersiapkannya sebagai pelanjut misi yang akan meneruskan ajaran Islam sepeninggal Rasulullah saw; j. Para Imam (versi Syi’ah) adalah Shirathal Mustaqim, Jalan yang lurus adalah jalannya Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib; k. Bani Umayyah (Umar bin Sa’ad, Zar’ah bin Syarik dll) membasmi mazhab dan keluarga Ali (Husein bersama keluarganya) di Karbala; l. Bani Umayyah membid’ahkan bacaan basmalah dengan jahr (keras) dalam al Fatihah ketika shalat karena kebencian mereka terhadap Imam Ali, dan banyak lagi.
Sumber-sumber di atas dapat dengan mudah kita temukan dari karya-karya beliau, seperti: hasil kolaborasinya bersama istrinya, Emilia Renita AZ. 40 Masalah Syiah.  (Cet. II; IJABI & The Jalal Center. 2009; Jalaluddin Rakhmat, Menuju Cinta Ilahi. (Cet. II; Depok: Pustaka Iiman. 2008); Jalauddin Rakhmat. Sahabat Dalam Timbangan Al Quran, Sunnah dan Ilmiu Pengetahuan [makalah] yang disampaikan di PPs UIN Alauddin 2009; Jalaluddin Rakhmat. Artikel dalam Buletin al Tanwir Yayasan Muthahhari Edisi Khusus No. 298. 10 Muharram 1431 H; Jalaluddin Rakhmat, Ceramah Asyura,  Rec. 07 Arsip LPPI perw. IndTim; Jalaluddin Rakhmat. Al Mushthafa (Manusia Pilihan yang Disucikan). (Cet. I;  Bandung: Simbiosa Rekatama Mediatama. 2008), dan beberapa sumber lainnya.

Oleh: Ilham Kadir, Mahasiswa Pascasarjana UMI Makassar, Peneliti LPPI Indonesia Timur.

3 komentar:

izin copas artikel2 yg ada web ini ya...

Daftar caleg sementara (DCS) Pemilu 2014 telah dirilis KPU.
Ada satu nama yang menarik, yaitu nama DR. JALALUDDIN RAKHMAT, M.SC. yang tercantum sebagai caleg no. urut 1 Dapil Jawa Barat II.
Memang belum pasti kalau Jalal yang ini adalah Jalal yang selama ini kita kenal sebagai tokoh Syi’ah.
Tapi kalau benar, kita harus ekstra waspada, sebab jika terpilih, maka Syi’ah akan mulai menguasai parlemen.
Ini tentu menjadi PR tambahan untuk Umat Islam, setelah sebelumnya tokoh PKI sudah banyak yang msauk ke Senayan.

Tapi mmg benar koq, Jalal caleg dg Jalal syi'ah orangnya sama, itu-itu juga.
Tapi jangan terlalu apriori juga, orang syi'ah akan menguasai parlemen. Analisisnya darimana, ya.
Lagian belum tentu menang juga. Bagi warga Jabar Dapil II, mungkin masih banyak alternatif Caleg lain yang menarik perhatian.
No urut 1 tidak menjamin bahwa dia akan pasti dan terpilih. Soalnya sekarang kan milih tokoh, bukan milih partai. Beda sekali dg pemilu yg lalu. Jadi gk usah khawatir juga, tenang aja. Kenapa sich, koq repot amat.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More