Inilah Wasiat Rasulullah di Ghadir Khum dan Tiga Wasiat Nabi Setelah Ghadir Khum

 http://www.abna.ir/a/uploads/80/3/80340.jpg
Yazid bin Hayyaan At-Taimiy berkata:  Aku, Hushain bin Sabrah, dan ‘Umar bin Muslim berangkat menemui Zaid bin Arqam…
Zaid bin Arqam berkata, “Pada suatu hari Rasulullah SAW berdiri dan berkhutbah kepada kami di sebuah mata air yang biasa disebut Khumm, yakni bertempat antara Ka’bah dan Madinah. Kemudian beliau memuji Allah dan mengungkapkan puji-pujian atas-Nya. Beliau memberi nasehat dan peringatan.
Dan setelah itu beliau bersabda : ‘Amma ba’du, wahai sekalian manusia, aku hanyalah seorang manusia, yang hampir saja utusan Rabb-ku mendatangiku hingga aku pun memenuhinya. Sesungguhnya aku telah meninggalkan dua perkara yang sangat berat di tengah-tengah kalian. Yang pertama adalah Kitabullah. Di dalamnya terdapat petunjuk dan cahaya. Karena itu, ambillah dan berpegang-teguhlah kalian dengannya”.
Kemudian beliau bersabda lagi : “Dan ahlul-baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah akan ahli baitku, aku ingatkan kalian kepada Allah akan ahlul-baitku, aku ingatkan kalian karena Allah terhadap akan ahlul-baitku.”
Kemudian Hushain bertanya kepada Zaid : “Dan siapakah ahlul-baitnya wahai Zaid?. Bukankah isteri-isteri beliau adalah termasuk ahlul-baitnya?”.
Zaid menjawab : “Isteri-isteri beliau termasuk bagian dari ahlul-baitnya. Akan tetapi, ahlul-bait beliau adalah siapa saja yang telah diharamkan baginya untuk menerima sedekah setelah beliau”.
Hushain bertanya lagi : “Siapakah mereka itu?”.
Zaid menjawab : “Mereka adalah keluarga ‘Aliy, keluarga ‘Aqil, keluarga Ja’far, dan keluarga ‘Abbaas”.
Zaid bertanya lagi : “Apakah mereka semua diharamkan untuk menerima sedekah?”.
Ia menjawab : “Ya”
(Imam Ahmad bin Hanbal)
Di lain hadits,
Zaid bin Arqam berkata,
“Rasulullah SAW bersabda : ‘Ketahuilah sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian dua perkara yang sangat besar. Salah satunya adalah Al Qur’an, barang siapa yang mengikuti petunjuknya maka dia akan mendapat petunjuk. Dan barang siapa yang meninggalkannya maka dia akan tersesat.’
Kemudian beliau bersabda lagi : ‘Dan ahlul-baitku. Aku ingatkan kalian kepada Allah akan ahli baitku.’”
Lalu kami bertanya : “Siapakah ahlu baitnya, bukankah istri-istri beliau?”.
Dia menjawab : “Bukan, demi Allah. Sesungguhnya seorang istri bisa saja dia setiap saat bersama suaminya. Tapi kemudian bisa saja ditalaknya hingga akhirnya dia kembali kepada bapaknya dan kaumnya. Yang dimaksud dengan ahlul-bait beliau adalah, keturunan dan keluarga beliau yang diharamkan bagi mereka untuk menerima zakat.”
(Imam Muslim)
Ini adalah wasiat Nabi SAW..  saat Ghadir Khum
Pertama, Kitabullah (Kitab Suci Al-Quran). Kedua, Ahlul Bait Nabi.
Nah dihadits diatas ada suatu yang menarik?? Apakah isteri-isteri Nabi SAW adlh ahlul baitnya. Di hadits pertama dikatakan YA, tapi dihadits kedua dikatakan TIDAK.
Jawabannya Mudah, dihadits kedua Zaid bin Arqam menyinggung soal talak alias cerai.
Maka jika kita bisa berfikir jernih lalu kita tarik kesimpulan, maka jawabannya.
ISTERI-ISTERI NABI SAW adalah AHLUL BAIT NABI SAW selama Nabi SAW tidak mentalaknya alias mencerainya. 
Dan sejarah mencatat, tidak ada satu pun setelah meninggalnya Nabi SAW ada isterinya yang ditalak. Maka seluruh janda Nabi SAW adlh Ahlul Bait Nabi SAW.
PERISTIWA SETELAH GHADIR KHUM
Dari Ibnu Abbas ra, bahwasanya Ali bin Abi Thalib ra keluar dari sisi Rasulullah SAW ketika beliau sakit menjelang wafatnya. Maka manusia berkata: “Wahai Abu al-Hasan, bagaimana keadaan Rasulullah SAW?” Beliau menjawab: “Alhamdulillah baik”. Abbas bin Abdul Muthalib (paman Rasulullah SAW) memegang tangan Ali bin Abi Thalib, kemudian berkata kepadanya: “Engkau, demi Allah, setelah tiga hari ini kamu akan menjadi “hamba tongkat”*. Sungguh aku mengerti bahwa Nabi SAW akan wafat dalam sakitnya kali ini, karena aku mengenali wajah-wajah anak cucu Abdul Muthalib ketika akan wafatnya. Marilah kita menemui Rasulullah SAW untuk menanyakan kepada siapa urusan ini dipegang? Kalau diserahkan kepada kita, maka kita mengetahuinya. Dan kalau pun diserahkan untuk selain kita, maka kita pun mengetahuinya dan beliau akan memberikan wasiatnya”. Ali bin Abi Thalib menjawab: “Demi Allah, sungguh kalau kita menanyakannya kepada Rasulullah SAW, lalu beliau tidak memberikannya kepada kita, maka tidak akan diberikan oleh manusia kepada kita selama-lamanya. Dan sesungguhnya aku demi Allah tidak akan memintanya kepada Rasulullah SAW.
(Imam Bukhari)
*) “hamba tongkat” berarti diperintah orang lain. Pepatah arab saat itu.
Abbas bin Abdul Muthalib ra, Ibnu Abbas ra bahkan Ali bin Abi Thalib ra sendiri mengetahui bahwa peristiwa di Ghadir Khum TIDAK ADA PERISTIWA PENUNJUKKAN ALI BIN ABI THALIB RA SBG PENGGANTI NABI SAW..
LIHAT PERNYATAAN ABBAS BIN ABDUL MUTHALIB RA…
“Kalau diserahkan kepada kita, maka kita mengetahuinya. Dan kalau pun diserahkan untuk selain kita, maka kita pun mengetahuinya dan beliau akan memberikan wasiatnya.”
artinya Abbas bin Abdul Muthalib pun bersedia jika memang wasiat itu tdk diserahkan pada kita.. kata “KITA” disini jelas maksudnya adlh Ahlul Bait.. krn Abbas bin Abdul Muthalib termasuk AHLUL BAIT NABI SAW… 
LIHAT PERKATAAN TEGAS ALI BIN ABI THALIB RA… 
“tidak memberikannya kepada kita, maka tidak akan diberikan oleh manusia kepada kita selama-lamanya.”
 Artinya keputusan Allah SWT dan Nabi SAW.. tdk akan meleset.. seandainnya diserahkan kepada Ahlul Bait Nabi SAW.. maka tdk akan ada yang menghalanginya.. seandainya diserahkan kepada selain Ahlul Bait Nabi SAW… maka tdk akan pula ada yang mencegahnya…

TIGA WASIAT NABI SETELAH GHADIR KHUM…
Bukhari dan Muslim meriwayatkan, Rasulullah SAW berwasiat tiga hal menjelang wafatnya.
Pertama, keluarkan kaum musyrikin dari Jazirah Arab. Kedua, berikan hadiah kepada delegasi seperti yang biasa kulakukan. Kemudian si perawi berkata? aku lupa isi wasiat yang ketiga? 
(Imam Bukhari dan Imam Muslim)
[Shahih Bukhari jil. 7 hal. 121; Shahih Muslim jil. 5 hal. 75]
ane copas hadits ini dari blog -  syiahali.wordpress.com…  si pemilik blog tadinya mau mencela sunni…  tapi dia gak sadar.. klo hadits yg dia bawakan semakin menambah KEYAKINAN klo pada saat peristiwa GHADIR KHUM TIDAK ADA peristiwa penunjukkan..
lalu apa yang ketiga…
Dari Aisyah ra berkata, Nabi SAW bersabda, “Panggilkan kepadaku Abu Bakar dan saudaramu, agar aku bisa mendiktekan surat, karena sesungguhnya aku khawatir akan ada seseorang yang berambisi, lalu ada orang yang lain lagi mengatakan ‘aku lebih patut.’ Padahal Allah dan orang-orang mukmin menolak selain Abu Bakar”
(Imam Muslim)
ALLAH SWT MENJADIKAN ABU BAKAR RA SEBAGAI KHALIFAH PENGGANTI NABI SAW… DAN KAUM MUKMININ MENERIMANYA…
DAN INILAH WASIAT NABI SETELAH GHADIR KHUM DAN WASIAT NABI SAW TERBUKTI…

Oleh: Awi Sirep

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More