Contoh Kebodohan Orang Syi’ah – Dan Seperti Ini Menjamur Di Dunia Maya

 Contoh Kebodohan Orang Syi’ah – Dan Seperti Ini Menjamur Di Dunia Maya

Ada salah seorang syi’ah user facebook yang dengan percaya dirinya memposting seperti ini :

Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Ali, empat orang pertama yang masuk surga adalah Aku, Engkau, Fathimah, Al-Hasan, dan Al-Husain. Keturunan kita menyusul di belakang kita. Istri-istri kita menyusul di belakang keturunan kita, dan Syiah kita di kanan dan kiri kita”. (Tarikh Ibn Asakir, 4/318; Ibnu Hajar, Ash-Shawaiq, hlm. 96; Tadzkirah Al-Khawwash, hlm. 31; Majma Az-Zawa’id 9/131).

Sebelum memposting seperti itu apakah dia tidak berpikir lebih dahulu ? Aku, Engkau, Fathimah, Al-Hasan dan Al-Husain itu berapa jumlahnya ?

Padahal kalau dari majma’ az-Zawa’id juz 9 hal 131, tertulisnya seperti ini :

 وَبِسَنَدِهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَالَ: ” «إِنَّ أَوَّلَ أَرْبَعَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ: أَنَا، وَأَنْتَ، وَالْحَسَنُ، وَالْحُسَيْنُ، وَذَرَارِينَا خَلْفَ ظُهُورِنَا، وَأَزْوَاجُنَا خَلْفَ ذَرَارِينَا، وَشِيعَتُنَا عَنْ أَيْمَانِنَا وَعَنْ شَمَائِلِنَا

Yg dimaksud dg “bisanadihi” dapat dilihat pada riwayat diatasnya, yaitu :

رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ مِنْ رِوَايَةِ حَرْبِ بْنِ الْحَسَنِ الطَّحَّانِ عَنْ يَحْيَى بْنِ يَعْلَى، وَكِلَاهُمَا ضَعِيفٌ
 
Al-Thabarani meriwayatkan dari harb ibnil Hasan al-Thahan, dari Yahya ibn Ya’la, wa kilahuma dha’if.

Selain dha’if, disitu tidak ada Fathimah. Disebutkan hanya : ana wa anta wa al-Hasan wa al-Husain.

Dan seandainya itu shahih, kalau dari referensi asalnya jumlahnya betul empat, yaitu, Ana, anta, al-Hasan dan al-Husein. Entah darimana postingan diatas itu ada tambahan Fathimah.

Ini hanya salah satu contoh bagaimana pengikut syiah itu sangat ringan sekali dalam menukil-nukil hadits, tidak merasa takut terjatuh dalam perbuatan berdusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kenyataannya kebanyakan mereka adalah orang-orang yang lebih terpengaruh dari sisi psikisnya setelah dicekoki dengan berbagai cerita sejarah yang sudah dicampur dengan berbagai riwayat dha’if atau bahkan palsu, sedangkan mereka ini asalnya memang tidak mengenal kitab para ulama.
 

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More