Audienesi Perwakilan Ormas dan Tokoh Masyarakat di DPRD Sulsel terkait Penistaan Agama



Tepat pukul 14.00 wita, segenap pimpinan dan perwakilan ormas Islam yang berasal dari kota Makassar melakukan audensi bersama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat wilayah Sulawesi Selatan, H. Muhammad Roem SH, didampingi oleh H. Ashabul Kahfi sebagai Wakil Ketua DPR yang membidangi masalah keagamaan, dan Drs. Jafar Sodding, perwakilan dari komisi E, di ruang pertemuan pimpinan DPR.
Hadir dalam audensi adalah ketua Front Pembela Islam (FPI), Ust. Abd Rahaman, Ketua Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI), Prof. Ahmad Sewang bersama sekretarisnya bapak Drs. H. Wasapada Santing yang sekaligus sebagai ketua Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Umat (LPPU), Ketua Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam  (LPPI), Ust. H. M. Said Abd. Shamad, Lc., Perwakilan dari  Wahdah Islamiyah Ust. H. Ikhwan Abd Jalil Lc, hadir pula Ust. Rahmat, Lc.,  perwakilan MUI Makassar, Drs. Abd. Wahid, MA., sebagai ketua  Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi), dan bebrapa peserta lain yang turut hadir, jumlahnya mencapai 40 orang lebih.
Audensi dimulai dengan sambutan selamat dantang dan apresiasi dari ketua DPRD, Bapak H. M. Roem atas kedatangan sejumlah ketua maupun perwakilan segenap ormas yang ada di kota Makassar. Setelah itu, ketua DPR mempersilahkan perwakilan rombongan untuk mengutarakan maksud dan tujuan kedatangan mereka. Diwakili oleh, Drs. H. Waspada Santing selaku sekretaris Forum Ukhuwah Islamiyah memaparkan maksud dan tujuannya, yaitu sikap resmi umat Islam Makassar terkait film ‘Innocence of Muslims’.
Setelah menyampaikan sikap resmi, maka sebuah dokumen pun diserahkan pada ketua umum DPRD yang berisi pernyataan resmi tersebut.
Selanjutnya H. M. Roem SH, mengapresiasi kedatangan para pimpinan dan perwakilan ormas, dengan menegaskan bahwa penyampaian aspirasi yang seperti ini jauh lebih baik dan elegan dari pada harus turun ke jalan. “Saya tidak menyalahkan mereka yang meluahkan aspirasinya di jalan, namun jika dilakukan dengan cara yang baik dan elegan seperti ini maka jauh lebih terhormat,” ujar mantan Bupati Sinjai ini.
Pada kesempatan tersebut, para perwakilan diminta untuk menyampaikan hal-hal yang dianggap penting terkait isu-isu umat, atau kondisi keberagamaan di daerah Makassar dan Sulawesi Selatan.
Peserta audensi yang tampil pertama menyuarakan aspirasinya adalah, H. Idris Parakkasi, beliau meminta kepada DPRD agar mengeluarkan perda pelarangan penyebaran ajaran yang dianggap sesat, supaya melakukan pencegahan dini, seperti Syiah misalnya, agar dikeluarkan larangn sejak saat ini, supaya hal-hal tidak diinginkan tidak terjadi sebagaimana di Sampang Madura. Hal senada juga dilontarkan oleh ketua FPI Sulsel, Ust. Abd Rahman, meminta pemerintah bertindak tegas kepada ajaran Syiah, dan Ahmadiah. Ketua LPPI, Ust. Said Abd. Shamad, juga meminta supaya pencegahan dini terhadap penyebaran Syiah dihentikan dengan mengajak komponen ormas, dan pemerintah untuk menghadapai ajaran ini. Beliau bahkan meminta waktu khusus suatu saat bersama ketua DPRD untuk melakukan pertemuan membahas masalah Syiah yang sangat pesat pertumbuhannya di Makasar.
Tanggapan juga datang dari salah satu tokoh dan perwakilan dari masyarakat tanjung Bunga Makassar, sang tokoh menyampaikan kepada ketua DPRD dan para hadirin bahwa di kampungnya yang hanya radius 4 km dari kota Makassar itu, akan dibangun gereja yang telah memiliki SK dua menteri, dan pihak gereja telah mengumpulkan tanda-tangan fiktif dari manyarakat. Dan yang paling menjengkelkan adalah gereja tersebut dijaga oleh aparat kemanan yang kadang mengintimadasi masyarakat setempat. Beliau juga keberatan dengan digantinya gapura masuk ke Tanjung Bunga yang semula berbentuk kuba-kuba mini masjid lalu dipugar dan diganti dengan ‘kepala tedong bonga’ (kepala kerbau Tator).
Setelah azan Asar berkumandang pertemuan pun ditutup, dan para peserta audensi melakukan salat Asar berjamaah di Musalla yang diimami oleh Ust. M. Said Abd. Shmad, lalu disambung dengan sedikit wejangan. 

(lham Kadir/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More