Organisasi Penyebar Fitnah itu Bernama MIAMI

 
Miami adalah sebuah kota di Amerika Serikat (AS) yang merupakan Negara bagian Florida.. Kota yang berpenduduk sebesar 362.470 jiwa dan memiliki luas wilayah 143,1 km2 ini terletak di bagian selatan.
Kota Miami merupakan kota yang perkembangan penduduknya paling cepat di AS. Protestan dan Katholik Roma menempati urutan agama pertama dan kedua di kota ini. Setelah itu, baru Yahudi. Diperkirakan ada sekitar 15% penduduk Miami memilih untuk tidak beragama.
Kompasianers, pada awal September lalu, terbentuk sebuah organisasi yang diberinama MIAMI. Entahlah para pendirinya sengaja memplesetkan dengan nama kota, yang dikenal dengan surga bagi penggila bikini karena banyak gadis menjemur di pantai, atau memang sengaja dibuat agar mudah terdengar. Yang pasti, MIAMI yang didirikan oleh M. Hasyim, MA, M. Aris, S.H, M.H, H. Husein N, Lc, dan Imam Syafi’I, S.H ini kepanjangan dari Majelis Intelektual Agama dan Mazhab di Indonesia.
Menurut Siaran Pers yang dibuat oleh pengurus MIAMI, organisasi ini dibentuk atas latar belakang (1) Keprihatinan atas adanya organisasi yang mengatasnamakan ulama dan intelektual, namun malah menganjurkan intoleransi; (2) Maraknya ajakan menolak keberagaman dan memunculkan ekstremitas; (3) Maraknya aksi anarkisme yang mengatasnamakan agama dan mazhab; (5) Maraknya kelompok-kelompok kekerasan yang digerakkan oleh para ulama dan intelektual di dalam suatu Negara majemuk ini.
Jika kita baca sekilas, latar belakang pembentukannya sangat baik. Namun jika diteliti lebih jauh, poin-poinnya tidak jelas dan menjurus pada pembelaan satu mahzab. Saya tidak menyebutkan apa mahzab itu, silahkan Kompasinares tebak sendiri.
Pada poin pertama, sangat jelas MIAMI ini mencoba melakukan pembunuhan karakter pada satu atau beberapa organisasi. Organisasi yang dimaksud di poin ini pun tidak jelas, organisasi masa kah atau organiasasi Islam? Jika sekadar ingin mengimbangi satu organisasi -misalnya organisasi Islam-, saya pikir MIAMI cemen alias seperti anak kecil. Betapa tidak cemen, jika organisasi yang dituduhkan (baca: dibunuh karakternya oleh MIAMI) memang benar, mengapa organisasi lain, seperti Majelis Rasulullah, Hizbut Tahir Indonesia (HTI), Muhammadiyah, Nadhdatul Ulama (NU), Front Pembela Islam (FPI), maupun Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) tidak segera memprotes organisasi yang dituduhkan MIAMI. Aneh!
Kompasianers, kata INTOLERANSI yang dituduhkan tersebut juga jelas mengada-ada. Terus terang saya tidak pernah mendengar organisasi-organisasi yang sudah saya sebutkan di atas, memiliki tujuan untuk menjadi organisasi Islam yang memprovokasi agar tidak bertoleransi. Organisasi yang seringkali disebut-sebut sebagai biang kerusuhan oleh masyarakat semacam FPI pun tidak memiliki keinginan untuk menganjurkan intoleransi.
Yang saya yakini, semua organisasi Islam tersebut (1) TIDAK PERNAH mencaci maki sahabat-sahabat Rasulullah SAW, pun istri-istri beliau; (2) TIDAK PERNAH mengatakan Al-Qur’an yang dibaca oleh mayoritas umat Islam di Indonesia dan di dunia tidak komplit, disembunyikan, bahkan dikatakan dimakan oleh kambing; (3) TIDAK PERNAH mendahulukan perkataan Imam, tetapi selalu mendahulukan perkataan Allah swt yang terdapat di Al-Qur’an; (4) TIDAK PERNAH mendzolimi hak-hak wanita, karena selalu mengajarkan untuk memuliakan wanita dan TIDAK PERNAH mengajarkan untuk kawin kontrak; (5) TIDAK PERNAH mengusir saudara se-Islam sebagaimana telah dilakukan oleh sekelompok di Iran, Irak, Suriah, Yaman, Lebanon, Pakistan, Afganistan, dan lain-lain.
Kata ‘Mahzab’ dalam MIAMI itu sendiri sesungguhnya ABSURD. Kenapa? Organisasi-organisasi Islam di atas selalu mengakui dan sudah sepakat mengakui mahzab Imam Hanafi, Imam Maliki, dan Imam Hanbali. Namun faktanya, organisasi ini tidak mencantumkan nama-nama Imam tersebut. Aneh!
Kompasianers, organisasi MIAMI ini memang perlu diberikan penyadaran, bahwa latar belakang pendirian organisasi justru menjadi intoleransi antarumat. Para pendiri dan anggota MIAMI seharusnya tidak menjadi juru provokasi demi menyelamatkan bangsa ini. Saya mengerti, mereka adalah sekelompok orang yang takut, ketar-ketir, dan kelimpungan dan mencoba berkelompok. Jika mereka tetap ngotot menyebarkan fitnah dan provokasi, saya berharap organisasi-organisasi Islam yang sudah ada sepakat untuk membubarkan.

 Oleh Akang Jaya di kompasiana.com

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More