Niat Jalal Membela, Justru Hukuman Tajul Muluk Tambah 2 Tahun!


 
 
Ketika Tragedi Sampang Jilid II kembali meletus Jalaluddin Rakhmat angkat bicara, ia dengan seluruh Syiah di Indonesia akan melakukan pembelaan terhadap tokoh Syiah Sampang, Tajul Muluk, agar dibebaskan dari hukuman penjara yang diputuskan oleh Pengadilan Negeri Sampang pada bulan juli lalu, dengan cara mengadukan banding. “Saya kira sekarang seluruh komunitas Syiah sekarang bersatu untuk membela seluruh komunitas Syiah bukan saja Tajul Muluk seorang. Begitu naik banding, kita akan berusaha membebaskan Tajul Muluk" bela Jalal. (hidayatullah.com/30/08/2012)

Sebelum niat itu tercapai Majelis Hakim Pengadilan Tinggi di Jawa Timur telah lebih dulu membacakan vonis tambahan buat Tajul Muluk menjadi empat tahun penjara.(http://www.tempo.co/read/news/2012/09/21/078430997)

Salah seorang kuasa hukum Tajul Muluk, Asfinawati, mengatakan belum menerima salinan putusan pengadilan tinggi, tetapi akan mengajukan kasasi.

"Kami akan mengajukan kasasi karena menilai kasus penodaan Islam yang dituduhkan tidak terbukti dalam persidangan," kata Asfinawati, sebagaimana dilansir BBC, Jumat (21/9/2012).

"Salah satu tuduhan yang diajukan kepada Ustadz Tajul adalah mengajarkan Al-Qur'an yang tidak asli padahal bukti menunjukkan bahwa dia mengajarkan Al Qur'an yang asli," tambahnya.

Tentu tidak hanya satu tuduhan, ada beberapa tuduhan lainnya.

Berita ini menambah kesyukuran kita kepada Allah yang telah memberikan taufik kepada seluruh stake holder pemerintahan dan para ulama di Jawa Timur yang telah mengawal kasus penistaaan agama ini. Dan mudah-mudahan penyelesaian kasus ini bisa menjadi contoh buat daerah-daerah lain.

Fenomena Lucu

Penyelesaian kasus-kasus konflik penyerangan rumah ibadah atau markas aliran sesat yang terjadi di Indonesia, seperti penyerangan markas Ahmadiyah di Cikeusik, dll, semuanya berakhir dengan penangkapan tokoh-tokoh provokator yang mendalangi aksi penyerangan-penyerangan tersebut. 

Hal ini berbeda dengan yang terjadi pada kasus Sampang Jilid satu dan dua, warga Ahlus Sunnah yang menyerang, namun justru tokoh penyebar aliran sesat Syiah yang ditangkap. Bahkan vonisnya ditambah menjadi empat tahun, sebagaimana penjelasan DR. Adian Husaini pada saat kunjungannya ke Makassar baru-baru ini, walhamdulillah.


(muis/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More