Murid-murid Habib Ali al Habsyi masih menyebarkan pemahaman Syi’ah dan memusuhi sunnah

 
Gensyiah.com– Habib Ali Bin Umar Al-Habsyi, pengasuh Pondok Pesantren Darus Sholihin, Kecamatan Puger, yang tertuduh sebagai Syiah karena ajaran-ajarannya, secara resmi menandatangani surat permintaan maaf di atas materai. Ada tiga poin dalam surat tersebut:
Pertama, kami memohon maaf jika pernah mengajarkan faham dan ajaran yang meresahkan masyarakat.
Kedua, kami tidak meyakini dan tidak akan mengajarkan faham dan ajaran Syiah.
Ketiga, kami mengakui pernah menyampaikan sembilan poin ajaran yang menjadi dasar keputusan fatwa MUI nomor 56/MUI-JBR/VI/2012 tertanggal 10 Juli 2012, bahwa faham dan ajaran yang dikembangkan Habib Ali Bin Umar Al-Habsyi adalah faham dan ajaran Syiah dan sangat berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu keutuhan masyarakat. Oleh karena itu kami mencabut faham dan ajaran yang salah tersebut.
Namun dalam pembelaannya Habib Ali menyatakan bahwa dirinya bukan Syiah pada pertemuan di gedung DPRD Jember yang dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, seperti kepolisian, kejaksaan, MUI, NU, dan Muhammadiyah tersebut.
“Saya bersumpah demi Allah dan rasul-Nya, demi Ka’bah, demi Hajar Aswad, demi Madinatul Munawarah, demi abah saya, bahwa saya bukan orang Syiah,” kata Ali.
(seperti diberitakan beritajatim.com)
Beberapa catatan:
1. Kami Bergembira dengan berita terakhir ini yaitu pernyataannya dalam 3 poin di atas. Kita berharap dan berdoa kepada Allah agar habib Ali al-Habsyi benar-benar melaksanakan taubah nashuhah seperti yang tercantum dalam firman Allah (Al-Baqarah: 160):
إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَبَيَّنُوا فَأُولَئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ وَأَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Jadi orang bertaubat itu harus: meninggalkan dosa yang dia bertaubat dari padanya. Kalau dalam hal ini 9 ajaran dan faham syiah maka itu harus ditinggalkan. Lalu menjelaskan taubatnya dan juga menjelaskan apa yang dijelaskan oleh Allah dan Rasulnya dari kebenaran-kebenaran agama. Lalu memperbaiki apa yang dia rusak. Dalam hal ini dia harus balik membela sunnah dan memusuhi syiah, membela sahabat dan mencela yang musuhi sahabat, membela sahabat Muawiyyah misalnya dan melaknat orang , tidak cukup hanya menyangkal bahwa dirinyatyang melaknat Muawiyyah  bukan syiah. Orang yang demikian ini baru diterima taubatnya oleh Allah subhanahu wata’ala.
2. Kami belum mengetahui rincian sembilan poin ajaran yang menjadi dasar keputusan fatwa MUI nomor 56/MUI-JBR/VI/2012 tertanggal 10 Juli 2012, bahwa faham dan ajaran yang dikembangkan Habib Ali Bin Umar Al-Habsyi adalah faham dan ajaran Syiah. Oleh karena itu siapa saja yang mengetahuinya mohon diberitahukan kepada kami. Dan kami ucapkan jazahullah khairan katsiran.
3. Dalam meyakinkan hadirin bahwa dirinya bukan pengikut syiah habib ali al-Habsyi bersumpah sebagai berikut:
“Saya bersumpah demi Allah dan rasul-Nya, demi Ka’bah, demi Hajar Aswad, demi Madinatul Munawarah, demi abah saya, bahwa saya bukan orang Syiah,” kata Ali.
Di dalam sumpah ini ada sumpah kepada Allah dan kepada Makhluk Allah, maka ini adalah syirik, dilarang keras di dalam Islam, yang setiap muslim sunni mengetahuinya apalagi seorang ulama.
Dari Abdullah bin Umar -radhiallahu anhuma- dia berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَدْرَكَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ وَهُوَ يَسِيرُ فِي رَكْبٍ يَحْلِفُ بِأَبِيهِ فَقَالَ أَلَا إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ مَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ
“Rasulullah -Shallallahu alaihi wasallam- menjumpai Umar bin Al-Khaththab yang sedang menaiki hewan tunggangannya, seraya dia bersumpah dengan nama ayahnya. Maka beliau -Shallallahu alaihi wasallam- menegur, “Ketahuilah sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nama ayah-ayah kalian. Karenanya barangsiapa bersumpah, hendaklah dia bersumpah dengan nama Allah atau lebih baik dia diam.” (HR. Al-Bukhari no. 5643, 6155, 6156 dan Muslim no. 3104)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More