Ketua Yayasan Wakaf UMI: Kita Tolak Iranian Corner, Sunni dan Syiah Tidak Bisa Bersatu!

Kemarin, Ahad 23 September 2012 kami menurunkan berita, Musibah di Serambi Madinah, Iranian Corner Akan Dibuka di UMI, yang berisi tentang beberapa kesepakatan yang diambil oleh pihak UMI dengan pihak Dubes Iran, Dr. Ali Rabbani di antaranya dalam waktu dekat ini akan digelar seminar internasional dialog antarmazhab pada bulan oktober, pertukaran mahasiswa, pengutusan dosen-dosen dari Iran untuk mengajar di UMI, pengiriman seniman-seniman kaligrafi dari Iran, pengiriman dosen-dosen UMI ke Iran (Fajar, 22 September 2012) dan pembukaan pusat kajian Iranian Corner (Tribun Timur, 22 September 2012).
Alhamdulillah, tadi shubuh dalam kesempatan ceramah di Masjid Sultan Alauddin di kompleks perumahan dosen dan karyawan UMI, H. Mokhtar Noer Jaya selaku ketua Yayasan Wakaf UMI mengklarifikasi berita tersebut, beliau menegaskan bahwa UMI adalah benteng Ahlussunnah wal jamaah (sunni) dan Sunnah Syiah itu tidak akan bisa bersatu. Yang bisa memberi pengaruh kepada aqidah Sunni, kita tolak seperti pembukaan Iranian Corner, dosen Iran mengajar di UMI, dan pengiriman mahasiswa ke Iran. Tapi demi kemajuan IPTEK seperti pengiriman dosen UMI yang sudah mantap Aqidah Sunninya ke Iran untuk menimba ilmu dan pengalaman dalam upaya peningkatan produksi pertanian dapat dilakukan.
Jawaban beliau ini sangat melegakan bagi warga UMI khususnya dan kaum muslimin di Sulsel yang merasa khawatir terhadap berita di atas, karena kalau berita itu benar, maka dapat dibayangkan Syiah akan menyebar dengan pesat di UMI, baik di kalangan dosen apalagi di kalangan mahasiswa. Dan hal tersebut akan berdampak tersebarnya Syiah di Sulawesi Selatan. 

(muis/lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More