Stop Kekerasan Akibat Perbedaan Paham

 

Aksi kekerasan yang meletus antara warga dan kelompok Syiah di Sampang itu memancing respons sejumlah kelompok. Salah satunya Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Perwakilan Indonesia Timur. LPPI dengan tegas menyayangkan terjadinya tindak kekerasan, apalagi mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Kekerasan bukan cara tepat menyikapi sebuah masalah. Kami (LPPI, red) menyayangkan dan turut berduka atas jatuhnya korban jiwa di sana. Kami mengimbau, muslim di Sulsel bisa menghindari cara-cara berbau kekerasan dalam persoalan sunni dan syiah ini," kata Ketua LPPI Perwakilan Indonesia Timur M Said Abdul Shamad, kepada FAJAR, kemarin.

Menurut Said, gerakan damai menyikapi penyebaran Syiah di Indonesia sebenarnya sudah menggelinding dalam Musyawarah Forum Ulama Umat Islam di Bandung, April 2012 lalu. Musyawarah itu melahirkan tema gerakan Indonesia Tanpa Syiah. "Karena tema itu terlalu keras, LPPI mengubah tema menjadi Indonesia Tanpa Pengaruh Syiah."

Maksudnya, biarlah Syiah ada di Indonesia tapi jangan menyebarkan pahamnya yang memancing keresahan," tegas salah seorang tokoh pendiri Wahdah Islamiyah ini.

Said berharap, kejadian Sampang bisa mengajak para ulama, cendekia, dan tokoh umat Islam di Sulsel mencermati akar konflik sebenarnya. Menurut Said, akar konflik di antaranya disebabkan keresahan warga setempat karena banyaknya buku-buku syiah yang diperjualbelikan secara terang-terangan untuk menyebarluaskan ajaran syiah.



"Salah satu inti ajarannya, Muhammad saw menunjuk Ali RA sebagai pengganti sepeninggal rasul. Sehingga Abubakar RA, Umar RA, dan Utsman RA, dianggap pengkhianat agama karena mengambil alih kepemimpinan dari Ali RA. Lalu, Syiah menganggap semua sahabat yang mengakui ketiga khalifah tersebut sama dengan pengkhianat. Dan, semua umat Islam yang mengakui keabsahan tiga khalifah itu adalah sesat. Itu yang meresahkan warga di sana," kata Wakil Ketua Muhammadiyah Kota Makassar ini.

Makanya, Said berharap, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel bisa kembali membahas masalah Syaih ini dan mengeluarkan fatwa baru. Said menjelaskan sebelumnya sudah ada fatwa MUI tahun 1984 yang menegaskan patut mewaspadai ajaran Syiah. Lalu, fatwa MUI Jawa Timur Januari 2012 juga menyatakan Syiah dengan nama samaran Mazhab Ahlilbait sesat dan menyesatkan. "Dengan begini, aksi kekerasan Insya Allah tidak akan perlu terjadi di Sulsel," harap Said. (ysd/sil)


Sumber: http://www.fajar.co.id/read-20120828002709-otak-kerusuhan-sampang-ditangkap

2 komentar:

Lah memang betul gitu sih ceritanya ? Hadist ttg penunjukan Ali KW di Ghadir Qum diriwayatkan oleh puluhan shabat , sedang hadist Rosululloh Sakit dan menunjuk Abu bakar sebagai imam Sholat yang kelak di anggap sebagai bentuk lain penunjukkan Rosul kepada Abu bakar sebagai penggantinya .....ada di bukhori jilid 1 hal 172 .....Bahkan salah satu tokoh budayawan Emha Ainun Najib dalam pemaparannya di Jawa pos dan Harian Gatra thn 2002 - 2004 berulang kali menulis di head line , mati meriah dan mati sunyi dimana ada kejadian kejadian setelah Rosul wafat yang sengaja di tutupi oleh Oknum-oknum ulama SU'kepada umat ......, agar umat tidak bangun dari tidurnya .....dan ini kalo fitnah sudah pasti banyak yang masuk Bui karena menebar fitnah ? silahkan cek and recheck wahai sahabat .......something happen ba'da Rosul wafat !?

Silakan baca tanggapan komentar di atas pada artikel berikut ini: Kupas Tuntan Peristiwa Ghadir Khum;

http://jaser-leonheart.blogspot.com/2012/06/kupas-tuntas-peristiwa-ghadir-khum.html

atau, di sini juga bisa:

http://www.lppimakassar.com/2012/08/idul-fitri-idul-adha-idul-ghadir-dan.html

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More