Mati Disembelih Karena Mencela Abu Bakar dan Umar




Lanjutan Serial Kisah Adzab Pedih Bagi Pelaknat Sahabat 
 
Hayyan An-Nahwi berkata, “Saya mempunyai teman, ia menyebut-nyebut Abu Bakar dan Umar dengan buruk, saya melarangnya namun ia mengolok-olok, saya pun beranjak pergi darinya. Pada waktu yang lain ia menyebut-nyebut lagi Abu Bakar dan Umar dengan buruk, saya pun pergi sambil marah, dan menjadi lesu dari apa yang telah saya dengar karena saya tak dapat menyanggahnya dengan bantahan yang layak. Saya pun tidur, saya melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam tidur seakan-akan ia datang dan bersamanya ada Abu Bakar dan Umar, saya berkata kepada Rasulullah: ‘Wahai Rasulullah, saya memiliki teman yang menyakiti saya terhadap dua orang ini (Abu Bakar dan Umar), saya melarangnya, namun ia mengolok-olok dan tambah menjadi-jadi’ kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menoleh ke seorang laki-laki yang berada di dekatnya dan berkata padanya, ‘Pergi, sembelihlah dia!’ laki-laki itu pun pergi melaksanakan tugasnya. Di pagi hari saya bergumam, ‘ini adalah mimpi shadiq (mimpi yang benar), bagaimana kalau saya mendatanginya dan mengabarkan padanya perihal mimpiku semalam, mudah-mudahan dengan mendengarnya ia mau berhenti (mencela-cela Abu Bakar dan Umar)’ saya berjalan ingin ke rumahnya, ketika saya sudah berada dekat dari pintu rumahnya, saya mendengar teriakan dan melihat kerikil yang dibuang, saya bertanya, ‘Ada apa ini?’, mereka menjawab, ‘Fulan disembelih tadi malam, kemudian ia mati!’. ”

(Sumber: Tarikh Dimasyq, Ibnu Asakir, 30/401-402 dan An-Nahyu ‘An Sabb Al-Ash-haab wa maa fiihi min al-istmi wa al-‘iqab, Dhiyauddin Al-Maqdisi, hal 46-47 )

Lihat juga kisah-kisah Sebelumnya:

(lppimakassar.com)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More