Al-Azhar Tak Ingin Bumi Mesir Dikotori Oleh Satu Husainiyahpun (Mesjid Syiah)


 
Al-Azhar menolak SYIAH
Pada bulan lalu, Syaikh al-Azhar mengeluarkan pernyataan yang memuat perlawanannya terhadap pemikiran Syiah di Mesir, dan meminta untuk berjuang keras menghadapi dan menanggulanginya. Pernyataan tersebut beliau sampaikan bersamaan dengan usaha Syiah luar negeri umtuk membangun Husainiyah pertama di Mesir. Usaha mereka ini menimbulkan reaksi keras dari al-Azhar dam meminta dilangsungkannya pertemuan semua kelompok Islam yang dengan sepakat  meminta agar Syaikh al-Azhar melarang tasyayyu' (penyebaran ajaran Syiah) di Mesir.
Pihak otoritas Mesir menutup langsung husainiyah (tempat beribadah orang Syiah, merka tidak menyebutnya Mesjid) tersebut begitu diresmikan oleh Ali al-Kuraniy seorang Ulama Syiah dari kota Kum di Iran. Otoritas Mesir juga mengeluarkan larangan yang mencakup seluruh aktifitas husainiyah tersebut, antara lain berupa Pamflet, poster, brosur, dan rekaman-rekaman. Bahkan keputusan itu kabarnya bersifat permanen, tidak dapat dicabut kembali.
Kita mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Mesir atas keputusan yang dilatar belakangi oleh kecintaan mereka kepada Ahlul Bait dan ketidaksukaan mereka terhadap Syiah yang dengan penuh kebohongan mengaku mencintai Alhulbait.
Saya tidak segan-segan mengakui bahwa rakyat mesir, baik civitas akademi al-Azhar maupun masyarakat Mesir secara umum merupakan masyarakat yang paling tegas dan terang-terangan melawan pemikiran Syiah yang keji.
Terima kasih kepada pemerintah Mesir dan rakyatnya yang tidak rela mengotori bumi mereka yang penuh berkah dan suci dengan satu husainiyah pun. Semoga Allah memberikan imbalan terbaik kepada mereka.
(Syekh mamduh Farhan Al-Buhairi dari Majalah Islam Internasional Qiblati Edisi 09 th. VII hal.37)

4 komentar:

seharusnya Indonesia juga bersikap tegas seperti pemerintah mesir, sayangnya MUI pun sudah disusupi syi'ah

semestinya begitu, tapi hendaknya kita berbuat apa yang kita bisa, karena tidak semuanya dibahas oleh MUI, patokan kita adalah Al-Qur'an dan Sunnah

Tpi kenapa raja arab suudi mengangkat salah satu menterinya dr syiah ???

beritanya shohih gak?

karena saudi tidak ingin negaranya dikotori oleh Syiah, meskipun mereka masih toleran dengan mengizinkan orang syiah haji dan umrah kesana. buktinya, belum lama ini Saudi menghukum mati ulama syiah, nimr al baqir.

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More