Invasi Mother Monster, dan Penghancuran Akidah


Pro dan kontra konser penyayi bernama lady Gaga di berbagai media telah mencuat. Konser Lady Gaga direncanakan diadakan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada tanggal 3 Juni 2012 mendatang. Penggemar setianya telah membeli tiket untuk menyaksikan secara langsung idola mereka namun hingga saat ini promotor dari acara ini Bid Daddy, masih tetap kukuh meloby Polda Metro Jaya agar tetap memberikan izin terhadap acara ini. Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta,senin (21/5) kepala divisi Humas Polri, Irjen Polisi Saud Usman Nasution menerangkan bahwa peluang konser lady gaga pada 3 Juni mendatang masih terbuka. Mabes Polri menyatakan bisa memberikan izin jika syarat-syarat tertentu bisa dipenuhi pihak penyelenggara. 

Bagi penggemar Stefani Angelina Germanotta alias Lady Gaga hal ini tentu adalah angin sejuk. Setidaknya dalam salah satu kesempatan media memberitakan bahwa sekitar 50.000 tiket konser resebut telah tejual, meski masih berada dalam dalam pengurusan perizinan. Kami tertarik untuk sedikit mengangkat masalah penyanyi amerika ini untuk bahan pertimbangan bagi masyarakat, terkhusus kaum muslimin.

Sekilas tentang lady gaga
Fakta ‘unik’ tentang lady gaga tampaknya menjadi alasan, mengapa golongan yang kontra menolak konser tersebut. Penyanyi asal Amerika Serikat dengan nama lengkap Stefani Angelina Germanotta alias Lady gaga memiliki beberapa fakta mengesankan. Lady gaga sendiri merupakan sebuah nama unik yang ternyata memiliki makna yang cukup menyentak. Sebuah situs di internet mengartikan nama tersebut, “Lady“ berarti perempuan, sementara “Gaga” memiliki sinonim dengan kata empty-headed, brainsick, crazy, daft dan beberapa sinonim lainnya. “Gaga” juga dianggap sebagai kata yang paling mudah diucapakan dalam bahasa Inggris. Sehingga “lady Gaga“ mungkin tidak salah jika mendeklarasikan diri dengan berkata: I’m a lady and I’m empty-headed.  

Bagi umat islam nama adalah sebuah kehormatan, karena pada dasarnya nama merupakan doa untuk orang yang dimaksud. Hal ini dapat kita perhatikan pada pemilihan nama dari orangtua kita. Nama “Nurul Muti’ah” misalnya, berasal dari kata “nur’ bermakna cahaya dan “al Muti’ah” yang berarti perempuan yang taat, maka secara bahasa seorang yang bernama nurul mutiah berarti “cahaya wanita yang taat” sebuah doa nan indah untuk memiliki putri ataupun istri yang menyenangkan karena ketaatannya kepada Allah hingga ia pun dapat bersinar. Sebagai seorang muslim kita meyakini bahwa setiap doa kita, jika dilakukan secara benar dan baik, terlebih pada waktu yang mustajab akan selalu dikabulkan. Pemahaman ini sekaligus menolak ungkapan ‘apalah arti sebuah nama’ yang pernah dilontarkan oleh kaum liberal.

Dari segi nama kita sudah tidak perlu mempertanyakan sosok lady gaga, karena pada dasarnya ia menginginkin dirinya seperti namanya. Berbagai aksi, perilaku dan penampilan yang terkesan out of normal ia tampakkan untuk keluar dari main stream penampilan pada umumnya. Sebagian mengatakan unik, kreatif nan ekspresif sementara yang lain memanggil ia seperti namanya “Lady Gaga”
Ada pula pendapat bahwa nama tersebut berasal dari lagu Queen: “Radio Gaga”. Kabarnya video lagu ini terinspirasi dari film Metropolis (1927), yang pada intinya Film ini bercerita tentang seorang wanita yang dipilih oleh kaum elit untuk memberikan hidup pada sebuah robot, melalui campuran dari ilmu pengetahuan dan ilmu hitam.
Kebiasaannya Lady Gagapun tidak berbeda jauh dengan namanya yang Kontroversial, KapanLagi. com memuat  20 fakta unik tentang lady Gaga. Setelah menyebut 14 point fakta negatif  lady gaga yang cenderung-maaf-menjijikkan, situs ini kemudian menyebut enam fakta positifnya yaitu: 1. mendapat tempat terhormat di Hall of Fame Headwear Association 2012 karena topi.  2. membentuk yayasan Born This Way Foundation yang bertujuan untuk membangkitkan gairah dan semangat hidup anak muda yang mengalami krisis kepercayaan diri dan masalah manajemen diri. 3. merambah dunia bisnis lewat parfum buatannya meski hal ini membuat heboh publik. karena parfum ini dibuat dengan bahan dasar darah dan sperma.  4. mendapatkan penghargaan Charity Hero dari Trevor Project berkat usahanya membantu kaum gay meraih legalitas di masyarakat. Point 5 dan 6. Tak malu-malu mengaku sebagai penggemar berat band Iron Maiden dan Britney Spears.

Lady Gaga juga pernah mengaku bahwa dirinya biseksual. Mungkin inilah salah satu alasan mengapa ia getol mengkampanyekan kebebasan kaum gay dengan homoseksnya, naudzubillah min dzalik. Tampaknya bahwa fakta negatif gaga lebih banyak ketimbangg positifnya. Jika ingin jujur tidak semua fakta positif tentang dirinya adalah hal positif bagi masyarakat muslim.

Selain itu banyak hal dari kebiasaannya -yang tidak biasa- dikhawatirkan merongrong kebudayaan lokal dan ketinggian moral bangsa ini. Bukan hal yang baru bahwa gaga ditolak dinegara tempat ia akan konser, Negara seperti Korea Selatan, sebagian masyarakatnya juga memprotes konser gaga pada jumat (27/4) lalu. Banyak suara sumbang yang terdengar jika konser gaga ternyata gagal. Mulai implikasi pada citra hiburan dunia Indonesia yang menurun karena ‘melarang’ penyanyi kelas international bertandang ke tanah air, sampai dampak ekonomi dengan menurunnya minat wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Tentu hal ini perlu dikaji sehingga tidak terkesan sebagai pembenaran belaka. Sebagian lagi menganggap bahwa larangan menteri agama serta rekomendasi penolakan MUI terhadap lady gaga hanya berlaku untuk kaum muslimin semata. Ahmad Dhani, seorang musisi dan pencipta lagu bahkan mengajak penggemar gaga merasa tersinggung jika dikatakan imannya kurang kuat untuk menyaksikan penyanyi porno aksi itu. Dhani yang mengaku menggemari musisi barat yang homoseks serta atheis, berkata “saya tidak menjadi homo dan atheis ketika mengidolakannya”
 
Kebudayaan dan moral bangsa
 Kebudayaan bangsa yang arif serta moral bangsa yang santun tampaknya sedikit demi sedikit mulai tergerus oleh genjarnya invasi budaya barat ke negeri ini. Persoalan lady gaga misalnya, hanya salah satu contoh betapa kaum muda dan generasi bangsa ini sebagiannya telah ‘terhipnotis’ oleh gemerlap kedikdayaan kebudayaan serba permisif dan liberal ala barat. Simak saja berapa banyak film dan video impor yang telah ditonton dan berpengaruh terhadap remaja kita saat ini. Lihat juga kegiatan mereka dikafe-kafe dan klub malam saat ini. Ditambah orangtua yang begitu sibuk hingga tidak sempat untuk sekedar mengajari mereka tentang batasan syariat. Bahkan tidak sedikit dari orangtua kita saat ini mentolerir kesalahan anaknya sebagai bagian dari pembelajaran, meski hal tersebut menghasut umat untuk menyaksikan aksi yang begitu rendah. Sulit dikatakan hal ini tidak berbengaruh terhadap kepribadian, moral dan keimanannya. Berapa banyak perzinahan atau hamil diluar nikah akibat dari invasi budaya free sex. Seberapa besar antusiasme remaja mengidolakan dan meniru semua hal negatif itu. Jarang kita menemui anak bangsa yang  meniru kedisplinan bangsa jepang, keserdasan orang jerman atau keimanan ulama timur tengah. Jika dikatakan menyaksikan tontonan porno aksi tidak mempengaruhi keimanan seseorang, hal ini sudah sangat keliru. Mengkampanyekan paham hedonism dan porno aksi  disertai pesan “jangan berbicara dosa”  seolah dapat ditolerir. 

Satu kaidah menyebutkan bahwa keimanan kita dapat bertambah dengan ketaatan, demikian pula sebaliknya, berkurang dengan kemaksiatan. Membiarkan seorang masuk untuk mempertontonkan dan mengajak pada kemaksiatan adalah satu kekeliruan besar yang dapat melunturkan nilai-nilai keimanan dan moral masyarakat. ‘Kampanye’ penyembahan setan dan indikasi performance ‘mind control’ yang selama ini ditunjukkan gaga, tidak dapat diragukan. Kesemua pertimbahan tersebut sudah sangat cukup untuk untuk mebatasi pengikisan akidah yang akan terjadi jika ‘Mother Monster’ menginvasi bangsa ini.
Wallahu mustaan.


Oleh: Sulfandy (Peneliti di LPPI Indonesia Timur)

0 komentar:

Posting Komentar

Raih Amal Shaleh, Sebarkan Artikel Ini...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More